Komandan Lapangan Ahli Strategi, Yasir Galban
[ 13/11/2007 - 07:41 ]
Yasir Galban merupakan sosok pemuda yang yakin akan janji Allah, seorang yang mukhlis, mujahid dan reformer. Ia telah mencapai keberhasilan dengan gemilang menggapai derajat syahid. Derajat tertingi setelah para nabi. Ditempatkan oleh Allah dalam surgaNya kekal di dalamnya.
Kelahiran dan pertumbuhanya
Al-Syahid Galban lahir pada tanggal 8 Oktober 1979. Hidup dalam keluarga yang taat agama, namun terlunta-lunta di daerah penngungsian. Nenek moyangnya berasal dari wilayah Kfar Ana wilayah jajahan Israel. Sejak kecil ia paling aktif dalam kegiatan keagamaan. ia juga terkenal ikhlas dalam setiap kegiatan. Wajahnya selalu cerah mengembang senyuman. Semua orang tentu menyukainya, teman-temanya, saudaranya dan lain sebagaianya. Yasir adalah putra terbaik Khanyunis. Salah satu kota pintu gerbang masuk Palestina yang kaya akan para pahlawanya. Ia sangat berbakti pada kedua orang tuanya, mencintai saudara dan temanya.
Pendidikanya
As-Syahid Galban mengecap pendidikan ibtidaiyah pada tahun 1985 di Madrasah Muan, lalu ke sekolah persiapan (SMP) di sekolah khusus laki-laki di Bani Suhaila. Tingkat tsanawiyahnya ia lenjutkan di Sekolah Kamal Nasher. Seleseai di Kamal Nasher ia melanjutkan di Universitas Islam fak. Syari’ah. Kuliahnya terhenti karena ditangkap serdadu Israel dan dipenjarakan selama satu tahun. Ia juga diincar oleh pembunuh bayaran pasukan penjaga keamanan di Khnayunis.
Karakter dan aktifitas dakwahnya
Sejak kecil, Galban terkenal senang melakukan aktifitas ibadah. Tempat yang paling senang ia kunjungi adalah Masjid Muin bin Zaid. Maka tak heran bila ia tumbh sebagai pemuda yang zuhud, taat ibadah dan wara. Ia tidak berbicara terhadap sesuatu kecuali bila ada nashnya dari Allah ataupun NabiNya. Ia memulai kegiatannya dengan menghapalkan al-Qur’an, menghadiri majelis ta’lim dan ibadah-ibadah lainya. Hatinya selalu terkait dengan masjid. Ia selalu menunaikan salat fardu di Masjid. Bagaimana tidak, ia seorang pionir da’wah di masjid tersebut. Ia lah penggerak hamper semua kepanitiaan masjid dimulai penggalangan dana hingga aksi social. Ia tidak membatasi hanya mengunjungi saudara-saudara dan kerabatnya saja. Bahkan ia sering mengunjungi para pemuda yang jarang atau tidap pernah kelihatan shalat atau ibadah. Yasir Galban adalah pemuda yang tidak pernah terlambat datang dalam semua kegiatan yang diadakan Gerakan Hamas. Ia selalu datang sambil membawa sejumlah pemuda lainya. Yang menjadi prioritas da’wahnya adalah mendidik genarasi muda dan mengarahkan mereka kepada jalan yang benar. Agar mereka bisa sampai pada kesuksesan. Yasir menganggap dirinya bertanggung jawab tentang maju mundurnya pemuda di kampungnya. Ia dikaruniai sipat kepemimpinan dan keberanian juga kecintaanya terhadap Kitab Allah, Al-Qur’an sebagai rujukan utamanya dalam mengarahkan para pemuda, agar menjadi genarasi Qur’ani. Ia sennatiasa mennyapa dahulu teman-temanya sebelum ia beranjak ke peraduan. Menurut adiknya, Yasir adalah pemuda yang menggapai derajat syahid yang tidak kenal lelah maupun bosan. Ia selalu menasehati dan membimbing teman-temanya. Ia bersipat penyayang pada teman-temanya, namun sangat keras pada musuh-musuh Allah dan musuh ummat manusian.
Bergabung Dengan Brigade Al-Qossam
Yasir Galban bergabung dengan Barisan Izzuddin al-Qossam ketika terjadinya Intifadhah al-Aqsha. Ia telah memilih jalan yang penuh lubang dan berduri. Jalan yang ia tempuh dihiasi dengan kesulitan dan kepayahan. Ia termasuk sabiqunal awwalun Al-Qossam, karena sipat-sipatnya yang sitimewa, sepetri kebaranian dan keteguhanya serta kemampuanya dalam perenencanaan gerakan. Sering kali ia menempuh perjalanan untuk menanam ranjau darat bagi kendaraan-kendaraan tempur Israel. Ia adalah singa di padang pasir. Dirinya tidak takut pada siapa pun kecuali pada Allah. Yang menjadi menjadi prioritasnya adalah keikhlasan, kepiawaian dan kelincahan. Ia juga terkenal sebagai perancang perjuangan Al-Qossam dan aktif di dinas militer Brigade Al-Qossam.
بيانكتائب القسام
{مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً }
Surat Keterangan Militer dari
Brigade Izzuddin Al-Qossam
Tentang Syahidnya Komandan Al-Qossam, Yasir Galban
Wahai para mujahid Palestina, wahai bangsa Arab dan ummat islam.
Dengan melalui jalan yang penuh duri bersama para kafilah da’wah, telah berpulang ke Rahmat Allah mendahului kita menyusul para pendahulunya yang telah lebih dulu mempersembahkan jiwa dan raganya dalam menolong agama Allah dan mempertahankan tanah suci Alquds serta melawan kezaliman dan mengusir musuh-musuh Allah dari Palestina. Mereka mendabakan syuhada dalam memerangi yahudi yang terus maju pantang mundur. Tentu sedikitpun tidak ada masalah, walau berbagai fitnah, ataupun luka dari siapapun.
Hari ini, al-Syahid Yasir Galban telah menghadap Allah dengan luka-luka akibat pertempuranya dengan pasukan penjaga keamanan pimpinan Abbas. . Hari ini tanggal 04 Juni 2006 komandan Al-Qossam telah mengakhiri tugas mulianya di dunia dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan dua anaknya yang masih kecil. Dialah komandan lapangan :
Yasir Ibrahim Al-Galban (26 tahun)
Warga Khanyunis
Kami atas nama Brigade Al-Qossam dengan ini menegaskan tidak akan mengizinkan siapapun menyentuh para mujahid kami. Kami berjanji akan terus melanjutkan perjuangan mengikuti jejak para pendahulu kita hingga mendapatkan dua kebaikan, kemenangan atau mati syahid.
Hanya ada Jihad dan menang atau mati sayahid
Brigade Izzudin al-Qossam
Jum’at 20 Jumadil Ula 1927 H.
16 Juni 2006
halaman utama - Profil Syuhada
cetakan E-Mail
Ibrahim Ahmad, Syahid Yang Keluarganya Memaafkan Pembunuh Anaknya
[ 10/07/2007 - 10:22 ]
Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu dibawanya. Oleh karena itu ia hidup dalam keluarga kecil namun penuh dengan ketawadhuan.
Pendidikanya di mulai di tingkat TK milik organisasi kemanusiaan. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke sekolah khusus bagi para pengungsi dan berhasil memperoleh nilai rata-rata 8. Ia dikenal oleh teman-temanya sebagai pribadi yang sholeh berakhlaq mulia. Ia disukai oleh teman-temanya.
Lalu ia melanjutkan sekolah menengah umum (SMU) di sekolah Kholid bin Walid. Semasa di SMU ia sudah ikut brbagai kegiatan Hamas dan ikut dalam organisasi Mahasiswa Islam. Namun kegiatan berlajarnya berhenti karena ia ditangkap oleh serdadu Israel ketika berusia 15 tahun.
Orang tua dan keluarganya.
Hubungan Ibrahim dengan kedua orang tuanya berjalan baik. Ia memperlakukan orang tuanya dan saudara-saudaranya dengan penuh kecintaan. Sejak kecil memang, ia sudah mencintai saudara-saudaranya dengan penuh kasih sayang. Ia sering menggendong-gendong adik-adiknya ke sana kemari. Ia sangat taat pada orang tuanya, bahkan ketika disuruh pada sesuatu yang ia tidak suka pun, tetap saja ia melakukannya. Ia pernah pergi bersama ibunya ke Yordania untuk mengobati sakit jantungnya. Ibunya sudah menderita penyakit jantung sejak lama. ia pernah menemani ibunya pergi ke rumah sakit di Der Balah pada jam satu malam lalu. Kemudian ia pulang ke rumahnya. Karena tidak ada kendaraan, akhirnya ia berjalan kaki menuju rumahnya dan sampai rumah kira-kira jam empat pagi dan langsung pergi ke masjid karena sudah shubuh.
Pengalaman Organisasi
Ibrahim ikut bergabung bersama gerakan Islam dalam berbagai kegiatan social. Ia juga pernah jadi pengurus kantor Hamas pada pemilu parlemen tahun kemarin. Perlu disebutkan di sini, walaupun ia aktif di Brogade Al-qossam sebagai komandan lapangan, namun ia masih sempat bekerja sebagai tim pengawas pemilu parlemen kemarin.
Aktivitas Jihad
Disebabkan kerinduanya pada Negara dan kecintaanya terhadap syahid, ia bergabung bersama barisan al-Qossam di penghujung intifadhah al-Aqsha, dalam rangka membela dan mempertahankan negaranya. Ia bergabung dengan Al-Qossam pada tahun 2002 an. Ia ditempatkan di bagian teknik pembuatan bom tangan. Kemudian dipindahkan menjadi teknisi pembuat roket jenis ringan serta ranjau darat. Lalu ia dipindahkan lagi menjadi komandan lapangan Al-Qossam.
Selintas tentang amal jihadnya.
Ibrahim terlibat sejumlah pertempuran dengan Israel. Ia bergabung dengan pasukan roket Al-Qossam yang menembakan soket-roketnya kea rah permukiman Israel di Natsarem. Tugasnya waktu itu ialah menggempur menara pengintaian Israel. Ia juga terlibat dalam penempatan ranjau-ranjau darat di jalan Al-Behr, wilayah Al-Faruq dan Shalahuddin. Ia juga tergabung dalam operasi pengintaian serdadu Israel di wilayah perbatasan.
Aksi pengintaian
- Aksi pengintaian terhadap seorang serdadu di permukiman Netsharem
- Operasi pengintaian Buldoser Israel di Der Balah selama 10 jam yang berakhir dengan kemuliaanya mencapai syahadah
- Menintai tank Israel di dekat permukiman Kesuvem sepanjang 8 jam bersama komandan Abdul Nasher Abu Syauqah yang diabadikan melelui cameranya.
Perjanjian bersama para Syuhada
Di harian Palestina yang terbit hari Selasa tanggal 12/2007, setelah terjadinya pertempuran sengait antara Al-Qossam dengann pasukan keamanan bentukan Abbas yang berakhir dengan dikuasainya Jalur Gaza serta menyerahnya kelompok kudeta tanpa ada yang terluka sedikitpun. Ibrahim kemudian menuju ke wilayah Kamp pengungsian, menyusul kabar bahwa rumah salah seorang komandan Al-Qossam dikepung kelomok kudeta. Lalu ia bergegas menuju ke sana dan membagi-bagi pasukan untuk menghadapinya. Namun tak terlihat salah seorang pasukan kudeta menembakan tiga pelurunya ke arah Ibrahim. Dua meleset yang satu mengenai bom yang menggantung di badanya. Mengakibatkan bom itu meledak dan menghancurkan tubuh as-Syahid Ibrahim. Ia sempat di rumah sakit selama tiga hari dan akhirnya meninggal syahid pada hari Jum’at tanggal 15 Juni 2007.
Pengampunan Orang Shaleh.
Setelah pasukan Al-Qossam berhasil menguasai keadaan dan menangkap para perusuh kudeta. Dan setelah diadakan pemeriksaan terhadap seluruh pasukan kudeta serta pengakuanya atas aksi penembakan itu, Brigade Al-Qossam memerintahkan agar pelaku penembakan terhadap Al-Syahid Ibrahim dihukum Qishash.
Ketika orang-orang berkumpul untuk menyaksikan pengadilan Qishash, maka dihadirkanlah sang pembunuh Ibrahim. Ia datang dengan membawa kain kafan, tampak di muka raut ketakutan akan kematianya yang akan segera menjemputnya. Namun tiba-tiba datang salah seorang yang mengatasnamakan keluarga Ibrahim dan memaafkan kesalahan sang pembunuh serta menyerahkanya pada keluarganya. Keluarga As-Syahid Ibrahim tidak minta apapun, sebagai gantinya. Mereka hanya minta gantinya dari Allah subhana wata’ala.
Sikap yang sangat mulia yang ditunjukan oleh keluarga As-Syahid, bahkan mereka berterima kasih kepada Al-Qossam yang telah membersihkan Jalur Gaza dari para perusuh kelompok kudeta. (asy)
Al-Syahid Ahmad Iwadh
[ 04/06/2007 - 01:42 ]
COMES-Al-Syahid Ahmad Rajab Iwadl lahir pada tanggal 2 Pebruari 1976 di kampong al-Zaitun sebelah timur kota Gaza. Mengenyam pendidikan di sekolah dasar milik Lembaga Internasional untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Setelah tamat di sekolah dasar al-Zaitun dengan nilai sangat baik (8,01-8,99) kemudian ia melanjutkan pendidikanya di sekolah menengah pertama dan umum al-Syajaeyah. Selesai di Syajaeyah kemudian al-Syahid melanjutkan studinya di Universitas Islam jurusan Biologi. Selain tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Islam di Gaza ia juga aktif di organisasi faksi Islam pada Universitas tersebut .
Setelah ia keluar dari Universitas Islam, ia bekerja sebagai pembantu administrasi di Kejaksaan Tinggi Palestina. Karirnya terus menanjak hingga menjabat direktur umum, mengingat dedikasi dan kemampunya dalam bidang tersebut. Bahkan menurut informasi yang bisa dipercaya, Menlu Mahmud Zehar telah menunjuk al-Syahid sebagai direktur umum di departemennya. Sebelumnya al-Syahid juga menjabat sebagai direktur umum kepresidenan, sebelum Hamas menjadi pemimpin di Palestina.
Peristiwa ini hanya beberapa pecan sebelum pesawat Israel membombardir mobil yang ditumpanginya bersama saudara seperjuanganya pada hari Ahad 8 Nopember 2006.
Semua orang tersentak, bahwa suami dari putri menlu Palestina Dr. Mahmud Zehar adalah seorang arsitek militer di brigade Al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas.
Status Sosial
Al-Sayhid adalah suami dari putri Menlu Palestina, Mahmud Zehar. Dikaruniai dua orang putra masing-masing Muadz baru berumur satu setengah tahun dan Rajab yang baru berumur empat bulan.
Ketika Al-Syahid datang ke rumah Zehar untuk meminang putrinya, Zehar menanyakan dahulu pada putrinya, apakah ananda mau terima bila kehidupan ananda dimasa yang akan datang penuh dengan bahaya karena selalu diincar oleh Israel seperti keadaan sekarang ?.
Aktivitas Dakwah
Al-Syahid sebagai penanggung jawab sejumlah aksi massa, seperti aksi di Masjid Shalahuddin masjid terbesar di Gaza yang paling banyak melahirkan kader-kader intifadhah pertama dan kedua. Ia juga sempat menjadi pimpinan di dalam organisasi kemasjidan tersebut sebelum ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Gaza. Saat itu ia tahu bahwa ia harus merahasiahkan betul identitasnya dalam wadah kegiatan yang penuh resiko. Apalagi untu memangku sebagai pimpinan organisasi tersebut.
Pada awal- awal tahun di Universitas Islam Gaza ia bergabung dengan kelompok Ikwanul Muslimin. Padahal ia baru menginjak di usianya yang ke 18 tahun. Karena salah satu persyaratan ikut organisasi IM bila umurnya sudah mencapai 18 tahun. Namun karena wawasanya dan kemampuanya ia diterima menjadi anggota IM walau dengan syarat umur minimal.
Bergabung Dengan Al-Qossam
Al-Syahid bergabung dengan kelompok Izzuddin Al-Qossam pada awal tahun 2000. Pada saat awal terbentuknya Brigade Al-Qossam, setelah mendapat berbagai gempuran dari dinas keamanan pemerintahan. Peristiwa tersebut sebelum meletusnya intifadhah kedua.
Namun namanya tidak tercantum di dalam jajaran pimpinan brigade Al-Qossam, tetapi masuk dalam jajaran para konseptor dan insinyur pembuat bom pada awal tahun 2001, namun itu baru awal, masih jauh dari tujuan.
Pengembangan alat-alat perang
Al-Syahid merupakan profil muslim yang cerdas, innovator, punya ekses besar dalam perkembangan bom yahudi dari sekedar meledak hingga yang berbentuk elektronik seperti sekarang, yang bisa diledakan secara otomatis seperti yang pernah dilakukan oleh saudara seperjuanganya Al-Syahid Ahmad Musytaha.
Setelah beberapa bulan kemudian ia berpindah ke bagian pengembangan roket al-Qossam menyusul penciptanya Al-Syahid Komandan Nidhal Farhat yang berhasil membuat roket jenis baru yang dinamakan roket Qossam. Al-Syahid Ahmad berkerja denganya dan berhasil mengembangkan roket yang diberinama Qossam 1 yang mampu membawa hulu ledak setara dengan 1 kg TNT yang mampu meluluhlantakan satu wilayah dalam radius satu kilo meter.
Setelah Komandan Nidhal Farhat syahid sebagai pencipta roket Qossam serta pembuatnya Muhammad Salami maka bidang pengembangan roket dimpimn oleh Mujahid Tito Mas’ud dan wakilnya al-Syahid Suhail Abu Nahl keduanya kemudian menjadi tawanan Israel pada tahun 96 an bersama sejumlah anggota lainya, seperti Ahmad Iwadl, Mufid Bal, Shabir Abu Ashi dan Akram Nasher, Mahdi Musytaha yang kemudian mereka meninggal syahid.
Menyusul syahidnya Tito Mas’ud dan wakilnya Suhail Abu Nehel di perkampungan Syajaeyah, maka kepemimpinan beralih kepada komandan syahid Mahdi Musytaha dan menjadikan Ahmad Iwadl sebagai wakilnya sebagai ketua pengembangan dan perancang roket-roket Qossam.
Kemudian setelah Mahdi Musytaha meninggal syahid, maka ketua pengembangan dan pembuatan Qossam beralih kepada Ahmad Iwadl.
Maka mulailah Ahmad Iwadl atau dikenal dengan nama Abu Muadz menyusun program pengembangan serta merekrut sejumlah mujahid yang mempunyai bakat inovasi dan berhasil mengembangkan qossam hingga menjangkau 7 km dengan hulu ledaknya bisa menjangkau 5 km. Saat ini tim Qossam berhasil mengembangkan roketnya yang dapat menjangkau 12 km dengan hulu ledak beradius 8-10 Km. tim Al-Qossam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari brigade Izzudin Al-Qossam.
Yang berhasil mengembangkan roket Qossam seperti saat ini adalah, al-Syahid Ahmad Iwadh Abu Mu’adz. Ia berhasil mengembangkan roket ini dalam waktu kurang dari 5 tahun.
Beberapa sumber menyatakan, bila Ahmad Iwadl tidak bergabung dalam sejumlah operasi militer, karena ia konsen dalam masalah pengembangan roket. Maka tak heran bila pembawaannya penuh rahasia, tenang dan jauh dari pusat perhatian massa.
Keadaan ini terus berlangsung hingga saat pembunuhannya. Namun tatkala para penjagaan keamanan tertangkap oleh pemerintah Israel terkait aksinya menyerang permukiman Sederot termasuk yang ditangkap saat itu, keturunan Nidhal Farhat, seorang mujahid ke tiga, maka tekuaklah bahwa Ahmad Iwadl bekerja dibidang pengembangan roket, namun tidak diketahui dimana tinggalnya. Kecuali beberapa saat sebelum penembakan terhadap mobil yang ditumpanginya.
Kesyahidanya
Pada hari Rabu tanggal 17 Syawal 1427 H atau bertepatan dengan tanggal 8 Nopember 2006, Al-Syahid menemui Tuhanya, bersamanya seorang mujahid Al-Qossam Ramzi Yusuf Suhaiber (36 tahun). Keduanya meninggal digempur rudal Israel yang ditembakan dari pesawat pengintai mereka di Jalan Ahmad Yasin kampong Al-Zaitun Kota Gaza.
Brigade Izzuddin mengumumkan kesyahidanya serta mengangkat kedua jenazah tersebut seraya berjanji akan terus melanjutkan perjuangan kedua mujahid ini, hingga menjemput salah satu dari dua kebaikan, “Hidup Mulia Atau Mati Syahid”
Ahmad Iwadh bukanlah mujahid biasa, tetapi beliau termasuk kepada jajaran pejuang pengukir sejarah. Apakah ada saat ini seorang pejuang yang dengan pengorbananya kecerdasanya serta keuletanya mampu memberikan semangat kepada para mujahid lainya dalam rangka membela hak-hak mereka merebut kemerdekaaan dari tangan penjajah yahudi laknautllah dan dapat menggetarkan musuh-musuh (Israel) dengan roket buatanya.
Apakah ada seorang mujahid yang tidak pernah kelihatan bahkan ia berjuangan dengan diam. Tiba-tiba semua orang terhenyak dengan keberadaanya dan dengan jajak kepahlawananya yang mulia.
Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Mua’adz serta menerima amal jihadmu dan mengumpulkanmu bersama para syuhada, para nabi, para Sadiqin dan orang-orang shaleh lainya. Serta mudah-mudahan Allah mengaruniakan kesabaran kepada keluarga, saudara seperjuangan dan setiap orang yang mencintaimu. Mudah-mudahan Allah memuliakanmu dengan syafa’at dan menaungimu pada saat tidak ada nauangan kecuali nauangan Allah. (pi/asy)
Nenek Pertama Pelaku Mati Syahid
Hj, Fatimah Al-Najjar
[ 04/06/2007 - 01:56 ]
COMES-Aku persembahkan jiwa raga ini untuk Allah, Palestina dan Al-Aqsha. Aku berharap Allah dapat menerima amal ibadahku ini. Aku juga berkorban demi para tawanan Palestina. Selanjutnya aku sampaikan salam untuk Abul Abad (Haneya) dan Al-Dhaif (Komandan AL-Qossam).
Perkataan terakhir inilah yang disampaikan Syahidah Hj Fatimah Al-Najjar (57 tahun). Ia mengakhiri hidupnya dengan pengorbanan dan kecintaan pada negerinya. Sebagaimana Ia telah menanamkan kecintaaan mati syahid pada anak-anaknya, beberapa saat sebelum ia betemu dengan Tuhannya, ketika ia meledakan dirinya di tengah serdadu Israel di Beth Hanon, Jalur Gaza.
Ummu Muhammad Fatimah Al-Najar adalah nenek pertama yang melakukan operasi mati syahid. Ia adalah salah satu sekian banyak dari para ibu yang sering kali menyaksikan pembantaian terhadap anak-anaknya, kehormatanya dirusak, rumahnya dihancurkan, pepohonannya ditumbangkan dibawah pantauan masyarakat dunia yang membisu.
Maka dengan keberanian yang membaja ia tampil membela negaranya dan mendahului para syuhada lainya.
Ummu Muhmmad teleh mengorbankan jiwa dan raganya di jalan Allah setelah sebelumnya ia serahkan rumahnya menjadi korban kemarahan serdadu Israel pada intifadhah yang lalu. Padahal rumah tersebut adalah tempat perlindungan para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah airnya oleh Israel. Ia juga telah merelakan anak-anaknya menjadi tawanan mendekam di penjara-penjara Israel.
Dalam penuturannya Ummu Muhammad menyampaikan, operasi jihadnya ini adalah bagian kecil dari sejumlah operasi jihad lainya, yang akan segera dilakukan oleh para mujahid dan mujahidah Palestina. Tunggulah pembalasan Al-Qossam yang akan mengguncangkan wilayah kalian dengan idzin Allah. Jalur Gaza akan menjadi kuburan kalian, wahai para pengecut Israel.
Fatimah AL-Najar atau dikenal dengan nama Ummu Muhammad adalah ibu dari tujuh anak laki-laki dan dua anak perempuannya. Ia telah bergabung dengan barisan para pelaku syahid lainya. Ia telah mampu meluluhlantakan pengepungan Israel terhadap lebih dari 70 mujahid di Masjid Al-Nasher Beth Hanon.
Salah seorang anaknya menuturkan, ibunya selalu mengikuti aksi demo yang dilakukan oleh gerakan Hamas, disamping itu, ia juga ikut dalam berbagai kegiatan social lainya. Ia telah mendidik anak-anaknya untuk senantiasa berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Ia juga selelu berdo’a kepada Allah agar diberi kesempatan mati syahid.
Dalam salah satu pesan terakhirnya, Ummu Muhammad menyebutkan, dirinya telah menyerahkan jiwa dan raganya untuk Allah, Negeri Palestina dan Al-Aqsha.
Dan dalam rekaman yang disebarkan salah satu media Islam, Ummu Muhammad berkata, saya meminta kepada Allah agar dikumpulkan dengan para syuhada di Surga Naim. Aku juga berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada anak-anakku dan membimbingnya ke masjid. Aku meminta kepada keluargaku agar membagi-bagikan makanan ketika mendengar kabar kesyahidanku. Sampaikanlah salamku pada Abu Abdi, Isamel Haneya, perdana menteri Palestina dan Muhammad Al-Dhaif, komandan tingi Izzuddin al-Qossam dan kepada para syuhada lainya.
Dengan operasi jihadnya ini, Ummu Muhammad telah menciptakan legenda perlawanan yang dilakukan para wanita Palestina, dengan tekad keimananya yang sangat kuat melebihi semua tentara dan singgasana.
Dunia dan seisinya lebih kecil menurut pandanganya dari pada membiarkan negara tetap terjajah, warganya teraniaya oleh musuh Israel laknatullah
As-Syahid Nabil
[ 04/06/2007 - 01:40 ]
“Apakah ibu ridlo padaku ?” itulah kalimat terkahir yang diucapkan Asy-Syahid Nabil Abdirrahman sesaat sebelum ia meninggalkan kehidupan fana ini. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Rafidia Nablus.
Tentara Mujahid
Nabil Khatir lahir di kampong Baruqain dekat Salvet tanggal 25/2/1979. Sebegaimana keluarga Mujahid lainya, Nabil Khatir terkenal dengan ketakwaan dan keshalehanya. Ia adalah putra bungsu dari lima saudara laki-laki dan enam saudara perempuanya. Tentunya ia punya sipat-sipat yang tidak dimiliki oleh saudara-saudaranya yang lain, sebagai anak paling kecil di rumah tersebut. Namun ia lebih memilih tinggal di rumahnya saja.
Nabil mengecap pendidikan dasar dan menengah di kampungnya di Barqoin dan berhasil memperoleh ijzah jurusan ilmu alam.
Dari daftar hasil studinya tergambar ia seorang yang cerdas, pintar dan giat dalam belajar. Sejak kecil memang ia dididik secara islami. Keluarganya terkenal sebagai orang yang taat beragama. Sejak masih anak-anak ia sudah dikenalkan dengan masjid dan pendidikan jihad. Tak jarang ia bersinggungan dengan tentara Israel, ketika pasukan zionis dengan bengisnya menghancurkan rumahnya saat menggerebak dan menangkap suadaranya, terutama pada intifadhah pertama.
Dalam hatinya tumbuh kecintaan pada negaranya dan kebencian yang mendalam pada penjajahan.
Setelah ia lulus dari sekolah menengah umum ia kemudian melanjutkan ke Universitas Kholil jurusan pertanian pada tahun 1998. Saat itu di Palestina terjadi pergolakan terutama di Tepi Barat akibat perjanjian Madrid yang berlanjut ke perjanjian Oslo yang dinilai merugikan bangsa Palestina.
Ketika itu Nabil bergabung dengan madrasah jihad dan perlawanan. Ia masuk pada kelompok Islam, wahana pembentukan para laki-laki dan pabriknya para pahlawan. Nabil lalu masuk pada level komandan dan memenangkan pemilihan pada pemilu mahasiswa. Akan tetapi, jabatan tersebut tidak membuat Nabil kenyang akan kecintaannya terhadap Islam. Ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari fakultas pertanian dan berpindah ke fakultas Syari’ah untuk memantapkan pemahaman agamanya.
Kebisuan Negara Arab dan mendulnya pemerintahan mereka, dalam menghadapi kejahatan Israel, membuat Nabil merasa sedih dan semakin terkoyak perasaanya. Pada saat yang sama Zionis Israel semakin menyengsarakan rakyat. Maka tak heran bila semangat untuk membela dan melindungi sesamanya semakin kencang di sisi lain kerinduannya terhadap syahadah makin membuncah dalam jiwanya.
Hatinya yang lembut tak rela melihat pemerintahan Islam begitu lemah dalam melindungi Al-Aqsha. Dorongan untuk segera mendapatkan mati syahid tidak mengendurkan untuk membela saudaranya, walau sesibuk apapun.
Maka puncak cita-citanya dalam menggapai syahadah ia bergabung dengan brigade Izzudin Al-Qossam. Bersama Izzudin lah ia melakukan berbagai operasi penyerangan, penambakan dan pengeboman terhadap tentara musuh.
Pada malam ke sepuluh dari bulan Pebruari tahun 2000, sebelum intifadhah al-Aqsha meletus. Nabil beserta sejumlah temanya mempersiapkan operasi pengeboman terhadap jantung permukiman Israel dan kota-kota yang berada di bawah jajahanya.
Sebagaimana layaknya orang yang melakukan operasi syahid, sebelum Nabli menuju permukimin Israel di Ariel, ia membungkus badanya dengan bom dan granat. Kedua tanganya pun menggenggam dua buah granat yang siap diledakan.
Kecintaanya pada syhahadah melebihi gelegar granat ketika meledak. Namun Allah ternyata berkehendak lain, bom yang dipasang di badanya ternyata keburu meledak sebelum waktunya.
Namun inilah mungkin hikmah dibaliknya. Nabil diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat bertemu untuk terakhir kali dengan ibunya tercinta, sebelum ia menghadap sang Kuasa, Allah, yang sangat dicintainya melebihi apapun di dunia ini. Mushhaf Al-Qur’an yang tidak pernah terlepas dari genggamanya ikut menemani saat-saat terakhir. Allah telah memelihara hati yang suci itu dengan Al-Qur’an yang selalu dibawa dan dibaca oleh Nabil. Ia ridho terhadap apa yang terjadi. Ia dapat beristirahat dengan tenang menuju peristirahatan panjang.
Sebelum pergi, ia sempat bertemu dengan ibunya yang sangat dicintainya. Dengan senyum menghiasi bibirnya, ia berusaha menenangkan hati ibunya yang selama ini mencintai dan mengasishinya. Dengan berlinangan air mata, ibunya melihat Nabil berbaring tak berdaya di atas tempat tidur dan menciuminya. Ibunya bertanya, “Apakah ada yang sakit wahai anakku?” Nabil menjawab, “Tenanglah wahai ibuku, tidak ada yang sakit sedikitpun, namun.., apakah ibu ridho padaku saat ini ….??.
Dengan hati terkoyak melihat keadaan anaknya, sambil mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengucur deras dari kedua matanya yang mulia, ibunya berkata, “Tentu wahai anakku …. Allah saja ridlo padamu, jika Tuhanku ridlo maka hatikupun tentu akan sangat ridlo. Nabil minta ibunya untuk menyampaikan salam pada saudara-saudaranya yang tak dapat menyaksikan Nabil karena dihalangi pasuka keamanan yang menjaga sekeliling rumah sakit untuk memeriksa kejadian sebenarnya.
Beberapa saat kemudian pasukan keamanan masuk memaksa ibunda Nabil meninggalkan anaknya yang sedang membaca ayat-ayat Allah. Sedetik kemudian anaknya menutup mata untuk terakhir kalinya, walau bibirnya masih nampak bergerak-gerak mengucap dzikir pada Allah.
Dengan langkah gontai ibunya keluar dari ruangan tersebut, namun kini hatinya dipenuhi dengan kesabaran dan ketenangan, walau air matanya tak henti berurai paling tidak untuk saat ini. (pi/asy)
Basyari Wahsyi
[ 04/06/2007 - 01:28 ]
Baru kemarin, Bisyri Al-Wahsy mendapat penghargaan dari sekolah menengah Al-Zahra, karena kesungguhan dan ketekunan belajarnya. Hari berikutnya ia mendapatkan penghargaan dari langit dengan diangkat ruhnya menemui sang Khaliq Azizil Muqtadir. Maka ia telah pindah dari orang-orang yang unggul di dunia menuju orang-orang yang kekal di akhirat dalam rahmat.
Sekolah khusus perempuan Al-Zahra baru saja memberikan penghargaan pada siswi Basyari sebagai bintang pelajar di sekolahnya. Ia mendapatkan penghargaan sebagai siswi teladan pada pesta akhir tahun ajaran yang dipercepat karena Basyari bersama teman-teman yang lainya akan menghadapi ulangan umum. Maka diadakanlah pesta kenaikan kelas bagi murid-murid menengah umum yang dihadiri oleh murid-murid menengah umum.
Pada hari ini, mereka juga berkumpul di rumah Basyari, bukan untuk mengadakan pesta akhir tahun, namun untuk mengucapkan salam perpisahan bagi Basyari yang sebentar lagi akan menemui Khaliqnya. Perpisahan ini diirngi oleh isak tangis dan pandangan sedih para gurunya. Sebagaimana manusia biasa dan sebagai perempuan lain, guru-gurunya pun tak mampu menahan derasnya air mata yang jatuh mengiringi kepergian siswi teladan di sekolahnya. Hari ini, basyari menjadi pembicaraan orang banyak, hari ini, semua orang mengenangnya. Kepergian yang secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.
Ibunda Basyari yang duduk di tengah puluhan ibu-ibu lainya, tak kuasa menahan kesediihan mengenang anaknya tercinta. Ia masih mengucapkan kata-kata terakhir yang dikatakan anaknya, ketika ia mendengar suara tembakan Israel. Ibunda Basyari melepas anaknya dengan guyuran air mata yang tak pernah kering sejak anaknya tertembak oleh peluru Israel.
Ketika serdadu Israel menyerang rumahnya, ia memaksa anaknya agar cepat-cepat keluar dari rumahnya. Ketika ia mendengar suara tembakan Israel ia berteriak pada anaknya agar menjauhi suara tembakan tersebut. Akan tetapi ia tidak menjawabnya. Tatkala serdadu Israel menyuruh ia keluar bersama anaknya yang kedua Sakinah ia mendapatkan Basyari telah keluar duluan dan terkapar berlumuran darah. Ia berusaha meminta serdadu Israel agar bisa mendekati anaknya. Akan tetapi serdadu tersebut menolaknya. Dan ketika ia pulang ke rumah ternyata ia anak tercintanya sudah meninggal.
Adapun sakinah adiknya masih memegang buku kakaknya yang masih berlumuran darah. Buku tersebut adalah yang dipegang kakaknya ketika ia melihat apa yang terjadi di luar dan tertembus peluru bersama tubuhnya yang suci.
Adapun Sakinah, adik Basyari setelah rasa sedihnya hilang dan begadang samalaman. Ia mulai bisa melupkan kesedihanya dan bisa bercakap-cakap dengan semua orang, menceritakan kejadian lengkapnya.
Sementara itu, rumah Naji Wahsyi, ayahanda Basyari dipenuhi siswi-siswi menangah dan ratusan ibu-ibu yang berkumpul sejak mendengar Basyari tertembak oleh pasukan Israel.
Hari ini, semua menangis, hari ini adalah hari wanita, hari kesedihan wanita, hari pengorbanan seorang wanita yang disaksikan oleh para wanita. Sepanjang pemandangan dipenuhi wanita. Semuanya mencucurkan air mata. Memang benar sejumlah ibu-ibu berusaha menenangkan dan menghibur ibunda Basyari agar tidak terus menerus menangis, namun mereka sendiri tak kuasa menahan genangan air mata yang terus menerus memaksa ingin keluar dari kelopok matanya masing-masing. Semuanya tak kuasa menahan tangis. Tetapi semuanya bero’a semoga Allah menerima arwah Basyari di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabatan dan ketabahan, hasbunallah wani’mal wakil…… selamat jalan Basyari… (pic/asy)
Senin, 12 Januari 2009
Kamis, 08 Januari 2009
palestina cry

Hari ini, Jumat 19 Desember 2008, kami berkumpul bersama di sini berkaitan dengan:
1.Kekejaman brutal rezim Zionis Israel terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza melalui penerapan blokade atas wilayah tersebut sejak pertengahan Juni 2007, yang sejauh ini telah mengakibatkan kematian ratusan pasien; penderitaan 75 persen anak-anak Palestina karena kekurangan gizi dan kelaparan; kehancuran ekonomi rakyat; dan terhalangnya bantuan-bantuan kemanusiaan untuk dapat memasuki Jalur Gaza.
2.Pernyataan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 9 Desember 2008 bahwa kebijakan-kebijakan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan blokade atas Jalur Gaza sebagai “KEJAHATAN ATAS KEMANUSIAAN” yang pantas diinvestigasi oleh Mahkamah Pidana Internasional (the International Criminal Court).
3.Kolusi internasional dan bungkamnya para pemimpin Arab terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa orang-orang tidak berdosa tersebut dan penderitaan manusia yang sangat parah ini.
Dengan demikian, hari ini adalah hari untuk memulai aksi demi mengakhiri semua kekejaman tersebut, dan untuk berbicara secara lantang dan penuh tekad bahwa kami:
1.Menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk membuka perbatasan Rafah secara permanen karena penutupan perbatasan itu akan semakin memperparah penderitaan rakyat Palestina dan sama dengan dukungan Mesir bagi kejahatan-kejahatan Israel sehingga membuat Mesir harus bertanggung jawab atas segala penderitaan yang terjadi di Jalur Gaza;
2.Mendesak pemerintah Mesir untuk mengizinkan masuk pekerja-pekerja bantuan Internasional dan para aktivis serta pelapor khusus hak asasi manusia internasional ke Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah;
3.Mendesak pemerintah Mesir untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim Zionis Israel, serta memperingatkan negara-negara Arab lainnya untuk tidak pernah mencoba membangun hubungan apa pun dengan rezim apartheid yang kejam itu; dan
4.Menyerukan kepada masyarakat Internasional untuk menyeret pemimpin-pemimpin Amerika Serikat dan Israel yang terlibat dalam setiap kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza ke hadapan Mahkamah Pidana Internasional untuk diadili.
Jakarta, 19 Desember 2008
VOICE OF PALESTINE
SMIQ (Solidaritas Muslimin Indonesia untuk al-Quds)
ISRAEL PEMBANTAI
Pesawat tempur Zionis Israel, Rabu (07/01), menghancurkan puluhan rumah warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir. Ribuan warga yang rumahnya dibombardir Israel terlantar.
Para saksi mata mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara secara massif ke rumah-rumah warga yang ada di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir. Puluhan rumah hancur dan ribuan warga yang kehilangan rumah dan di sekitarnya eksodos khawatir terkena serangan.
Mereka ditampung di sejumlah pusat penampungan milik lembaga internasional. Sementara itu ada kekhawatiran yang meningkat pusat-pusat penampungan tersebut menjadi target bombardemen Israel sebagaimana yang terjadi pada 3 sekolah milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA" (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), Selasa (06/01), yang menampung warga Palestina yang meninggalkan rumah-rumah mereka yang sudah hancur.
Disebutkan bahwa setelah pukul 4 sore, Rabu (07/01), kemarin, pesawat tempur Israel melanjutkan serangan udaranya ke Jalur Gaza, setelah menghentikan serangan selama 3 jam, dengan dalih untuk memasukan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Pesawat-pesawat helicopter Israel melepaskan sejumlah rudal ke berbagai lokasi di Jalur Gaza.
Sumber-sumber Palestina mengatakan pesawat tempur Israel menembakkan lebih dari satu rudal ke daerah kosong di kamp pengungsi Nusairat, wilayah tengah Jalur Gaza. Pesawat tempur Israel juga menembakkan ruda ke rumah-rumah warga Palestina di kampung Syabura di Rafah. (seto)
Gerakan Perlawanan Islam Hamas menganggap pengumuman penjajah Israel menghentikan serangan di sebagian wilayah Jalur Gaza hanya selama 3 jam, adalah langkah bodoh. Tujuannya adalah untuk menutupi kejahatan biadab yang dilakukan dan masih terus dilakukan terhadap warga sipil.
Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal, dalam pernyataan pers, Rabu (07/01), mengatakan, “Ini adalah langkah bodoh. Karena tiga jam tidak cukup untuk gerak manusia bila tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada warga di Gaza membeli kebutuhan mereka. Meski kondisi di Jalur Gaza dalam suasana yang sangat tragis.”
Dia menambahkan, “Yang jelas tigas jam ini tidak lain untuk menutupi kejahatan penjajah. Ketika mereka melakukan gempuran terhadap gedung Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA”, yang menjadi tempat bernaung warga sipil karena mereka tidak mendapatkan tempat lain yang aman di rumah-rumah mereka. Mereka pergi bernaung di sekolah-sekolah UNRWA, namun ternyata pasukan Israel menggempurnya. Kami melihat jumlah korban meninggal dan terluka mencapai ratusan. Di sana lebih dari seratus syahid (gugur) dalam sehari.”
Nazal menegaskan, “Sama sekali tidak ada keselarasan antara kebiadban dan kejahatan ini dengan upaya pasukan Zionis Israel menunjukan dirinya seakan-akan memberikan kesempatan 3 jam kepada orang-orang Palestina. Bila penjajah ingin memberikan gencatan kemanusiaan maka harus dilakukan selama beberapa hari, bukan hanya 3 jam.”
Petinggi Hamas ini menilai langkah Israel ini hanyalah untuk menarik perhatian internasional, regional, Arab dan rakyat Palestina setelah menggempur sekolah-sekolah yang menjadi tempat aman bagi para pengungsi dan kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak dan kaum wanita. (seto)
Sayap militer gerakan Hamas, Brigade al Qassam menyatakan Rabu (07/01) pagi tadi berhasil menggempur pasukan Israel di bekalang pasar mobil di kampong Zaitun dan meledakan bom pada tank “Merkava 4” milik Israel dan sekelompok pasukan Israel. Al Qassam menegaskan terjadi korban tewas dan terluka di barisan pasukan Israel.
Sumber di al Qassam mengatakan, sekelompok pejuang al Qassam berhasil membidik pasukan khusus Israel yang sedang berjalan di sekitar pasar mobil. Para pejuang al Qassam berhasil menyusup dan sampai ke pasukan tersebut.
Dalam pernyataan militernya, sumber al Qassam ini menambahkan, para pejuang al Qassam berhasil meledakan bom jenis “Shawaz 4” pada tank Israel jenis “Merkava 4”. Tank jenis ini merupakan kebanggaan bagi militer Israel dan memiliki perlindungan paling canggih di dunia. Tank ini berhasil dihancurkan total dalam serangan ini. Para pejuang al Qassam juga meledakan bom lain pada patroli militer di daerah yang sama. Sementara bom yang ketika pada pasukan jalan kaki.
Sumber ini melanjutkan bahwa setelah peledakan bom-bom tersebut para pejuang perlawanan melepaskan berondongan tembakan senjara otomatis dan roket R.P.G ke arah pasukan Israel sebelum mundur dari lokasi dan kembali ke pangkalan dengan selamat. Para pejuang mamastikan terjadi korban tewas dan luka di pihak militer Israel.
Para saksi mata mengatakan mereka mendengar suara ledakan yang ditimbulkan oleh bom-bom tersebut dan menyaksikan asap putih mengepul dari tank Israel yang disusul dengan kepulan asap hitam. Mereka mengatakan itu membuktikan bahwa kebakaran telah melahap tank tersebut. Setelah itu disusul serangan tembakan secara massif. Pesawat tempur Israel segera masuk ke kawasan dan melepaskan tembakan penyisiran.
Sejak kemarin malam hingga Rabu pagi tadi terus berlangsung kontak senjata antara pejuang perlawanan Palestina dengan pasukan penjajah Israel yang berkonsentrasi di sejumlah sudut Jalur Gaza.
Perlawanan Palestina juga terus melancarkan tembakan roket kea rah kota-kota dan perlawanan Israel. Sejumlah sumber Israel mengakui sejumlah roket jatuh di wilayahnya. (seto)
Jumlah korban dalam peristiwa serangan Israel ke sejumlah rumah warga sipil dan tiga sekolah milik PBB meningkat. Ratusan warga Palestina dibombardir Israel setelah mereka mencari perlindungan dari rumah-rumah sehingga total korban sehari sebanyak 135 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
Sejumlah keluarga Palestina dibombardir Israel di Jalur Gaza ketika pesawat-pesawat Israel menyerang sejumlah sekolah milik badan bantuan PBB untuk pengungsi (UNRWA) yang digunakan oleh warga sebagai tempat perlindungan akibat aksi brutal Israel yang menyerang rumah-rumah mereka di sebelah timur Jabalia, utara Jalur Gaza.
Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah korban meninggal setelah sekolah Fakhura miliki UNRWA digempur di sebelah timur Jabalia meningkat menjadi 45 orang dan lebih dari 50 luka-luka. Sementara lima korban lainnya meninggal dalam serangan di dua sekolah lainnya yang juga milik UNWRA pada Selasa siang kemarin.
Ketua biro delegasi umum UNWRA Adnan Abu Hasanah menegaskan sebelumnya dalam pernyataan persnya bahwa Israel sudah diberi tahu oleh pihak PBB soal tempat sekolah-sekolah yang dijadikan perlindungan sejumlah keluarga Palestina yang meninggalkan rumah mereka yang dibom Israel melalui pesawat tempur. Bendera UNWRA dikibarkan di atas sekolah itu. Namun Israel tetap menyerangnya.
Sumber medis Palestina dan saksi mata menegaskan bahwa ada 12 jenazah gugur dari satu keluarga, tujuh di antaranya gugur dalam serangan ke sejumlah rumah pada Selasa pagi di perkampungan Zaitun sebelah timur kota Gaza. Satu keluarga itu adalah keluarga Al-deyah ketika rumah-rumah mereka dengan empat lantai dibom Israel di perkampungan Zaitun. Sumber saksi mata menegaskan bahwa sejumlah jasad korban hingga kini masih berada di reruntuhan bangunan dan kondisi para korban tercabik-cabik oleh senjata organik Israel.
Sumber menambahkan bahwa tujuh dari korban adalah anak-anak yang usianya antara setahun hingga 12 tahun serta tiga wanita. Kondisi jasad korban tercabik-cabik. Sementara sumber menegaskan baha tim evakuasi medis mengevakuasi Selasa kemarin 23 orang yang ditemukan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel. Di antaranya gedung keamanan di Gaza yang berada dalam keadaan gelap gulita. Mereka menyebut serangan ini paling dahsyat semenjak Israel melakukan serangan selama 10 hari terakhir.
Para aktifis HAM Palestina dan tim medisnya menuding militer Israel menggunakan roket-roket dan rudal yang dilarang oleh kesepakatan dunia internasional dalam operasi militernya. Sehingga kebanyakan kondisi korban tubuhnya terbakar. (bn-bsyr)
Anak-anak kecil dan bayi adalah hal yang membuat dunia menjadi begitu bersih dan udara menjadi sejuk untuk dihirup. Mereka memberi arti pada sosok ibu di rumah dan membuat langkah ayah menjadi tegap menuju tempat kerja. Tangisan, tawa, teriakan, dan celotehan mereka adalah anugerah yang tak ada bandingannya.
Dalam waktu sebelas hari, Israel dengan telengas sudah mengubah fitrah anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Anak-anak dan bayi kehilangan makna, dan dilanda ketakutan amat sangat—itu karena, satu persatu, dalam jangka waktu yang demikian cepat, mereka kehilangan ayah dan ibunya. Lebih memilukan lagi, mereka pun kehilangan nafasnya yang terakhir.
Dalam sejarah peperangan, Islam tak pernah menorehkan catatan jika ada orang tua, perempuan dan anak-anak tersakiti setiap kali tentara Islam maju ke pertempuran. Israel tak mengenal itu. Anak-anak Palestina tetap menjadi sasaran rudal dan peluru mereka…
Ia yang pergi adalah tabungan kelak di akhirat. Tapi Yahudi Israel adalah penjahat kakap di dunia yang tak punya hati dan rasa.
Sebelum kafan menutupimu, wajahmu adalah semangat bagi kami.
Luka di pelipisnya dan hidungnya yang robek akan hilang sakitnya. Tapi ingatan terhadap biadabnya Yahudi akan terus ada sepanjang masa.
Dalam usianya yang masih sangat belia, ia telah menyaksikan begitu banyak darah, luka, kematian dan kehilangan.
Bocah ini kehilangan sebelah muka dan satu telinganya.
Ia sendirian di antara gedung yang akan roboh, sementara dentuman bom menakutkannya. Tak ada ayah atau ibu...
Dengan apa kami ceritakan semua yang kini terjadi pada bumi Palestina? Satu yang pasti, ini semua karena Yahudi durjana.
Para bocah Gaza yang selamat mengiringi prosesi kematian seorang adik kecil temannya.
Di tengah dentuman bom, di antara mesiu dan roket, kami tetap tersenyum untuk tetap terus mengibarkan Palestina dan membela Islam. Kami tak akan pernah menyerah! (eramuslim/din)
“Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”
Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.
Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”
Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”
Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”
Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kotaGaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.
Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.
Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”
Para Dokter Menangis
Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangir karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”
Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”
Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.
Korban Terus Bertambah
Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Zeyad Abid Mashokhi
Di tengah peristiwa dan bencana besar yang sedang berlangsung di Jalur Gaza patut kita berhenti sejenak untuk memikirkan sejumlah hakikat penting:
1. Allah sudah berjanji – dan tidak ada yang paling benar janjinya kecuali Dia – dan Rasul-Nya yang dipercaya bahwa umat Islam akan menang dan diberi kekuasaan. Islam akan menjadi pemenang di seluruh tempat. Namun untuk Palestina, Allah dan Rasul-Nya memiliki janji khusus. Beliau bersabda, “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi dan pohon-pohon dan batu-batu berkata: wahai Muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia. Kecuali gorqod karena ia pohon Yahudi,” (HR. Bukhari).
2. Konpirasi terhadap Palestina bukan hasil konflik hari ini. Ia adalah perang panjang yang diusung oleh manusia yang paling benci yang didukung oleh pihak-pihak dari luar dan dalam negeri. Konspirasi terhadap Palestina dari sisi media massa, militer dan politik sangat besar hingga akan menghilangkan gunung. Namun demikian kami menilai kekuatan adalah milik kebangkitan Islam dan para mujahidin dimana para pencintanya atau pembelanya tidak mampu menafsirkan kekuatan itu. Mereka tidak mampu menafsirkan kesabaran dan keteguhan pejuang Palestina dalam menghancurkan konspirasi itu. Karena tidak ada tafsir kecuali hadits Rasulullah, “Segolongan dari umatku akan terus berada dalam kebenaran, mereka akan terus berjuang melawan orang yang memusuhi mereka. Mereka seperti bejana makanan di antara para penyantapnya sampai Allah memutuskan (kemenangan bagi mereka) sementara mereka dalam kondisi seperti itu.” ‘Wahai Rasululah ; dimana mereka?’ “Mereka di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad).
3. Kami menyadari bahwa bahwa musuh Zionis tidak hanya mentargetkan Hamas atau rakyat Palestina saja, namun ketamakan mereka mencakup seluruh Negara-negara Arab. Lihat saja, mata uang resmi mereka yang beredar di bank-bank internasional yang dicetak dengan gambar “Israel Raya”. Israel Raya yang mencakup Palestina, Mesir hingga Nil, Irak hingga Effrat, Jordania, Libanon, Suriah, Kuwait, dan wilayah bagian utara Arab Saudi hingga Khaibar. Dari sisi akidah, Allah berfirman, “Sungguh kalian akan dapatkan manusia yang paling memusuhi umat Islam adalah Yahudi dan orang-orang musyrik,” Pemandangan para syuhada menjelang ajal ketika dibombardir oleh Israel bertakbir dan mengacungkan telunjuk dengan bersyahadat “أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله” menunjukkan tarbiyah (pola pendidikan) para pejuang itu. Hal itu juga menunjukkan hakikat peperangan ini. Di sisi lain, penghancuran dan serangan terhadap masjid-masjid serta penistaan terhadap Rasulullah saw menunjukkan hakikat, dimensi, dan tujuan-tujuan ini.
4. Yahudi dan zionis dahulu memiliki kemampuan menciptakan awal mula peristiwa dan kemampuan mengakirinya. Namun hari ini, meski masih memiliki kemampu memulai namun tidak berdaya menentukan akhir peristiwa itu. Bahkan mereka tidak mampu menanggung ekses dari peristiwa itu.
“كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ”
5. Kelompok yang ikut dalam konspirasi bersama Israel di Tepi Barat atau di tempat lain, yang menyebut roket perlawanan sebagai sia-sia, menyebut kapal pemecah blockade sebagai permaian murahan, tidak lagi memiliki alasan untuk menutupi kejahatan mereka lagi. Apa yang diungkapkan oleh Ustad Nazzal dalam program “bilaa huduud” bahwa bahaya mereka bukan saja bagi rakyat Palestina tapi bagi seluruh bangsa Arab. Kini Fatah hanya bagian dari problem bukan bagian dari solusi.
6. Tidak bisa kita sebut Fatah secara keseluruhan adalah agen penjajah Israel atau kita melupakan perjuangan para pahlawannnya. Namun tidak mungkin kita menyamakan Hamas dan Fatah dengan persamaan yang persis. Sungguh berbeda antara yang memperjuangankan agama Allah dengan yang mengolok-oloknya. Tidak sama proyek Islami dengan proyek sekularisme. Tidak sama warna khomer dan baunya dengan warna dan bau darah syuhada.
7. Kejahatan Israel kali ini tidak perlu pembenaran. Pembantaian kali bukan membalas roket-roket perlawanan Palestina. Serangan kali ini hanya kompensasi di depan bagi pemilu Israel. Siapapun orangnya yang pernah menyatakan atau menulis artikel atau yang menggabar karikatur yang isinya membiarkan para pejuang Palestina, maka ia bertangungjawab di depan Allah Yang Maha Perkasa Raja Langit dan Bumi.
8. Kami serukan kepada semua pihak untuk ikut serta dalam membela dan menolong saudara-saudara kami di Palestina. Satu orang yang memiliki tekad dan cita-cita untuk membela Palestina maka ia tidak akan kehilangan wasilah untuk ke sana. Kami berdoa untuk keluarga kami di Syam, tempat hijrah Ibrahim alaihissalam dan meminta kepada Allah agar menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka sebagaimana bagi Ibrahim.
“قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ”
9. Keluarga kami akan dikubur di bawah tanah Palestina karena dijajah oleh musuh mereka… apa yang kita lakukan? Sungguh kami tidak khawatir terhadap mereka tidak khawatir terhadap tempat isra Rasulullah saw. Namun kami khawatir terhadap diri kita sendiri jika membiarkan mereka sehingga kita akan ditimpa apa yang diperingatkan oleh Rasulullah saw.
مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه" أخرجه أبو داود، والإمام أحمد في مسنده.
“Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” (Abu Daud dan Imam Ahmad). (bn-bsyr)
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus membombardir Jalur Gaza. Rudal-rudalIsrael menghancurkan rumah-rumah warga yang terisolir. Hingga, Sabtu (03/12) pagi, lebih dari 437 Palestina gugur dan 2300 terluka, 400 lainnya dalam kondisi sangat kritis.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain mengatakan jumlah korban meninggal anak-anak mencalai lebih 70 anak dan jumlah kaum wanita yang meninggal mencapai lebih dari 34 jiwa. Selebihnya adalah warga sipil. Dia menyatakan bahwa kondisi di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza sangat buruk.
Selama Jum’at (02/01), sebanyak 12 orang Palestina gugur di antaranya adalah 6 bocah dan seorag wanita dalam rangkaian bombardemen yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Zionis Israel.
Pembantaian paling biadab terjadi pada hari Kamis (01/01). Rudal-rudalIsrael menggempur rumah pemimpin Hamas Dr Nazar Rayyan di Jabaliya, wilayah utara Jalur Gaza, yang merupakan daerah pada penduduk. Sebanyak 16 anggota keluarga gugur, termasuk 4 istri Rayyan dan 9 anaknya laki-laki dan perempuan.
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus melancarkan serangan secara massif ke Jalur Gaza. Mereka focus pada wilayah-wilayah perbatasan di Beit Hanun, kampung at Tufah, dan Jabaliya timur laut Jalur Gaza. Hal ini dilakukan Israel sebagai persiapan untuk melancarkan serangan militer darat ke Jalur Gaza.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
umlah korban terus meningkat dalam serangan berkelanjutan yang dilakukan militer Zionis Israel. Memasuki hari ke-12, Rabu (07/01), jumlah korban meninggal mencapai l700 syuhada dan lebih 3100 lainnya luka-luka, separohnya adalah wanita dan anak-anak.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain, mengatakan bahwa jumlah korban meninggal sesuai data yang masuk mencapai 700 syuhada, separohnya wanita dan anak-anak. Jumlah korban luka juga meningkat mencapai lebih 3100 orang, sekitar 450 di antaranya dalam kondisi sangat kritis. Jumlah korban meninggal dari anak-anak mencapai 230 dan dari kalangan wanita mencapai 100.
Israel memfokuskan serangan udara, darat dan laut ke rumah-rumah warga sipil Palestina dan sekolah-sekolah milik PBB yang menampung ratusan orang Palestina yang lari meninggalkan rumah-rumah mereka yang hancur akibat bombardemen Israel. Dalam sehari kemarin saja, lebih dari 135 warga Palestina gugur.
Pasukan militer Zionis Israel meningkatkan aksi pembantaiannya terhadap warga sipil Palestina setelah gagal menundukkan perlawanan dan mengalami kerugian dalam melancarkan agresi di timur dan utara Jalur Gaza.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel.
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Para saksi mata mengatakan pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara secara massif ke rumah-rumah warga yang ada di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir. Puluhan rumah hancur dan ribuan warga yang kehilangan rumah dan di sekitarnya eksodos khawatir terkena serangan.
Mereka ditampung di sejumlah pusat penampungan milik lembaga internasional. Sementara itu ada kekhawatiran yang meningkat pusat-pusat penampungan tersebut menjadi target bombardemen Israel sebagaimana yang terjadi pada 3 sekolah milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA" (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East), Selasa (06/01), yang menampung warga Palestina yang meninggalkan rumah-rumah mereka yang sudah hancur.
Disebutkan bahwa setelah pukul 4 sore, Rabu (07/01), kemarin, pesawat tempur Israel melanjutkan serangan udaranya ke Jalur Gaza, setelah menghentikan serangan selama 3 jam, dengan dalih untuk memasukan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Pesawat-pesawat helicopter Israel melepaskan sejumlah rudal ke berbagai lokasi di Jalur Gaza.
Sumber-sumber Palestina mengatakan pesawat tempur Israel menembakkan lebih dari satu rudal ke daerah kosong di kamp pengungsi Nusairat, wilayah tengah Jalur Gaza. Pesawat tempur Israel juga menembakkan ruda ke rumah-rumah warga Palestina di kampung Syabura di Rafah. (seto)
Gerakan Perlawanan Islam Hamas menganggap pengumuman penjajah Israel menghentikan serangan di sebagian wilayah Jalur Gaza hanya selama 3 jam, adalah langkah bodoh. Tujuannya adalah untuk menutupi kejahatan biadab yang dilakukan dan masih terus dilakukan terhadap warga sipil.
Anggota Biro Politik Hamas, Muhammad Nazal, dalam pernyataan pers, Rabu (07/01), mengatakan, “Ini adalah langkah bodoh. Karena tiga jam tidak cukup untuk gerak manusia bila tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada warga di Gaza membeli kebutuhan mereka. Meski kondisi di Jalur Gaza dalam suasana yang sangat tragis.”
Dia menambahkan, “Yang jelas tigas jam ini tidak lain untuk menutupi kejahatan penjajah. Ketika mereka melakukan gempuran terhadap gedung Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA”, yang menjadi tempat bernaung warga sipil karena mereka tidak mendapatkan tempat lain yang aman di rumah-rumah mereka. Mereka pergi bernaung di sekolah-sekolah UNRWA, namun ternyata pasukan Israel menggempurnya. Kami melihat jumlah korban meninggal dan terluka mencapai ratusan. Di sana lebih dari seratus syahid (gugur) dalam sehari.”
Nazal menegaskan, “Sama sekali tidak ada keselarasan antara kebiadban dan kejahatan ini dengan upaya pasukan Zionis Israel menunjukan dirinya seakan-akan memberikan kesempatan 3 jam kepada orang-orang Palestina. Bila penjajah ingin memberikan gencatan kemanusiaan maka harus dilakukan selama beberapa hari, bukan hanya 3 jam.”
Petinggi Hamas ini menilai langkah Israel ini hanyalah untuk menarik perhatian internasional, regional, Arab dan rakyat Palestina setelah menggempur sekolah-sekolah yang menjadi tempat aman bagi para pengungsi dan kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak dan kaum wanita. (seto)
Sayap militer gerakan Hamas, Brigade al Qassam menyatakan Rabu (07/01) pagi tadi berhasil menggempur pasukan Israel di bekalang pasar mobil di kampong Zaitun dan meledakan bom pada tank “Merkava 4” milik Israel dan sekelompok pasukan Israel. Al Qassam menegaskan terjadi korban tewas dan terluka di barisan pasukan Israel.
Sumber di al Qassam mengatakan, sekelompok pejuang al Qassam berhasil membidik pasukan khusus Israel yang sedang berjalan di sekitar pasar mobil. Para pejuang al Qassam berhasil menyusup dan sampai ke pasukan tersebut.
Dalam pernyataan militernya, sumber al Qassam ini menambahkan, para pejuang al Qassam berhasil meledakan bom jenis “Shawaz 4” pada tank Israel jenis “Merkava 4”. Tank jenis ini merupakan kebanggaan bagi militer Israel dan memiliki perlindungan paling canggih di dunia. Tank ini berhasil dihancurkan total dalam serangan ini. Para pejuang al Qassam juga meledakan bom lain pada patroli militer di daerah yang sama. Sementara bom yang ketika pada pasukan jalan kaki.
Sumber ini melanjutkan bahwa setelah peledakan bom-bom tersebut para pejuang perlawanan melepaskan berondongan tembakan senjara otomatis dan roket R.P.G ke arah pasukan Israel sebelum mundur dari lokasi dan kembali ke pangkalan dengan selamat. Para pejuang mamastikan terjadi korban tewas dan luka di pihak militer Israel.
Para saksi mata mengatakan mereka mendengar suara ledakan yang ditimbulkan oleh bom-bom tersebut dan menyaksikan asap putih mengepul dari tank Israel yang disusul dengan kepulan asap hitam. Mereka mengatakan itu membuktikan bahwa kebakaran telah melahap tank tersebut. Setelah itu disusul serangan tembakan secara massif. Pesawat tempur Israel segera masuk ke kawasan dan melepaskan tembakan penyisiran.
Sejak kemarin malam hingga Rabu pagi tadi terus berlangsung kontak senjata antara pejuang perlawanan Palestina dengan pasukan penjajah Israel yang berkonsentrasi di sejumlah sudut Jalur Gaza.
Perlawanan Palestina juga terus melancarkan tembakan roket kea rah kota-kota dan perlawanan Israel. Sejumlah sumber Israel mengakui sejumlah roket jatuh di wilayahnya. (seto)
Jumlah korban dalam peristiwa serangan Israel ke sejumlah rumah warga sipil dan tiga sekolah milik PBB meningkat. Ratusan warga Palestina dibombardir Israel setelah mereka mencari perlindungan dari rumah-rumah sehingga total korban sehari sebanyak 135 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
Sejumlah keluarga Palestina dibombardir Israel di Jalur Gaza ketika pesawat-pesawat Israel menyerang sejumlah sekolah milik badan bantuan PBB untuk pengungsi (UNRWA) yang digunakan oleh warga sebagai tempat perlindungan akibat aksi brutal Israel yang menyerang rumah-rumah mereka di sebelah timur Jabalia, utara Jalur Gaza.
Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah korban meninggal setelah sekolah Fakhura miliki UNRWA digempur di sebelah timur Jabalia meningkat menjadi 45 orang dan lebih dari 50 luka-luka. Sementara lima korban lainnya meninggal dalam serangan di dua sekolah lainnya yang juga milik UNWRA pada Selasa siang kemarin.
Ketua biro delegasi umum UNWRA Adnan Abu Hasanah menegaskan sebelumnya dalam pernyataan persnya bahwa Israel sudah diberi tahu oleh pihak PBB soal tempat sekolah-sekolah yang dijadikan perlindungan sejumlah keluarga Palestina yang meninggalkan rumah mereka yang dibom Israel melalui pesawat tempur. Bendera UNWRA dikibarkan di atas sekolah itu. Namun Israel tetap menyerangnya.
Sumber medis Palestina dan saksi mata menegaskan bahwa ada 12 jenazah gugur dari satu keluarga, tujuh di antaranya gugur dalam serangan ke sejumlah rumah pada Selasa pagi di perkampungan Zaitun sebelah timur kota Gaza. Satu keluarga itu adalah keluarga Al-deyah ketika rumah-rumah mereka dengan empat lantai dibom Israel di perkampungan Zaitun. Sumber saksi mata menegaskan bahwa sejumlah jasad korban hingga kini masih berada di reruntuhan bangunan dan kondisi para korban tercabik-cabik oleh senjata organik Israel.
Sumber menambahkan bahwa tujuh dari korban adalah anak-anak yang usianya antara setahun hingga 12 tahun serta tiga wanita. Kondisi jasad korban tercabik-cabik. Sementara sumber menegaskan baha tim evakuasi medis mengevakuasi Selasa kemarin 23 orang yang ditemukan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel. Di antaranya gedung keamanan di Gaza yang berada dalam keadaan gelap gulita. Mereka menyebut serangan ini paling dahsyat semenjak Israel melakukan serangan selama 10 hari terakhir.
Para aktifis HAM Palestina dan tim medisnya menuding militer Israel menggunakan roket-roket dan rudal yang dilarang oleh kesepakatan dunia internasional dalam operasi militernya. Sehingga kebanyakan kondisi korban tubuhnya terbakar. (bn-bsyr)
Anak-anak kecil dan bayi adalah hal yang membuat dunia menjadi begitu bersih dan udara menjadi sejuk untuk dihirup. Mereka memberi arti pada sosok ibu di rumah dan membuat langkah ayah menjadi tegap menuju tempat kerja. Tangisan, tawa, teriakan, dan celotehan mereka adalah anugerah yang tak ada bandingannya.
Dalam waktu sebelas hari, Israel dengan telengas sudah mengubah fitrah anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Anak-anak dan bayi kehilangan makna, dan dilanda ketakutan amat sangat—itu karena, satu persatu, dalam jangka waktu yang demikian cepat, mereka kehilangan ayah dan ibunya. Lebih memilukan lagi, mereka pun kehilangan nafasnya yang terakhir.
Dalam sejarah peperangan, Islam tak pernah menorehkan catatan jika ada orang tua, perempuan dan anak-anak tersakiti setiap kali tentara Islam maju ke pertempuran. Israel tak mengenal itu. Anak-anak Palestina tetap menjadi sasaran rudal dan peluru mereka…
Ia yang pergi adalah tabungan kelak di akhirat. Tapi Yahudi Israel adalah penjahat kakap di dunia yang tak punya hati dan rasa.
Sebelum kafan menutupimu, wajahmu adalah semangat bagi kami.
Luka di pelipisnya dan hidungnya yang robek akan hilang sakitnya. Tapi ingatan terhadap biadabnya Yahudi akan terus ada sepanjang masa.
Dalam usianya yang masih sangat belia, ia telah menyaksikan begitu banyak darah, luka, kematian dan kehilangan.
Bocah ini kehilangan sebelah muka dan satu telinganya.
Ia sendirian di antara gedung yang akan roboh, sementara dentuman bom menakutkannya. Tak ada ayah atau ibu...
Dengan apa kami ceritakan semua yang kini terjadi pada bumi Palestina? Satu yang pasti, ini semua karena Yahudi durjana.
Para bocah Gaza yang selamat mengiringi prosesi kematian seorang adik kecil temannya.
Di tengah dentuman bom, di antara mesiu dan roket, kami tetap tersenyum untuk tetap terus mengibarkan Palestina dan membela Islam. Kami tak akan pernah menyerah! (eramuslim/din)
“Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”
Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.
Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”
Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”
Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”
Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kotaGaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.
Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.
Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”
Para Dokter Menangis
Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangir karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”
Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”
Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.
Korban Terus Bertambah
Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Zeyad Abid Mashokhi
Di tengah peristiwa dan bencana besar yang sedang berlangsung di Jalur Gaza patut kita berhenti sejenak untuk memikirkan sejumlah hakikat penting:
1. Allah sudah berjanji – dan tidak ada yang paling benar janjinya kecuali Dia – dan Rasul-Nya yang dipercaya bahwa umat Islam akan menang dan diberi kekuasaan. Islam akan menjadi pemenang di seluruh tempat. Namun untuk Palestina, Allah dan Rasul-Nya memiliki janji khusus. Beliau bersabda, “Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi dan pohon-pohon dan batu-batu berkata: wahai Muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia. Kecuali gorqod karena ia pohon Yahudi,” (HR. Bukhari).
2. Konpirasi terhadap Palestina bukan hasil konflik hari ini. Ia adalah perang panjang yang diusung oleh manusia yang paling benci yang didukung oleh pihak-pihak dari luar dan dalam negeri. Konspirasi terhadap Palestina dari sisi media massa, militer dan politik sangat besar hingga akan menghilangkan gunung. Namun demikian kami menilai kekuatan adalah milik kebangkitan Islam dan para mujahidin dimana para pencintanya atau pembelanya tidak mampu menafsirkan kekuatan itu. Mereka tidak mampu menafsirkan kesabaran dan keteguhan pejuang Palestina dalam menghancurkan konspirasi itu. Karena tidak ada tafsir kecuali hadits Rasulullah, “Segolongan dari umatku akan terus berada dalam kebenaran, mereka akan terus berjuang melawan orang yang memusuhi mereka. Mereka seperti bejana makanan di antara para penyantapnya sampai Allah memutuskan (kemenangan bagi mereka) sementara mereka dalam kondisi seperti itu.” ‘Wahai Rasululah ; dimana mereka?’ “Mereka di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad).
3. Kami menyadari bahwa bahwa musuh Zionis tidak hanya mentargetkan Hamas atau rakyat Palestina saja, namun ketamakan mereka mencakup seluruh Negara-negara Arab. Lihat saja, mata uang resmi mereka yang beredar di bank-bank internasional yang dicetak dengan gambar “Israel Raya”. Israel Raya yang mencakup Palestina, Mesir hingga Nil, Irak hingga Effrat, Jordania, Libanon, Suriah, Kuwait, dan wilayah bagian utara Arab Saudi hingga Khaibar. Dari sisi akidah, Allah berfirman, “Sungguh kalian akan dapatkan manusia yang paling memusuhi umat Islam adalah Yahudi dan orang-orang musyrik,” Pemandangan para syuhada menjelang ajal ketika dibombardir oleh Israel bertakbir dan mengacungkan telunjuk dengan bersyahadat “أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله” menunjukkan tarbiyah (pola pendidikan) para pejuang itu. Hal itu juga menunjukkan hakikat peperangan ini. Di sisi lain, penghancuran dan serangan terhadap masjid-masjid serta penistaan terhadap Rasulullah saw menunjukkan hakikat, dimensi, dan tujuan-tujuan ini.
4. Yahudi dan zionis dahulu memiliki kemampuan menciptakan awal mula peristiwa dan kemampuan mengakirinya. Namun hari ini, meski masih memiliki kemampu memulai namun tidak berdaya menentukan akhir peristiwa itu. Bahkan mereka tidak mampu menanggung ekses dari peristiwa itu.
“كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ”
5. Kelompok yang ikut dalam konspirasi bersama Israel di Tepi Barat atau di tempat lain, yang menyebut roket perlawanan sebagai sia-sia, menyebut kapal pemecah blockade sebagai permaian murahan, tidak lagi memiliki alasan untuk menutupi kejahatan mereka lagi. Apa yang diungkapkan oleh Ustad Nazzal dalam program “bilaa huduud” bahwa bahaya mereka bukan saja bagi rakyat Palestina tapi bagi seluruh bangsa Arab. Kini Fatah hanya bagian dari problem bukan bagian dari solusi.
6. Tidak bisa kita sebut Fatah secara keseluruhan adalah agen penjajah Israel atau kita melupakan perjuangan para pahlawannnya. Namun tidak mungkin kita menyamakan Hamas dan Fatah dengan persamaan yang persis. Sungguh berbeda antara yang memperjuangankan agama Allah dengan yang mengolok-oloknya. Tidak sama proyek Islami dengan proyek sekularisme. Tidak sama warna khomer dan baunya dengan warna dan bau darah syuhada.
7. Kejahatan Israel kali ini tidak perlu pembenaran. Pembantaian kali bukan membalas roket-roket perlawanan Palestina. Serangan kali ini hanya kompensasi di depan bagi pemilu Israel. Siapapun orangnya yang pernah menyatakan atau menulis artikel atau yang menggabar karikatur yang isinya membiarkan para pejuang Palestina, maka ia bertangungjawab di depan Allah Yang Maha Perkasa Raja Langit dan Bumi.
8. Kami serukan kepada semua pihak untuk ikut serta dalam membela dan menolong saudara-saudara kami di Palestina. Satu orang yang memiliki tekad dan cita-cita untuk membela Palestina maka ia tidak akan kehilangan wasilah untuk ke sana. Kami berdoa untuk keluarga kami di Syam, tempat hijrah Ibrahim alaihissalam dan meminta kepada Allah agar menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka sebagaimana bagi Ibrahim.
“قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ”
9. Keluarga kami akan dikubur di bawah tanah Palestina karena dijajah oleh musuh mereka… apa yang kita lakukan? Sungguh kami tidak khawatir terhadap mereka tidak khawatir terhadap tempat isra Rasulullah saw. Namun kami khawatir terhadap diri kita sendiri jika membiarkan mereka sehingga kita akan ditimpa apa yang diperingatkan oleh Rasulullah saw.
مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه" أخرجه أبو داود، والإمام أحمد في مسنده.
“Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat dimana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” (Abu Daud dan Imam Ahmad). (bn-bsyr)
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus membombardir Jalur Gaza. Rudal-rudalIsrael menghancurkan rumah-rumah warga yang terisolir. Hingga, Sabtu (03/12) pagi, lebih dari 437 Palestina gugur dan 2300 terluka, 400 lainnya dalam kondisi sangat kritis.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain mengatakan jumlah korban meninggal anak-anak mencalai lebih 70 anak dan jumlah kaum wanita yang meninggal mencapai lebih dari 34 jiwa. Selebihnya adalah warga sipil. Dia menyatakan bahwa kondisi di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza sangat buruk.
Selama Jum’at (02/01), sebanyak 12 orang Palestina gugur di antaranya adalah 6 bocah dan seorag wanita dalam rangkaian bombardemen yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Zionis Israel.
Pembantaian paling biadab terjadi pada hari Kamis (01/01). Rudal-rudalIsrael menggempur rumah pemimpin Hamas Dr Nazar Rayyan di Jabaliya, wilayah utara Jalur Gaza, yang merupakan daerah pada penduduk. Sebanyak 16 anggota keluarga gugur, termasuk 4 istri Rayyan dan 9 anaknya laki-laki dan perempuan.
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus melancarkan serangan secara massif ke Jalur Gaza. Mereka focus pada wilayah-wilayah perbatasan di Beit Hanun, kampung at Tufah, dan Jabaliya timur laut Jalur Gaza. Hal ini dilakukan Israel sebagai persiapan untuk melancarkan serangan militer darat ke Jalur Gaza.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
umlah korban terus meningkat dalam serangan berkelanjutan yang dilakukan militer Zionis Israel. Memasuki hari ke-12, Rabu (07/01), jumlah korban meninggal mencapai l700 syuhada dan lebih 3100 lainnya luka-luka, separohnya adalah wanita dan anak-anak.
Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain, mengatakan bahwa jumlah korban meninggal sesuai data yang masuk mencapai 700 syuhada, separohnya wanita dan anak-anak. Jumlah korban luka juga meningkat mencapai lebih 3100 orang, sekitar 450 di antaranya dalam kondisi sangat kritis. Jumlah korban meninggal dari anak-anak mencapai 230 dan dari kalangan wanita mencapai 100.
Israel memfokuskan serangan udara, darat dan laut ke rumah-rumah warga sipil Palestina dan sekolah-sekolah milik PBB yang menampung ratusan orang Palestina yang lari meninggalkan rumah-rumah mereka yang hancur akibat bombardemen Israel. Dalam sehari kemarin saja, lebih dari 135 warga Palestina gugur.
Pasukan militer Zionis Israel meningkatkan aksi pembantaiannya terhadap warga sipil Palestina setelah gagal menundukkan perlawanan dan mengalami kerugian dalam melancarkan agresi di timur dan utara Jalur Gaza.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel.
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Selasa, 06 Januari 2009
POLITIK
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba�d.
GOLPUT
Kadangkala kita berpikir terlalu simpel dan sederhana dalam menilai sebuah permasalahan. Karena demokrasi dipandang sebagai bagian dari sistem kufur kemudian kita berlepas diri dari situasi dan realitas yang ada tanpa mau melakukan perubahan yang sitematis dan terarah. Bahkan, kadangkala tidak mau memahami cara berpikir orang lain yang dianggap batil, sesat, dan hanya pendapat kelompoknya sendiri yang benar.
Terkait dengan jawaban tentang golput sebelumnya, yang diharapkan adalah berpikir secara lebih cermat dan jernih. Yaitu bahwa dalam sebuah sistem pemilu, semata-mata tidak memilih pun sebenarnya bisa berdampak juga. Sehingga kita perlu sedikit lebih cerdas dalam menganalisa.
Sebagai ilustrasi, kalau kita punya dua pilihan yang keduanya tidak ada yang kita pilih karena karena dianggap sama-sama bermasalah, maka pastilah di antara keduanya ada yang tingkat masalahnya lebih parah. Misalnya calon A masalahnya lebih parah dari calon B. Sehingga kalau A terpilih, madharatnya bisa dipastikan lebih besar. Dan tentunya dengan memilih B yang masalahnya lebih ringan tentu akan lebih baik dengan prinsip �akhafu adh-dhararain�.
Bila calon A sampai menang padahal masalahnya lebih berat, maka kondisi �akhafu adh-dhararain� pastilah tidak terwujud. Dan ini pun masalah juga dan lebih parah. Padahal biar bagaimana pun presiden tetap pasti ada.
Maka pilihan untuk tidak memilih (golput) bila sampai menjadi salah satu faktor penyebab kemenangan pihak A yang masalahnya lebih besar, bukanlah pilihan yang terlalu bijak juga. Sebab secara tidak langsung, suara yang seharusnya diberikan kepada pihak B yang lebih ringan masalahnya akan hilang. Lalu bandulnya akan pindah ke pihak A yang sejak awal diyakini lebih berat masalahnya.
Dengan kata lain, bergolput pun tetap tidak lepas dari tanggung-jawab memenangkan pihak A yang masalahnya lebih berat. Ini tentu sebuah analisa semata yang berpandangan bahwa bergolput pun belum tentu terlepas dari tanggung jawab.
Kecuali bila dengan golput itu kita bisa membatalkan naiknya kedua calon yang tidak baik itu, baik A maupun B. Apalagi kalau bisa mendatangkan C yang jauh lebih baik dari keduanya, tentu golput dalam kondisi itu bisa punya nilai lebih. Sekali lagi ini hanyalah sebuah pemikiran dan analisa. Bisa benar dan bisa juga salah.
Di sisi lain, ketika kita menamakan atau masuk ke dalam sebuah sistem yang terlanjur disebut-sebut sebagai sistem demokrasi, sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa rakyat itu tuhan, seperti yang dipahami secara sempit dari kekuasaan di tangan rakyat. Yang dilakukan adalah mengatakan kepada lawan, �Kalau Anda mengatakan bahwa kekuasaan di tangan rakyat, oke dan boleh saja. Tapi ketahuilah bahwa rakyat itu menginginkan hukum Tuhan diterapkan di negeri ini�. .
Hasilnya akan jelas bahwa hukum Allah SWT akan berlaku dengan perantaraan diplomasi. Kira-kira hal tersebut senada dengan kisah pemuda Ashabul Ukhdud yang secara diplomatis rela memberikan kunci rahasia bagaimana caranya agar dirinya bisa dibunuh oleh penguasa. Syaratnya adalah bahwa raja dan semua rakyat harus mengucapkan syahadat ketika membunuhnya.
Jadi kita mengunakan logika lawan untuk bisa memenangkan argumentasi kita. Sama juga dengan diplomasi Nabi Ibrahim AS yang ketika ditanyakan kepadanya siapakah yang meruntuhkan tuhan-tuhan itu, Ibrahim menjawab dengan sangat diplomatis bahwa berhala yang paling besar itulah yang telah melakukannya. Diplomasi ini menohok lawan langsung tepat pada titik matinya. Sehingga mereka tercekat tak bisa menjawab kecuali dengan tangan besi.
Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". (QS.Al-Anbiya� : 62)
Dengan teknik yang mirip, kita mengatakan kepada lawan bahwa kita siap beradu kekuatan dengan cara lawan, yaitu dengan mengumpulkan sebanyak mungkin suara. Sebab kita yakin bahwa mayoritas penduduk negeri ini adalah muslimin, maka sudah barang tentu bila suara terbesar itu pastilah milik umat Islam. Sayangnya selama ini suara itu malah dimanfaatkan oleh partai sekuler untuk menegakkan sistem sekuler di negeri ini. Seandainya partai Islam yang komitmen dengan Islam mendapat dukungan luas dari umat Islam, insya Allah kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tidak seperti sekarang ini.
DEMONSTRASI
Demonstrasi sebagaimana yang disebutkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia mengandung dua makna. Pertama, pernyataan protes yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Kedua, peragaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau kelompok, misalnya demo masak, mendemonstrasikan pencak silat dll. Tapi barangkali pertanyaan yang dimaksud adalah demo dalam pengertian pertama, yang biasa disebut juga unjuk rasa.
Dalam wacana Islam demonstrasi disebut muzhoharoh, yaitu sebuah media dan sarana penyampaian gagasan atau ide-ide yang dianggap benar dan berupaya mensyiarkannya dalam bentuk pengerahan masa. Demonstrasi merupakan sebuah sarana atau alat sangat terkait dengan tujuan digunakannya sarana atau alat tersebut dan cara penggunaannya. Sebagaimana misalnya pisau, dapat digunakan untuk berjihad, tetapi dapat juga digunakan untuk mencuri.
Sehingga niat atau motivasi sangat menentukan hukum demonstrasi. Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya amal-amal itu terkait dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu mendapatkan keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka akan mendapatkannya, atau karena wanita maka ia akan menikahinnya. Maka hijrah itu sesuai dengan niatnya (Muttafaqun alaihi).
Demonstrasi dapat bernilai positif, dapat juga bernilai negatif. Demonstrasi dapat dijadikan komoditas politik yang berorientasi pada perolehan materi dan kekuasaan, dapat juga berupa sarana amar maruf nahi mungkar dan jihad. Dalam kaitannya sebagai sarana mar maruf nahi mungkar dan jihad, demonstrasi dapat digunakan untuk melakukan perubahan menuju suatu nilai dan sistem yang lebih baik. Allah SWT. berfirman:
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS At-Taubah 33 dan As-Shaaf 9)
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi (QS Al-Fath 28).
Dan jika kita merujuk pada Al-Quran, As-Sunnah, Siroh Rasul saw. dan Kaidah Fiqhiyah, maka kita dapatkan kaidah-kaidah secara umum tentang muzhoharoh.
1. Al Quran
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)( QS Al-Anfaal 60).
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS AT-Taubah 120-121)
2. Hadits Rasul saw
Seutama-utamanya jihad adalah perkataan yang benar terhadap penguasa yang zhalim (HR Ibnu Majah, Ahmad, At-Tabrani, Al-Baihaqi, An-Nasai dan Al-Baihaqi)
Barangsiapa melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatitnya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman (HR Muslim).
3. Sirah Rasul saw
Nabi saw. dengan para sahabatnya melakukan demonstrasi meneriakkan dan menyerukan tauhid dan kerasulan Muhammad saw. di jalan-jalan sambil menelusuri jalan Mekkah dengan tetap melakukan tabligh dakwah.
Rasulullan saw. dan para sahabatnya sambil melakukan Thawaf Qudum setelah peristiwa Hudaibiyah melakukan demo memperlihatkan kebenaran Islam dan kekuatan para pendukungnya (unjuk rasa dan unjuk kekuatan) dengan memperlihatkan pundak kanan ( idhthiba) sambil berlari-lari kecil. Bahkan beliau secara tegas mengatakaan saat itu: Kita tunjukkan kepada mereka (orang-orang zhalim) bahwa kita (pendukung kebenaran) adalah kuat (tidak dapat diremehkan dan dimain-mainkan).
4. Kaidah Fiqhiyah
Sesuatu hal yang tidak akan tercapai dan terlaksana kewajiban kecuali dengannya, maka hal tersebut menjadi wajib.
Sehingga dalam hal ini suatu tujuan yang akan ditempuh dengan mengharuskan menggunakan sarana, maka pemakaian sarana tersebut menjadi wajib. Dan demonstrasi adalah sarana yang sangat efektif dalam melaksanakan kewajiban amar maruf nahi mungkar, dakwah dan jihad.
Dengan demikian kami cenderung mengatakan bahwa demonstrasi sebagai sebuah sarana harus dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan dakwah, amar maruf nahi mungkar dan jihad demi meneggakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Memberantas kezhaliman dan kebatilan. Dan umat Islam harus mendukung setiap upaya kebaikan dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai Islam demi kejayaan Islam dan kemashlahatan umat.
UU THOGHUT
ada sejumlah hal yang perlu dipahami:
1. Berhukum dengan hukum Allah itu hukumnya wajib. Menyelenggarakan negara dengan dengan sistem Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah juga wajib. Dan hak untuk menentukan hukum dan undang-undang adalah kewenangan Allah SWT semata, bukan kewenangan manusia. Tidak ada yang menentang doktrin ini dari kalangan aktifs dakwah. Semua sepakat akan hal itu
2. Masalahnya adalah kondisi realitas umat Islam yang berada di dalam penjara dan penjajahan musuh. Kondisi ini nyaris memustahilkan umat Islam untuk memiliki negara sendiri dan tentunya pemerintahan sendiri dengan berdasarkan Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Ini adalah kondisi yang teramat tidak ideal akibat hilangnya khilafah Islam di muka bumi.
3. Karena itu, perlu ada upaya untuk membangun kembali khilafah atau daulah islam. Bagaimana caranya? Ada yang memilih sesuatu yang ideal yaitu ingin membangun khilafah secara sekaligus. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan ide ini. Hanya saja kenyataan di lapangan telah membuat kita tahu bahwa membangun khilafah itu tidak bisa diukur dengan usia seseorang. Sebab jangankan khilafah, sekedar sebuah kabupaten kecil yang bersyariat sekalipun tidak pernah terwujud. Dan umat Islam harus menunggu ratusan tahun untuk terwujudnya hal itu. Karena itu, yang harus dilakukan adalah adanya proses menuju ke arah tersebutsembari menuju ke arah sana dengan membina, mengkader, penyusun kekuatan, membangun struktur jaringan umat dan seterusnya, mereka juga mulai mengadakan proyek dan prototipe khilafah meski dalam skala yang masih kecil. Setiap ada kesempatan untuk melakukan bargaining yang memberi peluang diterapkannya hukum Islam, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Memang tidak mungkin berharap hukum Islam bisa terlaksana 100 % dari hasil adu bargaining itu, tetapi paling tidak sudah bisa mulai terkonsentrasinya upaya tegaknya hukum Islam. Mungkin awalnya bisa mendapat porsi yang kecil, 1 % atau 2 % di awalnya. Lalu perlahan tapi pasti seiring dengan kepercayaan umat mulai bisa melakukan penetrasi yang lebih besar lagi. Itu artinya, hukum Islam bisa dijalankan meski baru beberapa persen saja. Semua memang harus diusahakan secara perlahan tapi pasti dan tidak berhenti.
4. Undang-undang tidak serta merta bertentangan dengan syariat Islam. Ia merupakan produk hukum manusia yang bisa jadi isi dan materinya sejalan dengan substansi syariat Islam atau bisa pula berlawanan. Ketika parlemen sebagai lembaga yang membuat undang-undang diisi oleh orang-orang yang mengerti dan memiliki tekad untuk menegakkan syariah, tentu isi undang-undangnya akan sejalan dengan syariat. Namun, jika tidak maka mustahil rasanya undang-undang yang keluar akan selalu sejalan dengan syariat. Tetapi paling tidak sejumlah kalangan yang memiliki perhatian terhadap Islam berupaya agar undang-undang tersebut tidak terlalu menyimpang dari syariat.
5. Atas dasar itu, agar semua produk hukum yang dihasilkan sejalan dengan syariat, parlemen harus diisi oleh kalangan islam yang mengerti dan mau memperjuangkan syariat.
DEMOKRASI
Demokrasi Dalam Pandangan Syariat
Saat ini umat Islam dihadapkan pada kenyataannya bahwa khilafah Islamiyah yang tadinya besar itu telah dipecah-pecah oleh penjajah menjadi negeri kecil-kecil dengan sistem pemerintahan yang sekuler. Namun mayoritas rakyatnya Islam dan banyak yang masih berpegang teguh pada Islam. Sedangkan para penguasa dan pemegang keputusan ada di tangan kelompok sekuler dan kafir, sehingga syariat Islam tidak bisa berjalan. Karena mereka menerapkan sistem hukum yang bukan Islam dengan format sekuler dengan mengatasnamakan demokrasi.
Meski prinsip demokrasi itu lahir di barat dan begitu juga dengan trias politikanya, namun tidak selalu semua unsur dalam demokrasi itu bertentangan dengan ajaran Islam. Bila kita jujur memilahnya, sebenarnya ada beberapa hal yang masih sesuai dengan Islam. Beberapa diantaranya yang dapat kami sebutkan antara lain adalah :
-Prinsip syura (musyawarah) yang tetap ada dalam demokrasi meski bila deadlock diadakan voting. Voting atau pengambilan suara itu sendiri bukannya sama sekali tidak ada dalam syariat Islam.
-Begitu juga dengan sistem pemilihan wakil rakyat yang secara umum memang mirip dengan prinsip ahlus syuro.
-Memberi suara dalam pemilu sama dengan memberi kesaksian atas kelayakan calon.
-Termasuk adanya pembatasan masa jabatan penguasa.
-Sistem pertanggung-jawaban para penguasa itu di hadapan wakil-wakil rakyat.
-Adanya banyak partai sama kedudukannya dengan banyak mazhab dalam fiqih.
Namun memang ada juga yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam, yaitu bila pendapat mayoritas bertentangan dengan hukum Allah. Juga praktek-praktek penipuan, pemalsuan dan penyelewengan para penguasa serta kerjasama mereka dalam kemungkaran bersama-sama dengan wakil rakyat. Dan yang paling penting, tidak adanya ikrar bahwa hukum tertinggi yang digunakan adalah hukum Allah SWT.
Namun sebagaimana yang terjadi selama ini di dalam dunia perpolitikan, masing penguasa akan mengatasnamakan demokrasi atas pemerintahannya meski pelaksanaannya berbeda-beda atau malah bertentangan dengan doktrin dasar demokrasi itu sendiri.
Sebagai contoh, dahulu Soekarno menjalankan pemerintahannya dengan gayanya yang menurut lawan politiknya adalah tiran, namun dengan tenangnya dia mengatakan bahwa pemerintahannya itu demokratis dan menamakannya dengan demokrasi terpimpin.
Setelah itu ada Soeharto yang oleh lawan politiknya dikatakan sebagai rezim yang otoriter, namun dia tetap saja mengatakan bahwa pemerintahannya itu demokratis dan menamakannya demokrasi pancasila. Di belahan dunia lain kita mudah menemukan para tiran rejim lainnya yang nyata-nyata berlaku zali dan memubunuh banyak manusia tapi berteriak-teriak sebagai pahlawan demokrasi. Lalu sebenarnya istilah demokrasi itu apa ?
Istilah demokrasi pada hari ini tidak lain hanyalah sebuah komoditas yang sedang ngetrend digunakan oleh para penguasa dunia untuk mendapatkan kesan bahwa pemerintahannya itu baik dan legitimate. Padahal kalau mau jujur, pada kenyataannya hampir-hampir tidak ada negara yang benar-benar demokratis sesuai dengan doktrin dasar dari demokrasi itu sendiri.
Lalu apa salahnya ditengah ephoria demokrasi dari masyarakat dunia itu, umat Islam pun mengatakan bahwa pemerintahan mereka pun demokratis, tentu demokrasi yang dimaksud sesuai dengan maunya umat Islam itu sendiri.
Kasusnya sama saja dengan istilah reformasi di Indoensia. Hampir semua orang termasuk mereka yang dulunya bergelimang darah rakyat yang dibunuhnya, sama-sama berteriak reformasi. Bahkan dari sekian lusin partai di Indonesia ini, tidak ada satu pun yang tidak berteriak reformasi. Jadi reformasi itu tidak lain hanyalah istilah yang laku dipasaran meski -bisa jadi- tak ada satu pun yang menjalankan prinsipnya.
Maka tidak ada salahnya pula bila pada kasus-kasus tertentu, para ulama dan tokoh-tokoh Islam melakukan analisa tentang pemanfaatan dan pengunaan istilah demokrasi yang ada di negara masing-masing. Lalu mereka pun melakukan evaluasi dan pembahasan mendalam tentang kemungkinan memanfaatkan sistem yang ada ini sebagai peluang menyisipkan dan menjalankan syariat Islam.
Hal itu mengingat bahwa untuk langsung mengharapkan terwujudnya khilafah Islamiyah dengan menggunakan istilah-istilah baku dari syariat Islam mungkin masih banyak yang merasa risih. Begitu juga untuk mengatakan bahwa ini adalah negara Islam yang tujuannya untuk membentuk khilafah, bukanlah sesuatu yang dengan mudah terlaksana.
Jadi tidak mengapa kita sementara waktu meminjam istilah-isitlah yang telanjur lebih akrab di telinga masyarakat awam, asal di dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada aturan dan koridor syariat Islam. Bahkan sebagian dari ulama pun tidak ragu-ragu menggunakan istilah demokrasi, seperti Ustaz Abbas Al-`Aqqad yang menulisbuku Ad-Dimokratiyah fil Islam. Begitu juga dengan ustaz Khalid Muhammad Khalid yang malah terang-terangan mengatakan bahwa demokrasi itu tidak lain adalah Islam itu sendiri.
Semua ini tidak lain merupakan bagian dari langkah-langkah kongkrit menuju terbentuknya khilafah Islamiyah. Karena untuk tiba-tiba melahirkan khilafah, tentu bukan perkara mudah. Paling tidak, dibutuhkan sekian banyak proses mulai dari penyiapan konsep, penyadaran umat, pola pergerakan dan yang paling penting adalah munculnya orang-orang yang punya wawasan dan ekspert di bidang ketata-negaraan, sistem pemerintahan dan mengerti dunia perpolitikan.
Dengan menguasai sebuah parlemen di suatu negara yang mayoritas muslim, paling tidak masih ada peluang untuk mengislamisasi wilayah kepemimpinan dan mengambil alihnya dari kelompok anti Islam. Dan kalau untuk itu diperlukan sebuah kendaraan dalam bentuk partai politk, juga tidak masalah, asal partai itu memang tujuannya untuk memperjuangkan hukum Islam dan berbasis masyarakat Islam. Partai harus ini menawarkan konsep hukum dan undang-undang Islam yang selama ini sangat didambakan oleh mayoritas pemeluk Islam. Dan di atas kertas, hampir dapat dipastikan bisa dimenangkan oleh umat Islam karena mereka mayoritas. Dan bila kursi itu bisa diraih, paling tidak, secara peraturan dan asas dasar sistem demokrasi, yang mayoritas adalah yang berhak menentukan hukum dan pemerintahan.
Umat Islam sebenarnya mayoritas dan seharusnya adalah kelompok yang paling berhak untuk berkuasa untuk menentukan hukum yang berlaku dan memilih eksekutif (pemerintahan). Namun sayangnya, kenyataan seperti itu tidak pernah disadari oleh umat Islam sendiri
Tanpa adanya unsur umat Islam dalam parlemen, yang terjadi justru di negeri mayoritas Islam, umat Islammnya tidak bisa hidup dengan baik. Karena selalu dipimpin oleh penguasa zalim anti Islam. Mereka selalu menjadi penguasa dan umat Islam selalu jadi mangsa. Kesalahannya antara lain karena persepsi sebagian muslimin bahwa partai politik dan pemilu itu bid`ah. Sehingga yang terjadi, umat Islam justru ikut memilih dan memberikan suara kepada partai-partai sekuler dan anti Islam.
Karena itu sebelum mengatakan mendirikan partai Islam dan masuk parlemen untuk memperjuangkan hukum Islam itu bid`ah, seharusnya dikeluarkan dulu fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila memberikan suara kepada partai non Islam. Atau sekalian fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila hidup di negeri non-Islam.
Partai Islam dan Parlemen adalah peluang Dakwah :
Karena itu peluang untuk merebut kursi di parlemen adalah peluang yang penting sebagai salah satu jalan untuk menjadikan hukum Islam diakui dan terlaksana secara resmi dan sah. Dengan itu, umat Islam punya peluang untuk menegakkan syariat Islam di negeri sendiri dan membentuk pemerintahan Islam yang iltizam dengan Al-Quran dan Sunnah.
Tentu saja jalan ke parlemen bukan satu-satunya jalan untuk menegakkan Islam, karena politik yang berkembang saat ini memang penuh tipu daya. Lihatlah yang terjadi di AlJazair, ketika partai Islam FIS memenangkan pemilu, tiba-tiba tentara mengambil alih kekuasaan. Tentu hal ini menyakitkan, tetapi bukan berarti tidak perlu adanya partai politik Islam dan pentingnya menguasai parlemen. Yang perlu adalah melakukan kajian mendalam tentang taktik dan siasat di masa modern ini bagaimana agar kekuasaan itu bisa diisi dengan orang-orang yang shalih dan multazim dengan Islam. Agar hukum yang berlaku adalah hukum Islam.
Selain itu dakwah lewat parlemen harus diimbangi dengan dakwah lewat jalur lainnya, seperti pembinaan masyarakat, pengkaderan para teknokrat dan ahli di bidang masing-masing, membangun SDM serta menyiapkan kekuatan ekonomi. Semua itu adalah jalan dan peluang untuk tegaknya Islam, bukan sekedar berbid`ah ria.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba�d.
GOLPUT
Kadangkala kita berpikir terlalu simpel dan sederhana dalam menilai sebuah permasalahan. Karena demokrasi dipandang sebagai bagian dari sistem kufur kemudian kita berlepas diri dari situasi dan realitas yang ada tanpa mau melakukan perubahan yang sitematis dan terarah. Bahkan, kadangkala tidak mau memahami cara berpikir orang lain yang dianggap batil, sesat, dan hanya pendapat kelompoknya sendiri yang benar.
Terkait dengan jawaban tentang golput sebelumnya, yang diharapkan adalah berpikir secara lebih cermat dan jernih. Yaitu bahwa dalam sebuah sistem pemilu, semata-mata tidak memilih pun sebenarnya bisa berdampak juga. Sehingga kita perlu sedikit lebih cerdas dalam menganalisa.
Sebagai ilustrasi, kalau kita punya dua pilihan yang keduanya tidak ada yang kita pilih karena karena dianggap sama-sama bermasalah, maka pastilah di antara keduanya ada yang tingkat masalahnya lebih parah. Misalnya calon A masalahnya lebih parah dari calon B. Sehingga kalau A terpilih, madharatnya bisa dipastikan lebih besar. Dan tentunya dengan memilih B yang masalahnya lebih ringan tentu akan lebih baik dengan prinsip �akhafu adh-dhararain�.
Bila calon A sampai menang padahal masalahnya lebih berat, maka kondisi �akhafu adh-dhararain� pastilah tidak terwujud. Dan ini pun masalah juga dan lebih parah. Padahal biar bagaimana pun presiden tetap pasti ada.
Maka pilihan untuk tidak memilih (golput) bila sampai menjadi salah satu faktor penyebab kemenangan pihak A yang masalahnya lebih besar, bukanlah pilihan yang terlalu bijak juga. Sebab secara tidak langsung, suara yang seharusnya diberikan kepada pihak B yang lebih ringan masalahnya akan hilang. Lalu bandulnya akan pindah ke pihak A yang sejak awal diyakini lebih berat masalahnya.
Dengan kata lain, bergolput pun tetap tidak lepas dari tanggung-jawab memenangkan pihak A yang masalahnya lebih berat. Ini tentu sebuah analisa semata yang berpandangan bahwa bergolput pun belum tentu terlepas dari tanggung jawab.
Kecuali bila dengan golput itu kita bisa membatalkan naiknya kedua calon yang tidak baik itu, baik A maupun B. Apalagi kalau bisa mendatangkan C yang jauh lebih baik dari keduanya, tentu golput dalam kondisi itu bisa punya nilai lebih. Sekali lagi ini hanyalah sebuah pemikiran dan analisa. Bisa benar dan bisa juga salah.
Di sisi lain, ketika kita menamakan atau masuk ke dalam sebuah sistem yang terlanjur disebut-sebut sebagai sistem demokrasi, sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran kita bahwa rakyat itu tuhan, seperti yang dipahami secara sempit dari kekuasaan di tangan rakyat. Yang dilakukan adalah mengatakan kepada lawan, �Kalau Anda mengatakan bahwa kekuasaan di tangan rakyat, oke dan boleh saja. Tapi ketahuilah bahwa rakyat itu menginginkan hukum Tuhan diterapkan di negeri ini�. .
Hasilnya akan jelas bahwa hukum Allah SWT akan berlaku dengan perantaraan diplomasi. Kira-kira hal tersebut senada dengan kisah pemuda Ashabul Ukhdud yang secara diplomatis rela memberikan kunci rahasia bagaimana caranya agar dirinya bisa dibunuh oleh penguasa. Syaratnya adalah bahwa raja dan semua rakyat harus mengucapkan syahadat ketika membunuhnya.
Jadi kita mengunakan logika lawan untuk bisa memenangkan argumentasi kita. Sama juga dengan diplomasi Nabi Ibrahim AS yang ketika ditanyakan kepadanya siapakah yang meruntuhkan tuhan-tuhan itu, Ibrahim menjawab dengan sangat diplomatis bahwa berhala yang paling besar itulah yang telah melakukannya. Diplomasi ini menohok lawan langsung tepat pada titik matinya. Sehingga mereka tercekat tak bisa menjawab kecuali dengan tangan besi.
Mereka bertanya: "Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara". (QS.Al-Anbiya� : 62)
Dengan teknik yang mirip, kita mengatakan kepada lawan bahwa kita siap beradu kekuatan dengan cara lawan, yaitu dengan mengumpulkan sebanyak mungkin suara. Sebab kita yakin bahwa mayoritas penduduk negeri ini adalah muslimin, maka sudah barang tentu bila suara terbesar itu pastilah milik umat Islam. Sayangnya selama ini suara itu malah dimanfaatkan oleh partai sekuler untuk menegakkan sistem sekuler di negeri ini. Seandainya partai Islam yang komitmen dengan Islam mendapat dukungan luas dari umat Islam, insya Allah kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tidak seperti sekarang ini.
DEMONSTRASI
Demonstrasi sebagaimana yang disebutkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia mengandung dua makna. Pertama, pernyataan protes yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Kedua, peragaan yang dilakukan oleh sebuah lembaga atau kelompok, misalnya demo masak, mendemonstrasikan pencak silat dll. Tapi barangkali pertanyaan yang dimaksud adalah demo dalam pengertian pertama, yang biasa disebut juga unjuk rasa.
Dalam wacana Islam demonstrasi disebut muzhoharoh, yaitu sebuah media dan sarana penyampaian gagasan atau ide-ide yang dianggap benar dan berupaya mensyiarkannya dalam bentuk pengerahan masa. Demonstrasi merupakan sebuah sarana atau alat sangat terkait dengan tujuan digunakannya sarana atau alat tersebut dan cara penggunaannya. Sebagaimana misalnya pisau, dapat digunakan untuk berjihad, tetapi dapat juga digunakan untuk mencuri.
Sehingga niat atau motivasi sangat menentukan hukum demonstrasi. Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya amal-amal itu terkait dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu mendapatkan keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia, maka akan mendapatkannya, atau karena wanita maka ia akan menikahinnya. Maka hijrah itu sesuai dengan niatnya (Muttafaqun alaihi).
Demonstrasi dapat bernilai positif, dapat juga bernilai negatif. Demonstrasi dapat dijadikan komoditas politik yang berorientasi pada perolehan materi dan kekuasaan, dapat juga berupa sarana amar maruf nahi mungkar dan jihad. Dalam kaitannya sebagai sarana mar maruf nahi mungkar dan jihad, demonstrasi dapat digunakan untuk melakukan perubahan menuju suatu nilai dan sistem yang lebih baik. Allah SWT. berfirman:
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS At-Taubah 33 dan As-Shaaf 9)
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi (QS Al-Fath 28).
Dan jika kita merujuk pada Al-Quran, As-Sunnah, Siroh Rasul saw. dan Kaidah Fiqhiyah, maka kita dapatkan kaidah-kaidah secara umum tentang muzhoharoh.
1. Al Quran
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)( QS Al-Anfaal 60).
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS AT-Taubah 120-121)
2. Hadits Rasul saw
Seutama-utamanya jihad adalah perkataan yang benar terhadap penguasa yang zhalim (HR Ibnu Majah, Ahmad, At-Tabrani, Al-Baihaqi, An-Nasai dan Al-Baihaqi)
Barangsiapa melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatitnya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman (HR Muslim).
3. Sirah Rasul saw
Nabi saw. dengan para sahabatnya melakukan demonstrasi meneriakkan dan menyerukan tauhid dan kerasulan Muhammad saw. di jalan-jalan sambil menelusuri jalan Mekkah dengan tetap melakukan tabligh dakwah.
Rasulullan saw. dan para sahabatnya sambil melakukan Thawaf Qudum setelah peristiwa Hudaibiyah melakukan demo memperlihatkan kebenaran Islam dan kekuatan para pendukungnya (unjuk rasa dan unjuk kekuatan) dengan memperlihatkan pundak kanan ( idhthiba) sambil berlari-lari kecil. Bahkan beliau secara tegas mengatakaan saat itu: Kita tunjukkan kepada mereka (orang-orang zhalim) bahwa kita (pendukung kebenaran) adalah kuat (tidak dapat diremehkan dan dimain-mainkan).
4. Kaidah Fiqhiyah
Sesuatu hal yang tidak akan tercapai dan terlaksana kewajiban kecuali dengannya, maka hal tersebut menjadi wajib.
Sehingga dalam hal ini suatu tujuan yang akan ditempuh dengan mengharuskan menggunakan sarana, maka pemakaian sarana tersebut menjadi wajib. Dan demonstrasi adalah sarana yang sangat efektif dalam melaksanakan kewajiban amar maruf nahi mungkar, dakwah dan jihad.
Dengan demikian kami cenderung mengatakan bahwa demonstrasi sebagai sebuah sarana harus dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan dakwah, amar maruf nahi mungkar dan jihad demi meneggakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Memberantas kezhaliman dan kebatilan. Dan umat Islam harus mendukung setiap upaya kebaikan dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai Islam demi kejayaan Islam dan kemashlahatan umat.
UU THOGHUT
ada sejumlah hal yang perlu dipahami:
1. Berhukum dengan hukum Allah itu hukumnya wajib. Menyelenggarakan negara dengan dengan sistem Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah juga wajib. Dan hak untuk menentukan hukum dan undang-undang adalah kewenangan Allah SWT semata, bukan kewenangan manusia. Tidak ada yang menentang doktrin ini dari kalangan aktifs dakwah. Semua sepakat akan hal itu
2. Masalahnya adalah kondisi realitas umat Islam yang berada di dalam penjara dan penjajahan musuh. Kondisi ini nyaris memustahilkan umat Islam untuk memiliki negara sendiri dan tentunya pemerintahan sendiri dengan berdasarkan Al-Quran Al-Kariem dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Ini adalah kondisi yang teramat tidak ideal akibat hilangnya khilafah Islam di muka bumi.
3. Karena itu, perlu ada upaya untuk membangun kembali khilafah atau daulah islam. Bagaimana caranya? Ada yang memilih sesuatu yang ideal yaitu ingin membangun khilafah secara sekaligus. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan ide ini. Hanya saja kenyataan di lapangan telah membuat kita tahu bahwa membangun khilafah itu tidak bisa diukur dengan usia seseorang. Sebab jangankan khilafah, sekedar sebuah kabupaten kecil yang bersyariat sekalipun tidak pernah terwujud. Dan umat Islam harus menunggu ratusan tahun untuk terwujudnya hal itu. Karena itu, yang harus dilakukan adalah adanya proses menuju ke arah tersebutsembari menuju ke arah sana dengan membina, mengkader, penyusun kekuatan, membangun struktur jaringan umat dan seterusnya, mereka juga mulai mengadakan proyek dan prototipe khilafah meski dalam skala yang masih kecil. Setiap ada kesempatan untuk melakukan bargaining yang memberi peluang diterapkannya hukum Islam, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Memang tidak mungkin berharap hukum Islam bisa terlaksana 100 % dari hasil adu bargaining itu, tetapi paling tidak sudah bisa mulai terkonsentrasinya upaya tegaknya hukum Islam. Mungkin awalnya bisa mendapat porsi yang kecil, 1 % atau 2 % di awalnya. Lalu perlahan tapi pasti seiring dengan kepercayaan umat mulai bisa melakukan penetrasi yang lebih besar lagi. Itu artinya, hukum Islam bisa dijalankan meski baru beberapa persen saja. Semua memang harus diusahakan secara perlahan tapi pasti dan tidak berhenti.
4. Undang-undang tidak serta merta bertentangan dengan syariat Islam. Ia merupakan produk hukum manusia yang bisa jadi isi dan materinya sejalan dengan substansi syariat Islam atau bisa pula berlawanan. Ketika parlemen sebagai lembaga yang membuat undang-undang diisi oleh orang-orang yang mengerti dan memiliki tekad untuk menegakkan syariah, tentu isi undang-undangnya akan sejalan dengan syariat. Namun, jika tidak maka mustahil rasanya undang-undang yang keluar akan selalu sejalan dengan syariat. Tetapi paling tidak sejumlah kalangan yang memiliki perhatian terhadap Islam berupaya agar undang-undang tersebut tidak terlalu menyimpang dari syariat.
5. Atas dasar itu, agar semua produk hukum yang dihasilkan sejalan dengan syariat, parlemen harus diisi oleh kalangan islam yang mengerti dan mau memperjuangkan syariat.
DEMOKRASI
Demokrasi Dalam Pandangan Syariat
Saat ini umat Islam dihadapkan pada kenyataannya bahwa khilafah Islamiyah yang tadinya besar itu telah dipecah-pecah oleh penjajah menjadi negeri kecil-kecil dengan sistem pemerintahan yang sekuler. Namun mayoritas rakyatnya Islam dan banyak yang masih berpegang teguh pada Islam. Sedangkan para penguasa dan pemegang keputusan ada di tangan kelompok sekuler dan kafir, sehingga syariat Islam tidak bisa berjalan. Karena mereka menerapkan sistem hukum yang bukan Islam dengan format sekuler dengan mengatasnamakan demokrasi.
Meski prinsip demokrasi itu lahir di barat dan begitu juga dengan trias politikanya, namun tidak selalu semua unsur dalam demokrasi itu bertentangan dengan ajaran Islam. Bila kita jujur memilahnya, sebenarnya ada beberapa hal yang masih sesuai dengan Islam. Beberapa diantaranya yang dapat kami sebutkan antara lain adalah :
-Prinsip syura (musyawarah) yang tetap ada dalam demokrasi meski bila deadlock diadakan voting. Voting atau pengambilan suara itu sendiri bukannya sama sekali tidak ada dalam syariat Islam.
-Begitu juga dengan sistem pemilihan wakil rakyat yang secara umum memang mirip dengan prinsip ahlus syuro.
-Memberi suara dalam pemilu sama dengan memberi kesaksian atas kelayakan calon.
-Termasuk adanya pembatasan masa jabatan penguasa.
-Sistem pertanggung-jawaban para penguasa itu di hadapan wakil-wakil rakyat.
-Adanya banyak partai sama kedudukannya dengan banyak mazhab dalam fiqih.
Namun memang ada juga yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam, yaitu bila pendapat mayoritas bertentangan dengan hukum Allah. Juga praktek-praktek penipuan, pemalsuan dan penyelewengan para penguasa serta kerjasama mereka dalam kemungkaran bersama-sama dengan wakil rakyat. Dan yang paling penting, tidak adanya ikrar bahwa hukum tertinggi yang digunakan adalah hukum Allah SWT.
Namun sebagaimana yang terjadi selama ini di dalam dunia perpolitikan, masing penguasa akan mengatasnamakan demokrasi atas pemerintahannya meski pelaksanaannya berbeda-beda atau malah bertentangan dengan doktrin dasar demokrasi itu sendiri.
Sebagai contoh, dahulu Soekarno menjalankan pemerintahannya dengan gayanya yang menurut lawan politiknya adalah tiran, namun dengan tenangnya dia mengatakan bahwa pemerintahannya itu demokratis dan menamakannya dengan demokrasi terpimpin.
Setelah itu ada Soeharto yang oleh lawan politiknya dikatakan sebagai rezim yang otoriter, namun dia tetap saja mengatakan bahwa pemerintahannya itu demokratis dan menamakannya demokrasi pancasila. Di belahan dunia lain kita mudah menemukan para tiran rejim lainnya yang nyata-nyata berlaku zali dan memubunuh banyak manusia tapi berteriak-teriak sebagai pahlawan demokrasi. Lalu sebenarnya istilah demokrasi itu apa ?
Istilah demokrasi pada hari ini tidak lain hanyalah sebuah komoditas yang sedang ngetrend digunakan oleh para penguasa dunia untuk mendapatkan kesan bahwa pemerintahannya itu baik dan legitimate. Padahal kalau mau jujur, pada kenyataannya hampir-hampir tidak ada negara yang benar-benar demokratis sesuai dengan doktrin dasar dari demokrasi itu sendiri.
Lalu apa salahnya ditengah ephoria demokrasi dari masyarakat dunia itu, umat Islam pun mengatakan bahwa pemerintahan mereka pun demokratis, tentu demokrasi yang dimaksud sesuai dengan maunya umat Islam itu sendiri.
Kasusnya sama saja dengan istilah reformasi di Indoensia. Hampir semua orang termasuk mereka yang dulunya bergelimang darah rakyat yang dibunuhnya, sama-sama berteriak reformasi. Bahkan dari sekian lusin partai di Indonesia ini, tidak ada satu pun yang tidak berteriak reformasi. Jadi reformasi itu tidak lain hanyalah istilah yang laku dipasaran meski -bisa jadi- tak ada satu pun yang menjalankan prinsipnya.
Maka tidak ada salahnya pula bila pada kasus-kasus tertentu, para ulama dan tokoh-tokoh Islam melakukan analisa tentang pemanfaatan dan pengunaan istilah demokrasi yang ada di negara masing-masing. Lalu mereka pun melakukan evaluasi dan pembahasan mendalam tentang kemungkinan memanfaatkan sistem yang ada ini sebagai peluang menyisipkan dan menjalankan syariat Islam.
Hal itu mengingat bahwa untuk langsung mengharapkan terwujudnya khilafah Islamiyah dengan menggunakan istilah-istilah baku dari syariat Islam mungkin masih banyak yang merasa risih. Begitu juga untuk mengatakan bahwa ini adalah negara Islam yang tujuannya untuk membentuk khilafah, bukanlah sesuatu yang dengan mudah terlaksana.
Jadi tidak mengapa kita sementara waktu meminjam istilah-isitlah yang telanjur lebih akrab di telinga masyarakat awam, asal di dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada aturan dan koridor syariat Islam. Bahkan sebagian dari ulama pun tidak ragu-ragu menggunakan istilah demokrasi, seperti Ustaz Abbas Al-`Aqqad yang menulisbuku Ad-Dimokratiyah fil Islam. Begitu juga dengan ustaz Khalid Muhammad Khalid yang malah terang-terangan mengatakan bahwa demokrasi itu tidak lain adalah Islam itu sendiri.
Semua ini tidak lain merupakan bagian dari langkah-langkah kongkrit menuju terbentuknya khilafah Islamiyah. Karena untuk tiba-tiba melahirkan khilafah, tentu bukan perkara mudah. Paling tidak, dibutuhkan sekian banyak proses mulai dari penyiapan konsep, penyadaran umat, pola pergerakan dan yang paling penting adalah munculnya orang-orang yang punya wawasan dan ekspert di bidang ketata-negaraan, sistem pemerintahan dan mengerti dunia perpolitikan.
Dengan menguasai sebuah parlemen di suatu negara yang mayoritas muslim, paling tidak masih ada peluang untuk mengislamisasi wilayah kepemimpinan dan mengambil alihnya dari kelompok anti Islam. Dan kalau untuk itu diperlukan sebuah kendaraan dalam bentuk partai politk, juga tidak masalah, asal partai itu memang tujuannya untuk memperjuangkan hukum Islam dan berbasis masyarakat Islam. Partai harus ini menawarkan konsep hukum dan undang-undang Islam yang selama ini sangat didambakan oleh mayoritas pemeluk Islam. Dan di atas kertas, hampir dapat dipastikan bisa dimenangkan oleh umat Islam karena mereka mayoritas. Dan bila kursi itu bisa diraih, paling tidak, secara peraturan dan asas dasar sistem demokrasi, yang mayoritas adalah yang berhak menentukan hukum dan pemerintahan.
Umat Islam sebenarnya mayoritas dan seharusnya adalah kelompok yang paling berhak untuk berkuasa untuk menentukan hukum yang berlaku dan memilih eksekutif (pemerintahan). Namun sayangnya, kenyataan seperti itu tidak pernah disadari oleh umat Islam sendiri
Tanpa adanya unsur umat Islam dalam parlemen, yang terjadi justru di negeri mayoritas Islam, umat Islammnya tidak bisa hidup dengan baik. Karena selalu dipimpin oleh penguasa zalim anti Islam. Mereka selalu menjadi penguasa dan umat Islam selalu jadi mangsa. Kesalahannya antara lain karena persepsi sebagian muslimin bahwa partai politik dan pemilu itu bid`ah. Sehingga yang terjadi, umat Islam justru ikut memilih dan memberikan suara kepada partai-partai sekuler dan anti Islam.
Karena itu sebelum mengatakan mendirikan partai Islam dan masuk parlemen untuk memperjuangkan hukum Islam itu bid`ah, seharusnya dikeluarkan dulu fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila memberikan suara kepada partai non Islam. Atau sekalian fatwa yang membid`ahkan orang Islam bila hidup di negeri non-Islam.
Partai Islam dan Parlemen adalah peluang Dakwah :
Karena itu peluang untuk merebut kursi di parlemen adalah peluang yang penting sebagai salah satu jalan untuk menjadikan hukum Islam diakui dan terlaksana secara resmi dan sah. Dengan itu, umat Islam punya peluang untuk menegakkan syariat Islam di negeri sendiri dan membentuk pemerintahan Islam yang iltizam dengan Al-Quran dan Sunnah.
Tentu saja jalan ke parlemen bukan satu-satunya jalan untuk menegakkan Islam, karena politik yang berkembang saat ini memang penuh tipu daya. Lihatlah yang terjadi di AlJazair, ketika partai Islam FIS memenangkan pemilu, tiba-tiba tentara mengambil alih kekuasaan. Tentu hal ini menyakitkan, tetapi bukan berarti tidak perlu adanya partai politik Islam dan pentingnya menguasai parlemen. Yang perlu adalah melakukan kajian mendalam tentang taktik dan siasat di masa modern ini bagaimana agar kekuasaan itu bisa diisi dengan orang-orang yang shalih dan multazim dengan Islam. Agar hukum yang berlaku adalah hukum Islam.
Selain itu dakwah lewat parlemen harus diimbangi dengan dakwah lewat jalur lainnya, seperti pembinaan masyarakat, pengkaderan para teknokrat dan ahli di bidang masing-masing, membangun SDM serta menyiapkan kekuatan ekonomi. Semua itu adalah jalan dan peluang untuk tegaknya Islam, bukan sekedar berbid`ah ria.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Sabtu, 03 Januari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)











