CARA BENAR
MERAWAT BAYI
MEMANDIKAN BAYI
Kapan Waktu yang Tepat Memandikan Bayi ?
Waktu yang tepat untuk memandikan bayi bisa dilakukan kapan saja,
tetapi mandi sebelum tidur akan memabantu relaksasi sehingga
mempermudah tidur. Hindari mandi tepat sesudah atau sebelum makan,
karena jika perut yang penuh tidak sengaja tertekan maka bayi bisa muntah,
juga bayi sulit diajak bekerjasama jika perut kosong. Siapkan banyak waktu
untuk memandikan bayi, sehingga anda tidak perlu tergesa-gesa
memandikannya, atau meninggalkan sendirian beberapa detik selagi Anda
harus menyelesaikan pekerjaan lain. Tidak usah menjawab telepon selagi
Anda sedang memandikan bayi. Karena menjawab telepon justru bisa
mengalihkan perhatian Anda dari bayi yang sedang Anda mandikan. Hal ini
sangat berbahaya
Tinggi permukaaan harus sedemikian rupa sehingga Anda lebih mudah
bergerak dan cukup luas untuk meletakkan perlengkapan mandi yang
diperlukan. Pilihlah tempat yang nyaman untuk Anda dan bayi Anda.
Pembasuhan dengan handuk basah
Sebelum tali pusat menyembuh, maka bayi tidak boleh dimandikan dengan
berendam dalam air (kira-kira dua minggu). Ia hanya boleh dibersihkan
dengan lap atau handuk basah. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Tentukan tempat untuk memandikan. Meja ganti popok, meja dapur,
tempat tidur bayi (jika kasurnya cukup tinggi), semuanya merupakan
lokasi yang cocok untuk mandi dengan lap basah ini. Lapisi tempatnya
dengan alas yang tahan air atau handuk tebal.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
2. Siapkan perlengkapan berikut sebelum melepaskan baju bayi:
- Sabun dan shampoo bayi, jika Anda akan menggunakannya.
- Lap pembasuh
- Gumpalan kapas steril untuk membersihkan mata
- Handuk, lebih baik jika ada bagian kerudung kepalanya
- Popok dan pakaian bersih
- Kapas dan alkohol untuk tali pusat
- Air hangat
3. Siapkan bayi
4. Mulailah membasuh
Diawali pada bagian tubuh yang terbersih ke arah bagian yang
terkotor, sehingga lap pembahsuh dan air yang Anda gunakan tetap
bersih. Sabuni dengan tangan atau lap pembasuh, tetapi gunakan lap
bersih untuk membasuhnya. Urutannya sebagai berikut :
- Kepala.
Satu atau dua kali seminggu gunakan shampoo. Disisi bak
pencucian adalah cara termudah dan ternyaman untuk
membasuh kepala bayi. Keringkan kepala bayi dengan handuk
(umumnya hanya memerlukan waktu beberapa detik) sebelum
Anda melanjutkan.
- Wajah.
Pertama-tama gunakan kapas steril yang dibasahi dengan air
hangat untuk membersihkan mata bayi, basuhlah dengan
perlahan dari arah hidung ke arah luar. Gunakan kapas bersih
untuk setiap mata. Untuk wajah ini jangan gunakan sabun.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Basuh bagian luar telinga, tetapi tidak bagian dalamnya. Lalu
keringkan semua bagian wajah.
- Leher dan dada
Tidak diperlukan sabun kecuali bayi berkeringat dan kotor.
Perhatikan bagian lipatan-lipatan. Lalu keringkan.
- Lengan.
Rentangkan lengan agar bagian lipatan bisa dibersihkan, dan
tekan telapak tangan agar kepalan tangannya membuka.
Bagian tangan memerlukan sedikit sabun, dan pastikan Anda
membasuh bekas sabun dengan bersih sebelum bayi
memasukkan kembali tangannya ke dalam mulut. Keringkan
- Punggung.
Balikkan/miringkan tubuh bayi dengan kepala dimiringkan, dan
basuh bagian punggung, pastikan bahwa Anda tidak lupa
membersihkan bagian lipatan leher.
- Tungkai
Rentangkan tungkai agar bagian belakang lutut dapat
dibersihkan. Meskipun biasanya bayi akan menolak jika kakinya
direntangkan. Keringkan
- Area popok
Pada bayi perempuan, basuhlah kemaluan dari arah depan ke
belakang, buka bagian labia dan bersihkan dengan sabun dan
air. Setiap kali membasuh gunakan bagian lain dari lap. Adanya
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
pengeluaran dari kemaluan berwarna putih adalah normal,
jangan menggosoknya.
- Pasang popok dan pakaikan baju.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MANDI BERENDAM BAGI BAYI
Bayi akan siap dimandikan dengan berendam dalam ember mandi setelah
tali pusat sembuh dengan baik. Jika bayi tampaknya tidak suka berada dalam
air, maka kembalilah ke mandi dengan basuhan lap basah untuk beberapa
hari, sebelum anda mencoba lagi.
1. Pilih tempat untuk menempatkan ember mandi bayi.
Pastikan bahwa posisi Anda cukup nyaman dan banyak ruang untuk
ember dan perlengkapannya. Pada dua kali mandi yang pertama
mungkin Anda tidak menggunakan sabun, karena membuat bayi licin
2. Siapkan semua perlengkapan berikut sebelum Anda melepaskan
pakaian bayi dan mengisi ember
- Ember, baskom, atau bak pencuci yang sudah disikat bersih
dan siap untuk diisi
- Sabun dan shampoo bayi, jika Anda akan menggunkannnya
- Gumpalan kapas steril untuk membersihkan mata
- Handuk, lebih baik yang mempunyai bagian kerudung untuk
kepala
- Popok dan pakaian bersih
3. Masukkan air hangat setinggi kira-kira 5 cm ke dalam ember bayi.
Periksa kehangatannya dengan siku Anda. Jangan pernah
memasukkan air ke dalam ember ketika bayi sudah berada di
dalamnya, karena dapat terjadi perubahan suhu tubuh yang
mendadak. Jangan memasukkan sabun bayi atau sabun untuk mandi
rendam ke dalam air, karena dapat membuat kulit bayi menjadi kering.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
4. buka seluruh baju bayi
5. secara bertahap masukkan bayi ke dalam ember, berbicaralah dengan
nada yang menenangkan dan menguatkan agar takutnya berkurang,
dan pegang dengan lembut tapi kuat untuk mencegah terjadinya reflek
terkejut. Sampai leher cukup kuat beri dukungan pada bagian leher
dan kepala dengan satu tangan, kecuali jika ember bayinya sudah
memiliki sarana pendukung, atau jika bayi lebih memilih dukungan
dukungan tangan Anda daripada dukungan dari ember. Peganglah
bayi dengan kuat pada posisi setengah melingkar- terlepasnya bayi
dari pegangan dapat menimbulkan rasa takut yang buruk.
6. Dengan tangan yang masih bebas bersihkan bayi, mulai dari bagian
yang terbersih ke bagian yang terkotor. Pertama-tama gunakan kapas
steril yang dibasahi air hangat untuk membersihkan mata, basuh dari
arah hidung ke arah luar. Gunakan kapas bersih untuk setiap mata.
Kemudian bersihkan wajah, bagian luar telinga, dan leher. Meskipun
sabun tidak diperlukan di semua bagian setiap hari (kecuali jika bayi
anda kotor terus), gunakan setiap hari pada tangan dan area popok.
Setelah Anda membersihkan tubuh bagian depan, putarlah tubuhnya
di lengan Anda, kemudian bersihkan bagian punggung dan bokong.
7. Basuh seluruh tubuh dengan lap pembasuh yang bersih. Tuangkan
sabun di lap dan gosokkan badannya dengan lembut.
8. Bersihkan semua lipatan dan kerutan pada kulit bayi secara cermat
dengan jari Anda. Bersihkan pula bagian pantatnya. Untuk bayi
perempuan bersihkan bagian kewanitaannya dengan arah dari depan
ke belakang (dari kemaluan ke belakang). Kemudian bilas dengan air
suam-suam kuku dari ember lainnya
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
9. Satu atau dua kali seminggu cucilah kepala bayi dengan
menggunakan sabun atau shampo bayi. Basuh dengan bersih dan
keringkan dengan handuk.
10.Untuk pusar bayi yang belum sembuh, bersihkan dengan kapas yang
sudah diberi alkohol. Jika Anda merasa ragu untuk memandikannya,
tanyakanlah dulu pada bidan, atau dokter anak.
11.Bungkus bayi dengan handuk
12.Berikan pelembab pada kulit bayi, lalu taburi bedak..
13.Pakaiakan popok dan baju yang bersih
14.Sisir rambutnya dengan sikat rambut yang halus.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
PERAWATAN KULIT BAYI
Bayi memiliki kulit yang sensitif, di mana rangsangan ringan sekalipun dapat
menimbulkan kemerahan dan gatal pada kulitnya. Namun masalah ini jangan
terlalu dicemaskan karena kebanyakan masalah kulit ini dapat dicegah
berkat kewaspadaan dan perawatan yang penuh dengan kasih sayang dari
Anda.
Biang Keringat
Di sebut juga keringet buntet. Kebanyakan muncul pada daerah leher, dada,
bawah lengan dan lipatan-lipatan kulit lainnya dan di daerah popoknya.
Biang keringat ini disebabkan karena tingginya kelembaban kulit akibat
tersumbatnya kelenjar keringat. Iklim negara kita yang panas dan lembab
seringkali menjadi salah satu penyebab .
Salah satu cara penanganannya adalah segera membawa bayi keluar dari
tempat yang panas dan lembab. Agar bayi tetap sejuk dan kering, mandikan
dan kemudian taburkan bedak dikulitnya. Jangan lupa bedaki pula seluruh
lipatan-lipatan kulitnya, seperti kulit di belakang siku dan lutut.
Bila memungkinkan tidurkan di kamar ber-AC, atau kamar dengan
menggunakan kipas angin untuk menyejukkan bayi selama tidur.
Bila bayi Anda mengalami biang keringat yang parah , Anda harus
memeriksakannya ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan resep krim
atau salep untuk mengobati biang keringatnya.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Ketombe
Ketombe terjadi bila terdapat lapisan kulit mati yang keras dan mengelupas
serta melekat erat di kulit kepala. Ketombe disebabkan karena terlalu
aktifnya kelenjar minyak di kulit kepala, sehingga menimbulkan kulit kepala
yang berminyak dan mengelupas.
Dalam kondisi seperti ini, infeksi bisa terjadi pada kulitnya. Coba keramasi
kepalanya dengan shampo untuk menghilangkan ketombe. Jika tidak berhasil
olesi dengan minyak zaitun untuk melunakkannya sehingga mudah diangkat.
Setelah diminyaki gunakan sisir atau sikat yang halus untuk menggosok
lapisan kulit tersebut.
Jerawat
Sewaktu bayi baru lahir , bayi masih dipengaruhi oleh hormon ibunya. Hal
inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat. Jerawat pada bayi akan timbul
pada usia 2-4 minggu. Jerawat ini tidak perlu diobati sama sekali, kecuali
dengan menjaga kebersihan kulitnya.
Ruam popok
1 dari 4 bayi umumnya akan mengalami ruam kemerahan akibat popok yang
dipakai. Untungnya kondisi ini mudah diatasi. Jika bayi mengalami hal
demikian, Anda perlu membiarkannya tidak memakai popok selama
beberapa saat supaya kulit pantatnya memperoleh udara. Oleskan krim yang
mengandung zinc oksida untuk menghilangkan rasa gatal, sakit dan
mengeringkan ruam tersebut.
Cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan menggantinya
sesering mungkin, segera setelah popok itu basah atau kotor
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Bayi dengan kulit sensitif
Orang tua yang memiliki bayi dengan kulit sensitif perlu memberikan
perhatian khusus kepadanya, antara lain dengan mempelajari cara-cara
pencegahan reaksi alergi. Bayi yang memiliki kulit sensitif mudah menderita
kemerahan jika ia makan sesuatu yang tidak cocok untuknya.
Dr. Alfred Lane, seorang dokter spesialis penyakit kulit pada Stanford
University Hospital, menganjurkan agar bayi dengan kulit sensitif memakai
baju dari katun, bukan bahan sintetik. Bahan sintetik akan membuat suhu
panas dan lembab tertahan di permukaan kulit sehingga tidak dapt
memperburuk reaksi alerginya.
Saat memandikan bayi gunakan produk khusus untuk bayi. Di samping itu
agar kulitnya tetap sehat perlu juga dijaga dengan menggunakan pelembab
sehabis mandi. Dr. Lane juga menganjurkan untuk menggunakan produk
yang mengandung jeli petroleum atau minyak mineral.
Dan yang perlu diingat adalah gunakan produk-produk bayi yang tidak
mengandung parfum untuk menghindari bayi Anda dari alergi.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MEMBUAT BAYI BERSENDAWA
Ketika menyusui, bukan hanya susu yang ditelan oleh bayi. Bersamaan
dengan cairan nutrisi tersebut masuk juga udara, yang dapat membuat bayi
merasa penuh dan tidak enak sebelum menyelesaikan minumnya. Itulah
sebabnya membuat bayi bersendawa merupakan bagian yang penting dari
proses menyusui. Ada tiga cara yang umum dilakukan;
1. Bayi pada pundak
Gendong dengan kuat bayi di pundak Anda (wajah bayi menghadap
kebelakang), dengan kuat pula beri dukungan pada bagian bokongnya
dengan satu tangan dan tepuk atau usap bagian punggungnya dengan
tangan lainnya.
2. Berbaring telungkup di pangkuan Anda
Baringkan bayi pada pangkuan Anda, lambungnya berada atas salah
satu kaki, kepalanya menyandar pada salah satu kaki lainnya. Satu
tangan anda memegangi tubuhnya dengan kuat, dan satu tangan
lainnya menepuk atau menggosok punggungnya.
3. Duduk tegak
Dudukkan bayi di pangkuan Anda, dada ditahan oleh lengan Anda,
sementara Anda menahannya di bagian bawah lengannya. Tepuk atau
gosok punggungnya, dan pastikan bahwa kepalanya tidak terdongak
ke belakang.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MENGGANTI POPOK
Pada bulan-bulan pertama, waktu untuk penggantian popok bisa sangat
sering. Kadang-kadang satu jam hingga 2 jam sekali ketika bayi dalam
keadaan bangun. Meskipun tampaknya merepotkan bagi ibu dan bayi,
namun penggantian yang sering adalah cara yang terbaik untuk menghindari
terjadinya gatal-gatal dan merah karena penggunaan popok pada kulit bayi
yang masih peka.
Jika menggunakan popok sekali pakai, Anda tidak boleh menggunakan
basah sebagai ukuran; karena popok itu dapat menyerap dengan baik, popok
sekali pakai tidak terasa basah sampai popok tersebut benar-benar basah
sekali. Akan tetapi Anda tidak perlu membangunkan bayi yang sedang tidur
untuk mengganti popok, dan kecuali bayi sangat basah dan tidak nyaman
atau dia buang air besar, Anda tidak perlu mengganti popok pada saat
pemberian makan malam ; aktivitas dan lampu yang disekitar bayi dapat
mengganggu untuk bayi tidur kembali.
Agar penggantian popok dapat berhasil, maka sebaiknya ;
1. Sebelum mengganti popok, pastikan dulu bahwa semua yang Anda
butuhkan sudah Anda siapkan atau mudah terjangkau, baik di meja
ganti, atau jika sedang berpergian di tas popok. Sebab jka tidak
demikian, Anda akan kerepotan dengan popok yang kotor dan tidak
ada yang dapat Anda gunakan untuk membersihkan kotoran yang
tercecer. Oleh karena itu Anda memerlukan semua hal berikut ;
Sebuah popok yang bersih
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Gumpalan kapas/ washlap dan air hangat untuk bayi di bawah
satu bulan, dan sebuah handuk kecil untuk mengeringkan; atau
lap popok/tissu basah untuk bayi diatas satu bulan.
Baju ganti jika popok telah bocor dan mengotorinya
Salep untuk gatal-gatal bila perlu, minyak atau bedak
sebenarnya tidak perlu, malah bedak dapat berbahaya juga
dapat membuat perekat popok menjadi kehilangan fungsinya.
2. Bila mungkin cuci dan keringkan tangan sebelum Anda mulai
mengganti popok atau basuh dengan lap popok/tisu basah.
3. Siapkan mainan atau hiburan untuk bayi. Hiburan ini bisa melalui
Anda sendiri dengan mengajaknya bermain atau bercanda dan
berbicara. Sedangkan hiburan lain bisa dengan mainan yang
digantung, satu atau dua pada jarak pandang bayi, atau mainan
genggam, atau apapun yang dapat memindahkan perhatian bayi
dengan cukup lama sehingga akan memberi waktu bagi Anda untuk
membuka dan memasang popok.
4. Pasang alas atau lap jika Anda tidak mengganti di meja ganti . Jangan
pernah meninggalkan bayi tidak terjaga, bahkan sekejappun, ketika
Anda mengganti popoknya.
5. Buka ikatan popok, tapi jangan dulu melepaskannya. Pertama-tama
perhatikan isi popok. Bila bayi telah buang air besar, bisa Anda
bersihkan dulu dengan bagian popok tersebut. Tetapi jika buang air
kecil Anda bisa langsung menggantinya.
6. Tempatkan popok pada popok kotor, atau buang untuk popok sekali
pakai. Jika mungkin buang sisa tinja ke dalam toilet.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
7. Ganti baju bayi /seprei jika perlu (terkena)
8. Setelah itu bersihkan tangan dengan sabun dan air, atau bersihkan
dengan tisu basah.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MEMAKAIKAN BAJU
Memakaikan baju bayi tidaklah sulit jika kita mengetaui teknisnya/caranya.
Bayi memiliki sifat lengan yang terkulai, tungkai kaki yang melipat ke atas,
kepala yang sepertinya lebih besar dari semua leher baju bayi, dan tubuh
yang terus bergerak. Cara-caranya adalah sebagai berikut ;
1. Pilih baju yang tampaknya mudah di lepas dan dipasang. Leher baju
yang lebar atau yang memiliki perekat di bagian leher. Lengan baju
harus cukup longgar dan sedikit mungkin kaitan apalagi kaitan
belakang)
2. Gantilah baju hanya jika diperlukan. Jika Anda tidak tahan bau
muntahannya, bersihkan bekas muntah setempat dengan tisu basah
daripada mengganti seluruh baju setiap kali bayi bersendawa. Atau
lindungi baju bayi dengan menggunakan pelindung dada selama atau
sesudah bayi minum.
3. Kenakan baju bayi di permukaan yang yang rata, seperti misalnya
meja ganti bayi, atau kasur di tempat tidur bayi. Dan siapkan mainan
bayi.
4. Anggaplah penggantian popok sebagai waktu untuk bersosialisasi.
Percakapan yang ringan dan gembira dapat mengalihkan perhatian
bayi dari ketidaknyamanan, sehingga ia dapat lebih bekerjasama
5. Regangkan leher baju sebelum memasukkannya ke kepala bayi.
Lewatkan pada kepala bayi dengan leher baju tetap direnggangkan
selebar mungkin, untuk menghindari dari tersangkut pada hidung atau
telinga. Selama baju menutupi wajahnya, Anda dapat menghindari
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
rasa takut karena gelap pada si bayi dengan mengajak bermain ciluk
ba, misalnya.
6. Dalam mengenakan bagian lengan baju, cobalah dengan
memasukkan tangan Anda melalui lubang lengan lalu gapai tangan
bayi dan tariklah keluar melalui lubang lengan tersebut satu persatu.
7. Ketika membuka atau memasang resetling, tariklah baju menjauh dari
tubuh bayi agar kulit tidak terjepit.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MERAWAT TELINGA
Bersihkan bagian luar telinga dengan lap pembersih atau gumpalan kapas,
tetapi jangan mencoba nenasuki lubang telinga dengan pembersih telinga,
jari atau apapun. Karena telinga pada dasarnya memiliki daya untuk
membersihkannya sendiri, dan usaha untuk mengeluarkan lilin/kotoran
telinga justru hanya akan mendorongya lebih masuk lagi.
Jika tampaknya kotoran/lilin telinga ini sudah menumpuk, tanyakan hal ini
kepada dokter anak , agar dibersihkan dengan menggunakan alat khusus.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MENGANGKAT DAN MENGGENDONG BAYI
Bagi mereka yang belum pernah mengangkat bayi, pengalaman
mengangkat dan menggendong bayi akan membuat gugup. Tetapi tidak
hanya Anda yang gugup tetapi bayi Anda juga bisa gugup. Setelah berbulanbulan
terbuai dengan lembut dan aman terlindung dalam rahim, pengalaman
diangkat, terkena udara terbuka, dan diletakkan kembali ke tempat lain ,
dapat merupakan kejutan bagi bayi.Terutama jika tidak ada dukungan yang
kuat pada leher dan kepala, yang dapat menimbulkan sensasi seperti akan
jatuh yang menakutkan bagi bayi, dan ini akan menimbulkan reaksi refleks
kejut padanya. Jadi teknik menggendong bayi yang baik, bukan hanya soal
bagaimana cara yang aman, tetapi juga cara yang terasa nyaman.
Mengangkat dan Menggendong Bayi
Sebelum kita menyentuh dan mengangkatnya kehadiran Anda harus
diketahui lebih dahulu, baik melalui suara atau kontak mata. Sebab ia dapat
terkejut dan gelisah bila tanpa siap, diangkat oleh tangan orang yang tidak
dikenal.
Berilah kesempatan bagi bayi untuk menyesuaikan keadaan berpindah dari
sanggaan yang diberikan oleh kasur menjadi sanggaan yang diberikan oleh
lengan, dengan menyusupkan tangan-tangan Anda ke bawah tubuhnya, dan
biarkan tangan Anda berada di sana untuk beberapa saat sebelum Anda
mengangkatnya.
Susupkan tangan Anda ke bawah kepala dan punggung sehingga lengan
Anda bertindak sebagai dukungan bagi punggung dan leher dan tangan
lainnya memegangi bokong. Kemudian gunakan tangan yang terakhir untu k
menahan tungkai kaki, dan perlahan-lahan angkat bayi ke arah tubuh Anda,
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
sambil membujuk. Dengan membungkukkan badan, Anda mendekatkan
tubuh Anda ke bayi, sehingga me,perpendek jarak Anda, dan rasa kengerian
pada bayipun berkurang .
Menggendong Bayi
1. Gendong dengan satu lengan
Bayi yang kecil dapat digendong dengan satu lengan, yaitu satu tangan
menahan bagian bokong dan lengan tangan lainnya menyangga
punggung, leher, dan kepala.
Pada bayi yang lebih besar, Anda dapat menggendongya dengan
menempatkan satu tangan di bawah tungkai kaki dan bokong, dan tangan
lainnya menyangga punggung, leher dan kepala.
2. Gendong di pundak
Beberapa bayi lebih menyukai digendong dipundak. Akan lebih mudah
mengangkat bayi sampai ke pundak dengan meletakkan satu tangan
di bokong bayi, tangan lain di bawah kepala dan leher. Sampai kepala
bayi cukup kuat menahan sendiri, Anda harus selalu menyangganya.
Hal ini dapat dilakukan bahkan hanya dengan satu tangan jika Anda
meletakkan bokong bayi pada bagian dalam siku tangan Anda, lalu
lengan depan dan tangan lainnya mendukung bagian punggung, leher
dan kepala.
3. Gendong menghadap ke depan
Bayi akan senang jika dia digendong menghadap ke depan , sebab ia
dapat melihat dunia didepannya dan yang berlalu di depannya.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Caranya dengan menghadapkan bayi ke muka, tangan Anda
melintang di depan dadanya, tekan tubuhnya ke arah tubuh Anda, dan
tangan lainnya menyangga bagian bokong.
4. Gendong di pinggul
Bayi dapat di gendong dipinggul jika sudah agak besar. Dengan
menggendong di pinggul akan memberi keleluasaan bagi salah satu
tangan untuk melakukan pekerjaan lain. Pegangi bayi ke arah tubuh
Anda dengan satu lengan, dengan bagian bokongnya ‘duduk”
dipinggul Anda.
Meletakkan Bayi Kembali
Pegangi bayi dekat dengan tubuh Anda, sementara Anda membungkuk ke
arah tempat tidur , satu tangan pada bokong bayi, satu tangan lain
menyangga punggung, leher dan kepala. Biarkanlah tangan Anda beberapa
saat sampai bayi merasa aman dan nyaman, sebelum Anda menariknya
keluar dan menyesuaikan posisi tidurnya. Sedikit tepukan dan sentuhan pada
punggungnya, dan sedikit kata-kata untuk menenangkannya dan
memberinya tanda bahwa Anda akan pergi.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MERAWAT KUKU
Memotong kuku sangat penting bagi bayi. Kuku bayi yang panjang akan
berbahaya bagi dirinya. Ia akan menggores tubuhnya sendiri atau wajahnya.
Cara memtotong kuku yang aman, adalah saat bayi Anda sedang tidur.
Gunakan gunting atau pemotong kuku khusus dan berhati-hatilah agar
jangan sampai melukai bayi Anda.
MERAWAT SISA TALI PUSAT
Sisa tali pusat akan menjadi hitam beberapa hari setelah lahir. Ia akan lepas
antara 1-4 minggu setelah lahir. Anda dapat mempercepat penyembuhan dan
mencegah infeksi dengan membuatnya kering dan berkontak dengan udara.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Ketika memasang popok, lipatlah bagian depannya di bawah pusar
agar urine tidak mengenai bagian tersebut dan udara dapat masuk.
Lipat baju ke arah atas.
2. Jangan memandikan bayi dengan berendam di ember dan jangan
membasahi pusar ketika Anda membasuh bayi dengan lap basah,
sampai sisa tali pusat terlepas.
3. Usap sisa tali pusat dengan alkohol (pada kapas steril atau kasa steril)
agar ia tetap bersih dan mempercepat pengeringan
4. Bila area di sekitar pusat berwarna merah dan bernanah, segera
hubungi dokter.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
PERAWATAN GIGI
Gigi yang pertama tumbuh di sebut gigi susu dan ada beberapa diantaranya
yang belum tanggal walaupun mereka sudah beranjak remaja. Itu sebabnya
kebersihan mulut sangat penting untuk dipelihara sejak usia dini. Dengan
melakukan perawatan sejak dini, berarti Anda telah memberikan
perlindungan terbaik untuk mendapatkan gigi yang sehat pada anak kelak.
Pertumbuhan Gigi Pertama
Gigi pertama bayi akan tumbuh pada saat ia berusia 6-10 bulan. Kebanyakan
bayi tidak mengalami masalah saat gigi pertama mereka tumbuh. Kendati
demikian ada juga bayi yang mengalami gejala-gejala seperti :
1. Demam ringan
2. Gusi membengkak
3. Produksi air liur yang berelebihan
4. Sulit buang air besar
5. Terkadang kulit pipi di bagian mana gigi akan tumbuh tampak merah
dan meradang
Untuk mengatasinya Anda dapat memberikan ;
1. Obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter
2. Biarkan dia menggigit-gigit mainan yang yang dapat merangasang
pertumbuhan giginya. Jika tidak ada mainan, sebagai penggantinya
Anda memberikan makanan, seperti biskuit misalnya.
3. Ada beberapa bayi yang senang jika gusinya diusap-usap
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
4. Bawalah bayi Anda ke dokter jika ia mmengalami demam tinggi,
muntah, atau timbul bercak-bercak kemerahan pada kulitnya.
Mencegah Kerusakan Gigi Akibat Botol Susu
Rusaknya gigi akibat pemakaian botol susu merupakan masalah yang sering
terjadi. Hal ini disebabkan bayi terkena cairan yang mengandung gula dalam
waktu yang cukup lama. Oleh karena sebelum bayi tidur sebaiknya Anda
jangan memberikan kepadanya jus buah, susu atau minumann yang
mengandung gula. Gunakanlah kain lembut yang basah untuk membersihkan
mulut dan gusinya secara hati-hati sesudah makan dan sebelum tidur. Anda
dapat melakukannya sejak gigi pertama tumbuh.
Gigi yang tidak dibersihkan, lama kelamaan akan ditutupi oleh lapisan yang
disebut plak. Bakteri yang terdapat dalam plak tersebut akan bereaksi
dengan gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak email atau lapisan
pelindung gigi. Jika larutan gula yang masih berada dalam mulut belum
dibersihkan, maka bakteri akan menghasilkan lebih banyak lagi asam yang
dapat merusak gigi bayi. Biasanya kerusakan gigi akibat pemakaian botol
susu akan lebih berpengaruh pada gigi-gigi rahang atas.
Setelah Gigi Pertamanya Tumbuh
Bila bayi sudah memiliki 2 gigi atau lebih, Anda dapat menggunakan sikat gigi
yang lembut untuk membersihkan giginya. Jangan memberikan pasta gigi
yang mengandung flouride sampai dia bisa meludahkan busanya keluar.
Pemakaian pasta gigi berflouride yang terlalu banyak malahan dapat
menyebabkan gigi berwarna coklat. Gunakan pasta gigi dalam jumlah sedikit
setiap akan menyikat.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Usia satu tahun, atau 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh, merupakan
saat yang tepat untuk memeriksakan si kecil ke dokter gigi. Pada saat itu gigi
geliginya seharusnya sudah tumbuh lengkap atau setidaknya hampir
semuanya telah tumbuh.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MENGHENTIKAN TANGISAN BAYI
Bagi orang tua yang baru memiliki satu anak, tangisan bayi mungkin akan
membuatnya kerepotan atau kebingungan. Mereka kadang belum begitu
memahami cara untuk menenangkan bayinya. Berikut ini beberapa tips yang
bisa dilakukan untuk menghentikan tangisan bayi.
1. Menggendong bayi
2. Dengan meresponnya segera
3. Mencari penyebabnya
4. Menyerahkannya pada orang lain
5. Udara segar
6. Memberikan hiburan
7. Mengayun-ayun
8. Mengajak berjalan-jalan
9. Membungkusnya
10.Memeluk
11.Menyanyi
12.sentuhan tangan
Suara-suara yang bisa menghentikan tangisan bayi
Disamping beberapa tindakan di atas, ternyata suara juga bisa dipakai untuk
menghentikan tangisan bayi Anda. Suara-suara berikut mungkin bisa Anda
pertimbangkan untuk dicoba, jika memungkinkan :
1. Detak jam
2. Aliran dan tetesan air
3. Vacuum Cleaner
4. Exhaust (kipas penyedot gas atau)
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
5. Kipas angin dan air conditioner
6. metronom
7. air terjun dan ombak
8. mesin cuci
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
BEBASKAN BAYI DARI ROKOK
Hindarkan bayi anda dari asap rokok. Orang tua yang merokok akan
meningkatkan resiko bayi terkena oenyakit pernafasan (batuk, pilek, asma,
bronkhitis, dll) dan infeksi telinga pada tahun pertama.
Anak-anak dari perokok tidak hanya lebih sering sakit daripada anak-anak
bukan perokok, tetapi juga penyembuhannya lebih lama. Mereka lebih sering
masuk rumah sakit tahun pertma.
Makin banyak orang yang merokok di rumah, makin besar efek negatifnya
pada bayi, karena kadar nikotin dalam darah langsung berhubungan dengan
jumlah perokok yang terus-menerus berkontak dengan bayi.
Anak-anak dari perokok cenderung menjadi perokok lebih muda daripada
anak-anak dari orang tua yang tidak merokok.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
MENJAGA KESELAMATAN DAN KEAMANAN BAYI
ANDA
Bagaimana cara menjaga keselamatan dan keamanan bayi Anda ?
Untuk menjaga keselamatan dan keamanan bayi Anda, saya menyarankan
untuk menghindari beberapa tindakan berikut ini :
- Meninggalkan bayi sendirian di bak mandi
- Meninggalkan bayi di meja ganti, tanpa penjaga
- Meninggalkan bayi sendirian bersama hewan peliharaan
- Meninggalkan bayi sendirian di ruangan dengan anak lain yang
berusia di bawah lima tahun
- Meninggalkan bayi sendirian di rumah
- Meninggalkan bayi sendirian di mobil
- Mengguncang-nguncang bayi terlalu keras
- Melemparkan bayi ke udara
- Memberi tali atau rantai pada bayi
Semua tindakan di atas membahayakan bayi Anda. Karena itu hindarilah ….
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
URGENSI PERAN AYAH DALAM MERAWAT BAYI
Tugas dari seorang ayah bukan hanya mencari nafkah. Namun, ia juga
selayaknya berperan juga dalam perawatan bayinya. Apa saja yang bisa
dilakukan seorang ayah untuk merawat bayinya ? Seorang ayah bisa
melakukan banyak dalam membantu merawat bayinya, antara lain :
menggendong, mengganti popok, menghibur dan mengajaknya bermain,
mengajaknya berjalan-jalan, dan lain sebagainya.
Banyak manfaat dari peran seorang ayah dalam merawat bayinya tersebut.
Manfaat itu antara lain :
1. Kelekatan
Dengan turut serta merawat bayinya, si ayah telah menjalin hubungan
untuk dengannya. Dengan begitu si bayi akan semakin dekat dengan
ayahnya.
2. Membangun rasa aman
Bayi membutuhkan rasa aman. Dan ia akan jauh lebih merasa aman
jika merasa ada banyak orang yang memperhatikannya.
3. Membangun karakter
Memang karakter manusia dibentuk sejak usia dini. Kehadiran
seseorang dalam kehidupan si bayi, sangat berpengaruh pada
pembentukan karakter si anak. Akankah Anda menyerahkan
sepenuhnya pembentukan karakter anak kepada pembantu ? Tentu
tidak, bukan ? Si ayah dan ibu, tentu yang lebih “berhak” menentukan
pembentukan karakter anaknya.
4. Sosok panutan
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Bayi membutuhkan sosok yang akan dijadikan panutan dalam
hidupnya. Ia selalu belajar dan meniru siapa saja yang ada di
dekatnya. Dengan kata lain, ia akan menjadikan orang di dekatnya
sebagai sosok panutan. Jika ayah turut serta dalam merawatnya,
maka ia akan menjadi sosok idola panutan bagi bayi tersebut.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
ASI, UNTUK ANAK HEBAT
Dokter ahli anak, dokter ahli obstetric, bidan perawat, bahkan pabrik pembuat
susu bayi, meyetujui bahwa Asi adalah yang terbaik. Sejauh apapun
kemajuan teknologi yang sudah dicapai, namun selalu ada sesuatu yang
dilakukan oleh alam dengan lebih baik. Dan salah satunya adalah makanan
yang terbaik dan sisitem pengantaran makanan yang terbaik bagi bayisekaligus
yang terbaik bagi para ibu. Itulah ASI
KEUNTUNGAN PEMBERIAN ASI
Susu yang khusus diciptakan untuk bayi.
Asi sedikitnya mengandung seratus bahan yang tidak terdapat dalam
susu sapi dan tidak dapat dibuat di laboratorium. Terlebih lagi tidak seperti
susu formula, komposisi ASI selalu berubah untuk memenuhi kebutuhan bayi
yang berubah-ubah: ada perbedaan antara kebutuhan pagi dan siang; antara
bulan pertama dan bulan ketujuh; antara bayi yang premature dan bayi yang
cukup umur kehamilannya.
Dapat dicerna dengan lebih baik
ASI dirancang untuk sisitem pencernaan bayi manusia yang peka dan masih
berkembang, dan bukan untuk bayi sapi. Proteinnya (sebagian besar adalah
laktalbumin) dan lemaknya lebih mudah dicerna oleh bayi daripada protein
(sebagian besar caseinogen) dan lemak susu sapi. Karenanya : bayi yang
menyusu ASI lebih jarang mengalami kolik, kembung, dan muntah yang
berlebihan.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Mengandung lebih sedikit sodium dan protein
Karena ASI mengandung lebih sedikit sodium dan protein daripada susu
sapi, maka akan lebih sedikit beban kerja pada ginjal bayi yang masih muda.
Lebih banyak penyerapan kalsium
Lebih banyaknya penyerapan ini sebagian disebabkan oleh rendahnya kadar
fosforus dalam ASI. Jika berlebihan, mineral ini dapat mengganggu
penggunaan kalsium.
Resiko alergi yang lebih rendah
Para bayi hampir tidak pernah alergi terhadap ASI-nya. Meskipun bayi akan
peka terhadap sesuatu yang dimakan oleh ibunya dan masuk ke dalam air
susu (termasuk susu sapi) ia selalu dapat menerima ASI-nya sendiri dengan
baik. Disisi lain, lebih dari satu dari sepuluh bayi, menjadi alergi terhadap
formula susu sapi setelah kontak pertama kali.. (masalah ini biasanya diatasi
dengan penggantian dengan susu kedelai atau formula yang sudah
dihidrolisasi-meskipun dibandingkan dengan susu sapi, formula seperti ini
komposisinya berbeda lebih jauh lagi dari ASI)
Tidak ada masalah sembelit atau diare
Karena ASI secara alami mempunyai efek laksatif, maka bayi yang minum
ASI akan mudak buang air besar, dan tidak jadi sembelit. Juga, meskipun
mereka sering buang air besar, jarang terjadi diare. ASI tampaknya
mengurangi resiko sakit perut dengan dua cara: pertama, dengan langsung
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
menghancurkan mikroorganisme penyebab yang berbahaya; dan kedua,
dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya karena
mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang menguntungkan.
Lebih sedikit terjadinya gatal-gatal karena penggunaan popok
Tinja bayi yang minum ASI jarang menimbulkan gatal-gatal semacam ini,
tetapi keuntungan ini (begitu pula aromanya yang tidak terlalu menusuk) akan
menghilang setelah bayi diberi makanan padat.
Kesehatan yang lebih baik bagi bayi
Setiap kali bayi menghisap payudara ibunya, dari hisapan pertama sampai
terakhir, mereka mendapatkan satu dosis antibody untuk mendukung daya
tahan mereka terhadap penyakit. Umumnya mereka akan mengalami lebih
sedikit batuk-pilek, infeksi telinga, dan penyakit lainnya daripada bayi yang
minum susu botol, dan biasanya akan sembuh lebih cepat dan lebih sedikit
komplikasi yang terjadi. Juga mereka lebih jarang masuk rumah sakit. Dan
sebuah kajian terbaru juga mengatakan adanya penurunan jumlah kanker
pada bayi yang diberi ASI.
Jarang terjadi kegemukan
Seringkali bayi yang mendapatkan ASI tidak segemuk dengan teman
seumurnya yang minum susu botol. Ini sebagian disebabkan karena pada
menyusu ASI, nafsu makan bayilah yang mengatur jumlah susu yang
diminum. Sedangkan pada pemberian susu botol, bayi kadang dipaksa untuk
minum terus sampai botolnya kosong. Disamping itu, kalori ASI selalu
terkendali. Susu yang terakhir dihisap dalam satu kali masa menyusui,
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
mengandung lebih tinggi kalori daripada susu yang dihisap pada saat awal,
dan cenderung membuat bayi merasa kenyang- dan ini adalah tanda bagi
bayi untuk berhenti menghisap. Tetapi, kita perlu sadar bahwa bayi yang
terlalu sering diberi ASI, misalnya setiap kali ia marah, berat badannya dapat
bertambah dengan terlalu cepat.
Lebih banyak mendapat kepuasan dari menghisap
Seorang bayi dapat terus menghisap payudara yang sudah kosong, tetapi
tidak dapat menghisap botol yang sudah kosong, untuk dapat kepuasan yang
optimum.
Kemungkinan meningkatkan metabolisme kolesterol
Penelitiannya memang belum jelas, tetapi telah ada beberapa bukti bahwa
bayi yang minum ASI mempunyai kadar kolesterol yang lebih rendah seperti
orang dewasa, mungkin karena metabolismenya lebih baik.
Perkembangan mulut yang lebih baik
Puting ibu dan mulut bayi adalah pasangan yang sempurna (meskipun
seringkali hal ini sepertinya tidak benar pada saat pertama kali seorang ibu
dan bayinya mencoba menyusui). Bahkan dot pengganti puting yang paling
ilmiah sekalipun tidak dapat memberikan latihan kepada rahang, gusi dan gigi
bayi seperti yang mereka dapatkan dari puting ibunya - latihan yang
menjamin terjadinya perkembangan mulut yang optimum. Dan karena pada
yang menyusu ASI lidah tidak harus menjulur ke depan seperti jika menyusu
pada botol, maka bayi yang menyusu ASI jarang mendapatkan masalah gigi
berjejal dibandingkan rekannya yang minum susu botol
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Kemudahan
ASI selalu tersedia, siap dipakai, bersih, dan selalu berada dalam suhu yang
tepat. Ia adalah makanan yang sempurna yang sangat mudah didapat. Tidak
akan terjadi kehabisan persediaan, tidak harus ke toko, tidak perlu botol
untuk disterilkan atau diisi kembali, tidak ada kaleng yang harus dibuka, tidak
perlu menghangatkan. Dimanapun Anda berada semua kebutuhan pangan
bayi anda akan tersedia dan menunggunya. Bila ibu dan bayi harus berpisah,
untuk satu malam bahkan selama akhir minggu, ASI dapat dikeluarkan
terlebih dahulu dan disimpan di lemari es untuk kemudian diberikan melalui
botol.
Biayanya rendah
Dengan memberikan ASI bagi bayi Anda, secara ekonomis sangatlah
menguntungkan. Bandingkan dengan jika Anda memberi susu formula untuk
bayi Anda. Ratusan ribu rupiah per bulan …
Pemulihan yang lebih cepat bagi ibu
Menyusui adalah kegiatan yang baik bagi tubuh ibu. Menyusui akan
membantu rahim untuk mengkerut kembali ke ukuran sebelum hamil dengan
lebih cepat (itulah) sebabnya rasa kram yang ibu rasakan selama hari-hari
pertama pasca lahir terasa meningkat ketika bayi menghisap payudara), yang
demikian akan mengurangi keluarnya lochia (pengeluaran pasca lahir)
dengan lebih cepat. Dan ia akan mempercepat hilangnya kelebihan berat
tubuh akibat kehamilan., dengan membakar lebih dari 500 kalori ekstra setiap
harinya. Asal Anda tahu, bahwa sebagian berat tubuh tersebut terdapat
dalam bentuk lemak yang dicadangkan khususnya untuk membantu Anda
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
memproduksi susu; dan sekaranglah kesempatan bagi Anda untuk
menggunaknnya.
Pencegah kehamilan
Ibu yang menyusui tidak akan mengalami menstruasi untuk beberapa bulan
setelah melahirkan. Pembentukan telur dan menstruasi tidak terjadi pada
kebanyakan ibu yang menyusui sedikitnya sampai bayi mulai mendapatkan
makanan yang cukup berarti (baik dalam bentuk susu formula atau makanan
padat), dan seringkali sampai bayi disapih, dan kadang-kadang sampai
beberapa bulan sesudahnya.
Kemungkinan pengurangi resiko kanker payudara
Meskipun menyusui tampaknya tidak menjamin adanya perlindungan
terhadap kanker payudara yang terjadi setelah menopause, namun terdapat
beberapa bukti yang menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko
kanker payudara di masa sebelumnya.
Menciptakan waktu istirahat
Menyusui menjamin adanya waktu-waktu istirahat di hari-hari Anda (kadangkadang
lebih sering daripada yang Anda inginkan). Pasca melahirkan, Anda
membutuhkan waktu istrirahat. Dan waktu tersebut akan lebih banyak Anda
dapatkan saat Anda me0nyusui bayi Anda.
Pemberian susu yang tidak terlalu repot di malam hari
Bayi yang baru lahir tidak mengenal waktu. Ia akan bangun dan menangis di
malam hari jika ia lapar atau yang lain. Dengan memberi ASI, Anda tidak
perlu repot-repot mempersiapkannya. Ini sangat memudahkan Anda.
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Relasi yang kuat antara ibu dengan bayi
Keuntungan menyusui yang paling berharga adalah ikatan yang terbentuk
antara ibu dengan anak. Pada menyusui terdapat kontak antar kulit dan
mata, terdapat pula kesempatan untuk memeluk dan berbincang-bincang
dengan bayi Anda. Memang benar, Anda mendapatkan kenikmatan yang
sama ketika memberikan susu botol, tetapi Anda harus melakukan lebih
banyak usaha dengan sadar, karena Anda akan sering menghadai godaan
untuk menyerahkan pekerjaan ini kepada orang lain, misalnya ketika Anda
letih, atau menyodorkan begitu saja ketika Anda sibuk.
Penyakit yang dapat dicegah dengan ASI
Beberapa penyakit berikut bisa dihindari oleh bayi Anda, jika Anda
memberikan ASI kepadanya :
- meningitis bakterialis (peradangan selaput otak yang
disebabkan bakteri)
- ISPA (infeksi Saluran Pernafasan Atas)
- Infeksi saluran urogenital (infeksi pada organ reproduksi dan
saluran kemih)
- Otitis media ( peradangan telinga)
- Sepsis (infeksi dalam darah)
- Botulism (keracunan akibat makanan/minuman)
- Diare
- Serangan alergi
- Diabetes pada usia muda
- Penyakit pembuluh darah koroner
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
Disamping itu hasil riset telah membuktikan :
- serangan radang paru-paru pada bayi yang menyusu ASI turun
7 kali dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI
- ISPA 5 kali lebih sering menimpa bayi yang tidak diberi ASI
daripada bayi yang diberi ASI
- Bayi yang tak diberi ASI terbukti 4 kali lebih sering terkena
sepsis dan meningitis dibandingkan bayi dengan ASI
- Bayi yang tak diberi ASI 17 kali lebih sering terkena diare
dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI
- Limphoma maligna (salah satu penyakit ganas di organ limfa)
juga dialami 6-8 kali pada bayi yang tak diberi ASI.
ASI dan KECERDASAN
Pertumbuhan otak bayi akan optimal jika diberi ASI ekslusif selama 6 bulan
serta tetap diberi ASI dan makanan padat sampai usia dua tahun atau lebih.
Ini juga sedah terbukti dari beberapa hasil penelitian. Berikut beberapa
datanya :
- hasil penelitian terhadap 1.000 bayi prematur membuktikan,
bayi prematur yang diberi ASI eksklusif memiliki IQ lebih tinggi
(8,3 poin) dibandingkan bayi yang tak diberi ASI
CARA BENAR
MERAWAT BAYI
AL ARIF, Sked © 2004 HTTP://WWW.ANAKJENIUS.COM
- pada bayi yang diberi ASI eksludsif, IQ mereka pada saat
berusia 9,5 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi dibandingkan
anak yang sebelumnya tak diberi ASI
- Penelitian yang dilakukan Universitas Bristol, Aerika,
menunjukkan anak yang diberi ASI rata-rata memiliki
kecerdfasan lebih dibandingkan anak yang tak diberi Asi
eksklusif
- Penelitian terhadap 400 anak dengan menggunakan berbagai
tes, menunjukkan IQ tertinggi (di atas 130) dicapai anak yang
memperolah ASI antara 4-9 bulan lamanya
- Sebanyak 299 bayi di Spanyol diteliti sejak lahir sampai usia 2
tahun. Hasilnya menunjukkan perkembangan mental bayi tanpa
ASI lebih rendah dibandingkan bayi yang disusui ASI eksklusif
- Di New Zealand, bayi-bayi yang disusui ASI eksklusif
menunjukkan perkembangan bahasa dan IQ yang lebih tinggi
pada usia 3,5 dan 7 tahun
- Di New Zealand, penelitian pada tahun 1998 terhadap 1.000
anak selama 18 tahun menunjukkan bayi yang diberi ASI
mempunyai IQ dan mancapai tingkat akademik lebih tinggi
- Pada tahun 2002, dari dua tes intellegensi yang berbeda, IQ
meningkat sesuai dengan lamanya bayi disusui.
Jumat, 05 Desember 2008
NGGAK HARUS NGEMIL LHOOOO
Ibu Hamil Tak Harus Ngemil
Porsi makan wanita berbadan dua alias sedang mengandung biasanya lebih besar daripada wanita berbadan satu. Mestinya memang bukan asal makan, melainkan memperhatikan mutu dan komposisi zat-zat gizi yang terkandung dalam makanannya. Ibu hamil tak harus ngemil, cukup mengikuti pola konsumsi seperti sajian berikut ini.
Kehamilan merupakan saat yang membahagiakan karena akan ada anggota baru di dalam sebuah keluarga. Karena itu, kerap kali ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk menyantap makanan dalam porsi yang berlebih. Artinya, makan lebih banyak dibandingkan dengan ketika belum mengandung. Alasannya, ibu hamil tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin dalam kandungannya.
Betul sekali. Namun, sebenarnya, penekanan pada jumlah atau kuantitas itu kurang tepat. Yang lebih ditekankan mestinya kualitas ataupun komposisi zat-zat gizi, sebab faktor ini lebih efektif dan fungsional untuk kesehatan ibu maupun pertumbuhan janinnya.
Setiap tahap berbeda
Pada setiap tahap kehamilan, seorang ibu hamil membutuhkan makanan dengan kandungan zat-zat gizi yang berbeda dan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan perkembangan janin.
Masa kehamilan ibu dibagi dalam tiga tahapan atau trimester. Trimester pertama, saat kehamilan mencapai usia 1 - 3 bulan, adalah masa penyesuaian tubuh ibu terhadap awal kehamilannya. Karena pada tiga bulan pertama ini pertumbuhan janin masih lambat, penambahan kebutuhan zat-zat gizinya pun masih relatif kecil.
Pada tahap ini ibu hamil memasuki masa anabolisme yaitu masa untuk menyimpan zat gizi sebanyak-banyaknya dari makanan yang disantap setiap hari untuk cadangan persediaan pada trimester berikutnya. Dalam keadaaan ini biasanya ibu hamil mengalami mual, muntah-muntah, dan tidak berselera makan, sehingga asupan makanan perlu diatur. Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk kering, porsi kecil, dan frekuensi pemberian yang sering. Jika diperlukan, bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun, hal itu perlu konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
Memasuki trimester kedua, saat kehamilan berusia 4 - 6 bulan, janin mulai tumbuh pesat dibandingkan dengan sebelumnya. Kecepatan pertumbuhan itu mencapai 10 gram per hari. Tubuh ibu juga mengalami perubahan dan adaptasi, misalnya pembesaran payudara dan mulai berfungsinya rahim serta plasenta. Untuk itu, peningkatan kualitas gizi sangat penting karena pada tahap ini ibu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lainnya untuk cadangan sebagai bahan pembentuk ASI (air susu ibu) saat menyusui nanti.
Sedangkan pada tahap terakhir atau trimester ketiga, ketika usia kehamilan mencapai 7 - 9 bulan, dibutuhkan vitamin dan mineral untuk mendukung pesatnya pertumbuhan janin dan pembentukan otak. Kebutuhan energi janin didapat dari cadangan energi yang disimpan ibu selama tahap sebelumnya.
Dengan kondisi semacam itu, pola konsumsi ibu hamil tetap mengacu pada formula "4 sehat 5 sempurna", yang diyakini para ahli gizi mengandung tiga golongan utama makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh. Yaitu sumber zat tenaga yang didapat dari makanan sumber karbohidrat dan lemak seperti padi-padian, kentang, umbi-umbian, jagung, sagu, tepung-tepungan, roti, mi, minyak, mentega; sumber zat pembangun berasal dari konsumsi protein seperti telur, daging, tahu, tempe, ikan, dan kacang-kacangan; kemudian sumber zat pengatur yang berasal dari vitamin dan mineral didapat dari sayuran dan buah-buahan.
Untuk memenuhi ketiga unsur gizi penting itu, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi bahan makanan secara proporsional yang meliputi padi-padian atau serelia, kacang-kacangan, daging, ikan, telur, sayur, buah, susu, dan lemak.
Pedoman menu
Berikut ini pedoman untuk menyusun menu bagi ibu hamil:
1. Makan dua kali lebih dari biasanya, bukan hanya dalam jumlah porsi, namun lebih ditekankan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.
2. Makanan dapat diberikan 4 - 6 kali waktu makan sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan memaksa untuk menghabiskan makanan yang tersaji jika merasa mual, pusing, dan ingin muntah.
3. Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi dan yang merangsang seperti cabe, makanan bergas seperti nangka, nanas dan durian, serta yang beralkohol semacam tape.
4. Usahakan mengkonsumsi makanan dalam komposisi seimbang, dengan susunan yang meliputi 2 piring nasi @ 250 g, 90 g daging atau ikan, sebutir telur, 60 g kacang-kacangan, 3 porsi sayur @ 100 g, 2 porsi buah-buahan @ 100 g, segelas susu atau yoghurt, atau seiris keju sebagai ganti serta 1 sdm minyak atau lemak.
5. Berikan minum 1/2 jam sehabis makan. Perbanyak minum air putih, sari buah seperti air jeruk, air tomat, sari wortel, air rebusan kacang hijau sebagai pengganti cairan yang keluar, karena ibu hamil lebih banyak berkeringat dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang terdesak oleh pertumbuhan janin. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi, coklat, dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi.
6. Hindari konsumsi bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna yang dimasukkan ke dalam bahan pangan, karena dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin, yang sering dihubungkan dengan cacat bawaaan dan kelainan bayi saat lahir. Waspadai tulisan pada kemasan seperti amaranth, potassium nitrit, sodium nitrit, sodium nitrat, formalin, boraks, sianida, rodhamin B, dsb.
7. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak namun rendah kandungan zat gizi, makanan siap saji, makanan kecil, coklat, karena akan mengakibatkan mual dan muntah.
8. Bagi ibu yang hamil muda, konsumsilah makanan dalam bentuk kering, porsi kecil dan frekuensi sering, misalnya biskuit marie dan jenis-jenis biskuit yang lain, karena biasanya mereka tidak berselera makan.
9. Hindari konsumsi makanan laut dan daging yang pengolahannya tidak sempurna karena besar risikonya tercemar kuman dan bakteri yang membahayakan. Untuk menghindarinya, masaklah makanan sampai matang benar, dan cuci makanan untuk menjaga kebersihan, terutama buah dan sayuran sampai bersih sebelum dikonsumsi.
10. Tetap beraktivitas dan bergerak, misalnya dengan jalan santai di pagi hari.
Zat-zat gizi penting
Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut:
1. Sumber tenaga, digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi, pembentukan sel-sel baru, pemberian makanan dari ibu ke bayi melalui plasenta, serta pembentukan enzim dan hormon penunjang pertumbuhan janin.
Kekurangan energi dalam asupan makanan yang dikonsumsi menyebabkan tidak tercapainya penambahan berat badan ideal dari ibu hamil yaitu sekitar 11 - 14 kg. Kekurangan itu akan diambil dari persediaan protein yang dipecah menjadi energi.
2. Protein, diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru janin. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, keguguran, bayi lahir dengan berat badan kurang, serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak.
3. Vitamin, dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu dan janin. Misalnya, vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan, vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi, vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh, vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia, dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium.
4. Mineral, antara lain :
1. Kalsium, digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. Jika ibu hamil kekurangan kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu. Ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis. Untuk itu, si ibu perlu mengkonsumsi susu, telur, keju, kacang-kacangan, atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik.
2. Zat besi, erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis selama kehamilan, yang disebabkan oleh :
o Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
o Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
o Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita, sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan zat besi dan mengembalikan persediaan darah yang hilang akibat persalinan sebelumnya.
Wanita hamil cenderung terkena anemia pada tiga bulan terakhir kehamilannya karena pada masa ini, janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. Penanganannya, pertama, menggunakan terapi obat dengan memberikan tablet zat besi (ferosulfat) 30 - 60 mg per hari, tergantung pada berat ringannya anemia. Kedua, terapi diet dengan meningkatkan konsumsi bahan makanan tinggi besi seperti susu, daging, dan sayuran hijau. (Trisno Haryanto, ahli gizi dan dietetik, lulusan Akademi Gizi, Malang)
Porsi makan wanita berbadan dua alias sedang mengandung biasanya lebih besar daripada wanita berbadan satu. Mestinya memang bukan asal makan, melainkan memperhatikan mutu dan komposisi zat-zat gizi yang terkandung dalam makanannya. Ibu hamil tak harus ngemil, cukup mengikuti pola konsumsi seperti sajian berikut ini.
Kehamilan merupakan saat yang membahagiakan karena akan ada anggota baru di dalam sebuah keluarga. Karena itu, kerap kali ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk menyantap makanan dalam porsi yang berlebih. Artinya, makan lebih banyak dibandingkan dengan ketika belum mengandung. Alasannya, ibu hamil tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk janin dalam kandungannya.
Betul sekali. Namun, sebenarnya, penekanan pada jumlah atau kuantitas itu kurang tepat. Yang lebih ditekankan mestinya kualitas ataupun komposisi zat-zat gizi, sebab faktor ini lebih efektif dan fungsional untuk kesehatan ibu maupun pertumbuhan janinnya.
Setiap tahap berbeda
Pada setiap tahap kehamilan, seorang ibu hamil membutuhkan makanan dengan kandungan zat-zat gizi yang berbeda dan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan perkembangan janin.
Masa kehamilan ibu dibagi dalam tiga tahapan atau trimester. Trimester pertama, saat kehamilan mencapai usia 1 - 3 bulan, adalah masa penyesuaian tubuh ibu terhadap awal kehamilannya. Karena pada tiga bulan pertama ini pertumbuhan janin masih lambat, penambahan kebutuhan zat-zat gizinya pun masih relatif kecil.
Pada tahap ini ibu hamil memasuki masa anabolisme yaitu masa untuk menyimpan zat gizi sebanyak-banyaknya dari makanan yang disantap setiap hari untuk cadangan persediaan pada trimester berikutnya. Dalam keadaaan ini biasanya ibu hamil mengalami mual, muntah-muntah, dan tidak berselera makan, sehingga asupan makanan perlu diatur. Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk kering, porsi kecil, dan frekuensi pemberian yang sering. Jika diperlukan, bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun, hal itu perlu konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
Memasuki trimester kedua, saat kehamilan berusia 4 - 6 bulan, janin mulai tumbuh pesat dibandingkan dengan sebelumnya. Kecepatan pertumbuhan itu mencapai 10 gram per hari. Tubuh ibu juga mengalami perubahan dan adaptasi, misalnya pembesaran payudara dan mulai berfungsinya rahim serta plasenta. Untuk itu, peningkatan kualitas gizi sangat penting karena pada tahap ini ibu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lainnya untuk cadangan sebagai bahan pembentuk ASI (air susu ibu) saat menyusui nanti.
Sedangkan pada tahap terakhir atau trimester ketiga, ketika usia kehamilan mencapai 7 - 9 bulan, dibutuhkan vitamin dan mineral untuk mendukung pesatnya pertumbuhan janin dan pembentukan otak. Kebutuhan energi janin didapat dari cadangan energi yang disimpan ibu selama tahap sebelumnya.
Dengan kondisi semacam itu, pola konsumsi ibu hamil tetap mengacu pada formula "4 sehat 5 sempurna", yang diyakini para ahli gizi mengandung tiga golongan utama makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh. Yaitu sumber zat tenaga yang didapat dari makanan sumber karbohidrat dan lemak seperti padi-padian, kentang, umbi-umbian, jagung, sagu, tepung-tepungan, roti, mi, minyak, mentega; sumber zat pembangun berasal dari konsumsi protein seperti telur, daging, tahu, tempe, ikan, dan kacang-kacangan; kemudian sumber zat pengatur yang berasal dari vitamin dan mineral didapat dari sayuran dan buah-buahan.
Untuk memenuhi ketiga unsur gizi penting itu, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi bahan makanan secara proporsional yang meliputi padi-padian atau serelia, kacang-kacangan, daging, ikan, telur, sayur, buah, susu, dan lemak.
Pedoman menu
Berikut ini pedoman untuk menyusun menu bagi ibu hamil:
1. Makan dua kali lebih dari biasanya, bukan hanya dalam jumlah porsi, namun lebih ditekankan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.
2. Makanan dapat diberikan 4 - 6 kali waktu makan sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan memaksa untuk menghabiskan makanan yang tersaji jika merasa mual, pusing, dan ingin muntah.
3. Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi dan yang merangsang seperti cabe, makanan bergas seperti nangka, nanas dan durian, serta yang beralkohol semacam tape.
4. Usahakan mengkonsumsi makanan dalam komposisi seimbang, dengan susunan yang meliputi 2 piring nasi @ 250 g, 90 g daging atau ikan, sebutir telur, 60 g kacang-kacangan, 3 porsi sayur @ 100 g, 2 porsi buah-buahan @ 100 g, segelas susu atau yoghurt, atau seiris keju sebagai ganti serta 1 sdm minyak atau lemak.
5. Berikan minum 1/2 jam sehabis makan. Perbanyak minum air putih, sari buah seperti air jeruk, air tomat, sari wortel, air rebusan kacang hijau sebagai pengganti cairan yang keluar, karena ibu hamil lebih banyak berkeringat dan sering buang air kecil karena kandung kemih yang terdesak oleh pertumbuhan janin. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi, coklat, dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi.
6. Hindari konsumsi bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna yang dimasukkan ke dalam bahan pangan, karena dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin, yang sering dihubungkan dengan cacat bawaaan dan kelainan bayi saat lahir. Waspadai tulisan pada kemasan seperti amaranth, potassium nitrit, sodium nitrit, sodium nitrat, formalin, boraks, sianida, rodhamin B, dsb.
7. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak namun rendah kandungan zat gizi, makanan siap saji, makanan kecil, coklat, karena akan mengakibatkan mual dan muntah.
8. Bagi ibu yang hamil muda, konsumsilah makanan dalam bentuk kering, porsi kecil dan frekuensi sering, misalnya biskuit marie dan jenis-jenis biskuit yang lain, karena biasanya mereka tidak berselera makan.
9. Hindari konsumsi makanan laut dan daging yang pengolahannya tidak sempurna karena besar risikonya tercemar kuman dan bakteri yang membahayakan. Untuk menghindarinya, masaklah makanan sampai matang benar, dan cuci makanan untuk menjaga kebersihan, terutama buah dan sayuran sampai bersih sebelum dikonsumsi.
10. Tetap beraktivitas dan bergerak, misalnya dengan jalan santai di pagi hari.
Zat-zat gizi penting
Zat-zat gizi yang perlu mendapat perhatian dalam konsumsi ibu hamil adalah sebagai berikut:
1. Sumber tenaga, digunakan untuk tumbuh kembang janin dan proses perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang meliputi, pembentukan sel-sel baru, pemberian makanan dari ibu ke bayi melalui plasenta, serta pembentukan enzim dan hormon penunjang pertumbuhan janin.
Kekurangan energi dalam asupan makanan yang dikonsumsi menyebabkan tidak tercapainya penambahan berat badan ideal dari ibu hamil yaitu sekitar 11 - 14 kg. Kekurangan itu akan diambil dari persediaan protein yang dipecah menjadi energi.
2. Protein, diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru janin. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, keguguran, bayi lahir dengan berat badan kurang, serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak.
3. Vitamin, dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu dan janin. Misalnya, vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan, vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi, vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh, vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia, dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium.
4. Mineral, antara lain :
1. Kalsium, digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. Jika ibu hamil kekurangan kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambilkan dari cadangan kalsium pada tulang ibu. Ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis. Untuk itu, si ibu perlu mengkonsumsi susu, telur, keju, kacang-kacangan, atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik.
2. Zat besi, erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis selama kehamilan, yang disebabkan oleh :
o Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
o Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
o Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi pada wanita, sehingga tidak mampu menyuplai kebutuhan zat besi dan mengembalikan persediaan darah yang hilang akibat persalinan sebelumnya.
Wanita hamil cenderung terkena anemia pada tiga bulan terakhir kehamilannya karena pada masa ini, janin menimbun cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. Penanganannya, pertama, menggunakan terapi obat dengan memberikan tablet zat besi (ferosulfat) 30 - 60 mg per hari, tergantung pada berat ringannya anemia. Kedua, terapi diet dengan meningkatkan konsumsi bahan makanan tinggi besi seperti susu, daging, dan sayuran hijau. (Trisno Haryanto, ahli gizi dan dietetik, lulusan Akademi Gizi, Malang)
JADWAL IMUN
Jadwal Imunisasi
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Periode 2004* (* Revisi September 2003)
Vaksin Umur pemberian Imunisasi
Bulan Tahun
Lhr 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 2 3 5 6 10 12
Program Pengembangan Imunisasi (PPI, diwajibkan)
BCG
Hepatitis B 1 2 3
Polio 0 1 2 3 4 5
DTP 1 2 3 4 5 6 dT atau TT
Campak 1 2
Program Pengembangan Imunisasi Non PPI (Non PPI, dianjurkan)
Hib 1 2 3 4
MMR 1 2
Tifoid Ulangan, tiap 3 tahun
Hepatitis A Diberikan 2x, interval
6 - 12bl
Varisela
Keterangan Jadwal Imunisasi IDAI, Periode 2004
Umur Vaksin Keterangan
Saat lahir Hepatitis B-1
Polio-0 HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.
Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
1 bulan Hepatitis B-2 Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
0-2 bulan BCG BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada umur >3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu dan BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2 bulan DTP-1
Hib-1
Polio-1 DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T)
Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1.
Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-1
4 bulan DTP-2
Hib-2
Polio-2 DTP-2 (DTwP atau DTaP) dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T)
Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2
Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-2
6 bulan DTP-3
Hib-3
Polio-3 DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T)
Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.
Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3
6 bulan Hepatitis B-3 HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapat respons imun optimal interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
9 bulan Campak-1 Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SD kl 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapat MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan
15-18 bulan MMR
Hib-4 Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapat imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bln
Hib-4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T atau PRP-OMP).
18 bulan DTP-4
Polio-4 DTP-4 (DTwP atau DTaP) diberikan 1 tahun setelah DTP-3.
Polio-4 diberikan bersamaan dengan DTP-5
2 tahun Hepatitis A Vaksin HepA direkomendasikan pada umur >2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.
2-3 tahun Tifoid Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur >2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.
5 tahun DTP-5
Polio-5 DTP-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwp/DTap)
Polio-5 diberikan bersamaan dengan DTP-5
6 tahun MMR Diberikan untuk catch-up imunization pada anak yang belum mendapat MMR-1
10 tahun dT/TT
Varisela Menjelang pubertas vaksin tetanus ke-5 (dT atau TT) diberikan untuk mendapat imunitas selama 25 tahun.
Vaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun.
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Periode 2004* (* Revisi September 2003)
Vaksin Umur pemberian Imunisasi
Bulan Tahun
Lhr 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 2 3 5 6 10 12
Program Pengembangan Imunisasi (PPI, diwajibkan)
BCG
Hepatitis B 1 2 3
Polio 0 1 2 3 4 5
DTP 1 2 3 4 5 6 dT atau TT
Campak 1 2
Program Pengembangan Imunisasi Non PPI (Non PPI, dianjurkan)
Hib 1 2 3 4
MMR 1 2
Tifoid Ulangan, tiap 3 tahun
Hepatitis A Diberikan 2x, interval
6 - 12bl
Varisela
Keterangan Jadwal Imunisasi IDAI, Periode 2004
Umur Vaksin Keterangan
Saat lahir Hepatitis B-1
Polio-0 HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.
Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
1 bulan Hepatitis B-2 Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
0-2 bulan BCG BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada umur >3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu dan BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2 bulan DTP-1
Hib-1
Polio-1 DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T)
Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1.
Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-1
4 bulan DTP-2
Hib-2
Polio-2 DTP-2 (DTwP atau DTaP) dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T)
Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2
Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-2
6 bulan DTP-3
Hib-3
Polio-3 DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T)
Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.
Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3
6 bulan Hepatitis B-3 HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapat respons imun optimal interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
9 bulan Campak-1 Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SD kl 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapat MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan
15-18 bulan MMR
Hib-4 Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapat imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bln
Hib-4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T atau PRP-OMP).
18 bulan DTP-4
Polio-4 DTP-4 (DTwP atau DTaP) diberikan 1 tahun setelah DTP-3.
Polio-4 diberikan bersamaan dengan DTP-5
2 tahun Hepatitis A Vaksin HepA direkomendasikan pada umur >2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.
2-3 tahun Tifoid Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur >2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.
5 tahun DTP-5
Polio-5 DTP-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwp/DTap)
Polio-5 diberikan bersamaan dengan DTP-5
6 tahun MMR Diberikan untuk catch-up imunization pada anak yang belum mendapat MMR-1
10 tahun dT/TT
Varisela Menjelang pubertas vaksin tetanus ke-5 (dT atau TT) diberikan untuk mendapat imunitas selama 25 tahun.
Vaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun.
WAKTU MENGHUBUNGI DOKTER
KAPAN HARUS MENGHUBUNGI DOKTER
DEMAM:
Pada umumnya, demam tidak membahayakan, namun demikian, ada beberapa kondisi dimana orang tua harus waspada. Pada bayi misalnya, semakin muda usianya,orang tua harus harus semakin waspada. Tengok patokan umum di bawah ini;
pada bayi yang lebih tua (usia 6 bulan atau lebih), kita baru menghubungi dokter bila suhunya mendekati 40°C. Pada bayi yang lebih muda, dianjurkan untuk menghubungi dokter bila suhunya 38°C atau lebih.
. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38°C
. Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.5°C
. Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40°C
Selain tingginya suhu tubuh, dokter juga perlu dihubungi pada beberapa kondisi berikut ini:
- Apabila kondisi anak memburuk
- Demam sudah berlangsung 72 jam
- Susah minum atau tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
- Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
- Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
- Kejang atau kaku kuduk leher
- Sakit kepala hebat yang menetap
- Sesak napas
- Muntah, diare terus-menerus
SELESMA:
- Demam lebih dari 72 jam
- Batuk lebih dari satu minggu; atau batuk hebat dengan muntah-muntah.
- Rewel dan letargi
- Sesak napas atau tampak kebiruian sekitar bibir dan mulut
- Jarang buang air kecil (lihat dehidrasi) atau tidak mau minum
- Dahak ada darahnya
- "Ingus" hijau kental lebih dari 2 minggu
BATUK:
- Mengalami kesulitan bernapas atau bernapas dengan sekuat tenaga (otot-otot pernapasan tambahan ikut dikerahkan sehingga tampak otot-otot di sela-sela iga tertarik ke dalam, otot di atas belikat juga tertarik ke dalam, napas cuping hidung);
- Kebiruan di bibir, lidah atau wajah;
- Demam tinggi terutama bila tidak ada batuk pilek; sedangkan pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, dokter harus tetap dihubungi (tanpa memandang tingginya demam);
- Bayi berusia £ 3 bulan yang terbatuk-batuk selama beberapa jam;
- Bila terdengar suara whooping saat bernapas sesudah terbatuk;
- Bila batuk ada darahnya (kecuali bila anak baru saja mengalami mimisan,maka biasanya darah di batuknya tidak perlu dikhawatirkan);
DIARE:
- Popoknya tidak basah selama 8 jam, serta tanda-tanda dehidrasi yang sudah dikemukakan di atas.
- Demam tinggi.
- Tinjanya berdarah.
- Mengantuk luar biasa, lemas, sulit dibangunkan.
- Bila anaknya mengalami diare kronis.
INFEKSI TELINGA:
Bawa anak ke dokter bila anda mencurigai adanya otitis media. Namun harap diingat, dokter tidak otomatis akan memberikan antibiotika setiap kali telinga anak terlihat merah.
- Bayi dan anak kecil berisiko untuk kerap terkena infeksi telinga
- Otitis media tidak selalu harus diobati dengan antibiotika
- Untuk beberapa lama (sampai dengan 3 bulan) sesudah otitis media, akan terdapat cairan di rongga telinga tengah. Ini merupakan kondisi yang normal dan tidak membutuhkan pengobatan apapun.
MUNTAH:
Muntah yang tidak disertai dengan gejala lain dan tidak berulang, biasanya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Bawa segera anak ke rumah sakit bila:
- Muntah kehijauan.
- Sakit perut selama 6 jam.
- Bintik-bintik merah muda/keunguan yang tidak hilang saat ditekan.
Hubungi dokter bila anak menunjukkan gejala berikut:
- Bayi muntah-muntah selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam
- Apabila bayi menunjukkan gejala dehidrasi (ubun-ubun besar cekung (bayi), matanya cekung, bibir kering; buang air kecil sedikit dan berwarna lebih tua dari biasanya; elastisitas kulit menurun.
- Tidak mau minum.
- Mengantuk luar biasa dan rewel.
KONDISI GAWAT DARURAT: KENALILAH
- Mengantuk luar biasa (drowsiness). Kesadaran agak menurun, kontak mata berkurang. Berbagai rangsangan (termasuk rangsangan suara) tidak menimbulkan respons dari pihak si anak
- Letargi atau penurunan aktivitas. Anak berbaring lunglai, kaki dan tangan jarang digerakkan. Anak juga tidak tertarik untuk terlibat dalam suatu kegiatan.
- Gangguan napas. Anak bernapas dengan cepat atau merintih saat bernapas, atau setiap kali menarik napas, otot-otot dada tertarik ke dalam.
- Tidak mau minum atau makan (poor feeding). Minum jauh lebih sedikit dari biasanya. Bayi tidak mau menetek atau meneteknya sangat jarang dan hisapannya lemah. Bayi non ASI hanya minum separuh dari kebutuhannya dalam 24 jam. Bayi juga samasekali menolak makan.
- Muntah menyemprot. Muntah ini tidak ada kaitannya dengan makan atau minum, tidak ada pula kaitannya dengan batuk. Muntah kuat terjadi secara tiba-tiba. Pikirkan kemungkinan adanya peningkatan tekanan di rongga kepala seperti yang biasa terjadi pada meningitis.
- Produksi urin berkurang atau dehidrasi berat. Anak buang air kecil kurang dari 4 kali dalam 24 jam (popoknya tetap kering selama 6 - 8 jam).
- Bayi tersedak (bayi tidak bisa bernapas, muka menjadi merah lalu biru).
- Diare terus menerus selama 12 jam terakhir. Muntah-muntah hebat.
- Kondisi lain yang juga perlu untuk dibawa ke unit layanan kesehatan adalah muntah berwana hijau, kejang berulang atau lama, demam tinggi (terutama demam pada bayiberusia kurang dari 6 bulan), hernia, rewel terus menerus dan sulit ditenangkan
DEMAM:
Pada umumnya, demam tidak membahayakan, namun demikian, ada beberapa kondisi dimana orang tua harus waspada. Pada bayi misalnya, semakin muda usianya,orang tua harus harus semakin waspada. Tengok patokan umum di bawah ini;
pada bayi yang lebih tua (usia 6 bulan atau lebih), kita baru menghubungi dokter bila suhunya mendekati 40°C. Pada bayi yang lebih muda, dianjurkan untuk menghubungi dokter bila suhunya 38°C atau lebih.
. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38°C
. Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.5°C
. Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40°C
Selain tingginya suhu tubuh, dokter juga perlu dihubungi pada beberapa kondisi berikut ini:
- Apabila kondisi anak memburuk
- Demam sudah berlangsung 72 jam
- Susah minum atau tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
- Rewel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
- Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
- Kejang atau kaku kuduk leher
- Sakit kepala hebat yang menetap
- Sesak napas
- Muntah, diare terus-menerus
SELESMA:
- Demam lebih dari 72 jam
- Batuk lebih dari satu minggu; atau batuk hebat dengan muntah-muntah.
- Rewel dan letargi
- Sesak napas atau tampak kebiruian sekitar bibir dan mulut
- Jarang buang air kecil (lihat dehidrasi) atau tidak mau minum
- Dahak ada darahnya
- "Ingus" hijau kental lebih dari 2 minggu
BATUK:
- Mengalami kesulitan bernapas atau bernapas dengan sekuat tenaga (otot-otot pernapasan tambahan ikut dikerahkan sehingga tampak otot-otot di sela-sela iga tertarik ke dalam, otot di atas belikat juga tertarik ke dalam, napas cuping hidung);
- Kebiruan di bibir, lidah atau wajah;
- Demam tinggi terutama bila tidak ada batuk pilek; sedangkan pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, dokter harus tetap dihubungi (tanpa memandang tingginya demam);
- Bayi berusia £ 3 bulan yang terbatuk-batuk selama beberapa jam;
- Bila terdengar suara whooping saat bernapas sesudah terbatuk;
- Bila batuk ada darahnya (kecuali bila anak baru saja mengalami mimisan,maka biasanya darah di batuknya tidak perlu dikhawatirkan);
DIARE:
- Popoknya tidak basah selama 8 jam, serta tanda-tanda dehidrasi yang sudah dikemukakan di atas.
- Demam tinggi.
- Tinjanya berdarah.
- Mengantuk luar biasa, lemas, sulit dibangunkan.
- Bila anaknya mengalami diare kronis.
INFEKSI TELINGA:
Bawa anak ke dokter bila anda mencurigai adanya otitis media. Namun harap diingat, dokter tidak otomatis akan memberikan antibiotika setiap kali telinga anak terlihat merah.
- Bayi dan anak kecil berisiko untuk kerap terkena infeksi telinga
- Otitis media tidak selalu harus diobati dengan antibiotika
- Untuk beberapa lama (sampai dengan 3 bulan) sesudah otitis media, akan terdapat cairan di rongga telinga tengah. Ini merupakan kondisi yang normal dan tidak membutuhkan pengobatan apapun.
MUNTAH:
Muntah yang tidak disertai dengan gejala lain dan tidak berulang, biasanya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Bawa segera anak ke rumah sakit bila:
- Muntah kehijauan.
- Sakit perut selama 6 jam.
- Bintik-bintik merah muda/keunguan yang tidak hilang saat ditekan.
Hubungi dokter bila anak menunjukkan gejala berikut:
- Bayi muntah-muntah selama 6 jam terakhir atau anak selama 12 jam
- Apabila bayi menunjukkan gejala dehidrasi (ubun-ubun besar cekung (bayi), matanya cekung, bibir kering; buang air kecil sedikit dan berwarna lebih tua dari biasanya; elastisitas kulit menurun.
- Tidak mau minum.
- Mengantuk luar biasa dan rewel.
KONDISI GAWAT DARURAT: KENALILAH
- Mengantuk luar biasa (drowsiness). Kesadaran agak menurun, kontak mata berkurang. Berbagai rangsangan (termasuk rangsangan suara) tidak menimbulkan respons dari pihak si anak
- Letargi atau penurunan aktivitas. Anak berbaring lunglai, kaki dan tangan jarang digerakkan. Anak juga tidak tertarik untuk terlibat dalam suatu kegiatan.
- Gangguan napas. Anak bernapas dengan cepat atau merintih saat bernapas, atau setiap kali menarik napas, otot-otot dada tertarik ke dalam.
- Tidak mau minum atau makan (poor feeding). Minum jauh lebih sedikit dari biasanya. Bayi tidak mau menetek atau meneteknya sangat jarang dan hisapannya lemah. Bayi non ASI hanya minum separuh dari kebutuhannya dalam 24 jam. Bayi juga samasekali menolak makan.
- Muntah menyemprot. Muntah ini tidak ada kaitannya dengan makan atau minum, tidak ada pula kaitannya dengan batuk. Muntah kuat terjadi secara tiba-tiba. Pikirkan kemungkinan adanya peningkatan tekanan di rongga kepala seperti yang biasa terjadi pada meningitis.
- Produksi urin berkurang atau dehidrasi berat. Anak buang air kecil kurang dari 4 kali dalam 24 jam (popoknya tetap kering selama 6 - 8 jam).
- Bayi tersedak (bayi tidak bisa bernapas, muka menjadi merah lalu biru).
- Diare terus menerus selama 12 jam terakhir. Muntah-muntah hebat.
- Kondisi lain yang juga perlu untuk dibawa ke unit layanan kesehatan adalah muntah berwana hijau, kejang berulang atau lama, demam tinggi (terutama demam pada bayiberusia kurang dari 6 bulan), hernia, rewel terus menerus dan sulit ditenangkan
KETUBAN PECAH DINI
Ketuban Pecah Dini dan Infeksi Intrapartum
KETUBAN PECAH DINI
Ketuban pecah dini ("early rupture of the membrane") : ada bermacam-macam batasan / teori / definisi.
Ada teori yang menghitung berapa jam sebelum in partu, misalnya 2 atau 4 atau 6 jam sebelum in partu.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan serviks pada kala I, misalnya ketuban yang pecah sebelum pembukaan serviks 3 cm atau 5 cm, dan sebagainya.
Prinsipnya adalah ketuban yang pecah "sebelum waktunya".
Masalahnya : Kapan selaput ketuban pecah (spontan) pada persalinan normal ?
Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).
KETUBAN PECAH DINI BERHUBUNGAN ERAT DENGAN
PERSALINAN PRETERM DAN INFEKSI INTRAPARTUM
Patofisiologi
Banyak teori, mulai dari defek kromosom, kelainan kolagen, sampai infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%).
High virulence : bacteroides. Low virulence : lactobacillus.
Kolagen terdapat pada lapisan kompakta amnion, fibroblas, jaringan retikuler korion dan trofoblas.
Sintesis maupun degradasi jaringan kolagen dikontrol oleh sistem aktifitas dan inhibisi interleukin-1 (IL-1) dan prostaglandin.
Jika ada infeksi dan inflamasi, terjadi peningkatan aktifitas IL-1 dan prostaglandin, menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban tipis, lemah dan mudah pecah spontan.
Faktor risiko / predisposisi ketuban pecah dini / persalinan preterm
1. kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga (90%)
2. riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2 - 4x
3. tindakan sanggama : TIDAK berpengaruh kepada risiko, KECUALI jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi
4. perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
5. bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
6. pH vagina di atas 4.5 : risiko 32% (vs. 16%)
7. servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% (vs. 7%)
8. flora vagina abnormal : risiko 2-3x
9. fibronectin > 50 ng/ml : risiko 83% (vs. 19%)
10. kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis, dsb, dapat menjadi stimulasi persalinan preterm
Strategi pada perawatan antenatal
- deteksi faktor risiko
- deteksi infeksi secara dini
- USG : biometri dan funelisasi
Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine.
Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis.
Jika ketuban pecah : jangan sering periksa dalam !! Awasi tanda-tanda komplikasi.
Komplikasi ketuban pecah dini
1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin.
2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang).
4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.
Keadaan / faktor-faktor yang dihubungkan dengan partus preterm
1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm.
3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin.
4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik.
5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia.
6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.
Persalinan preterm (partus prematurus) : persalinan yang terjadi pada usia kehamilan antara 20-37 minggu.
Tanda : kontraksi dengan interval kurang dari 5-8’, disertai dengan perubahan serviks progresif, dilatasi serviks nyata 2 cm atau lebih, serta penipisan serviks berlanjut sampai lebih dari 80%.
Insidens rata-rata di rumahsakit2 besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)
(persalinan preterm - ada kuliahnya sendiri)
INFEKSI INTRAPARTUM
Infeksi intrapartum adalah infeksi yang terjadi dalam masa persalinan / in partu.
Disebut juga korioamnionitis, karena infeksi ini melibatkan selaput janin.
Pada ketuban pecah 6 jam, risiko infeksi meningkat 1 kali. Ketuban pecah 24 jam, risiko infeksi meningkat sampai 2 kali lipat.
Protokol : paling lama 2 x 24 jam setelah ketuban pecah, harus sudah partus.
Patofisiologi
1. ascending infection, pecahnya ketuban menyebabkan ada hubungan langsung antara ruang intraamnion dengan dunia luar.
2. infeksi intraamnion bisa terjadi langsung pada ruang amnion, atau dengan penjalaran infeksi melalui dinding uterus, selaput janin, kemudian ke ruang intraamnion.
3. mungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intrauterin menjalar melalui plasenta (sirkulasi fetomaternal).
4. tindakan iatrogenik traumatik atau higiene buruk, misalnya pemeriksaan dalam yang terlalu sering, dan sebagainya, predisposisi infeksi.
Kuman yang sering ditemukan : Streptococcus, Staphylococcus (gram positif), E.coli (gram negatif), Bacteroides, Peptococcus (anaerob).
Diagnosis infeksi intrapartum
1. febris di atas 38oC (kepustakaan lain 37.8oC)
2. ibu takikardia (>100 denyut per menit)
3. fetal takikardia (>160 denyut per menit)
4. nyeri abdomen, nyeri tekan uterus
5. cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau
6. leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3)
7. pemeriksaan penunjang lain : leukosit esterase (+) (hasil degradasi leukosit, normal negatif), pemeriksaan Gram, kultur darah.
Komplikasi infeksi intrapartum
1. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia), sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.
2. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin.
Prinsip penatalaksanaan
1. pada ketuban pecah, terminasi kehamilan, batas waktu 2 x 24 jam
2. jika ada tanda infeksi intrapartum, terminasi kehamilan / persalinan batas waktu 2 jam.
3. JANGAN TERLALU SERING PERIKSA DALAM
4. bila perlu, induksi persalinan
5. observasi dan optimalisasi keadaan ibu : oksigen !!
6. antibiotika spektrum luas : gentamicin iv 2 x 80 mg, ampicillin iv 4 x 1 mg, amoxicillin iv 3 x 1 mg, penicillin iv 3 x 1.2 juta IU, metronidazol drip.
7. uterotonika : methergin 3 x 1 ampul drip
8. pemberian kortikosteroid : kontroversi. Di satu pihak dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, di lain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan). Di RSCM diberikan, bersama dengan antibiotika spektrum luas. Hasil cukup baik.
Kehamilan Yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi : Preeklamsia atau Toksemia
Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Bila tekanan darah anda meningkat, tubuh anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin anda. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.
Siapakah yang beresiko mengalami preeklamsia?
Berikut ini daftar ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami preeklamsia:
• Baru pertama kali hamil
• Ibu hamil yang ibunya atau saudara perempuannya pernah mengalami preeklamsia
• Ibu hamil dengan kehamilan kembar; ibu hamil usia remaja; dan ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun
• Ibu hamil yang sebelum kehamilannya memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal
Apakah gejala-gejala preeklamsia?
Preeklamsia ringan: Tekanan darah yang tinggi, retensi air, protein dalam urin
Preeklamsia berat: sakit kepala, pandangan kabur, tidak dapat melihat cahaya yang terang, kelelahan, mual/muntah, sedikit buang air kecil (BAK), sakit di perut bagian kanan atas, napas pendek dan cenderung mudah cedera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pandangan kabur, sakit kepala yang parah, sakit di bagian perut, dan/atau jarang sekali BAK.
Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengidap preeklamsia?
Pada pemeriksaan sebelum kelahiran dokter anda akan memeriksa tekanan darah, jumlah urin dan mungkin meminta anda untuk menjalani tes darah yang bisa menunjukkan bila anda mengidap preeklamsia.
Dokter anda juga dapat melakukan beberapa tes, termasuk diantaranya: pemeriksaan ginjal, fungsi pembekuan darah; pemeriksaan dengan USG untuk melihat pertumbuhan janin anda; dan pemindaian dengan alat Doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta.
Bagaimana pengobatan untuk preeklamsia?
Pengobatan yang dilakukan tergantung pada seberapa dekat tanggal perkiraan kelahiran anda. Bila anda sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran, dan bayi anda sudah dianggap sudah cukup berkembang, maka dokter anda mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan bayi anda sesegera mungkin.
Bila anda mengidap preeklamsia sedang dan bayi anda belum berkembang secara penuh, dokter anda mungkin akan merekomendasikan agar anda melakukan hal-hal berikut ini:
• Istirahat, berbaring pada sisi kiri tubuh agar janin anda tidak menindih urat darah.
• Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran
• Mengurangi makan garam
• Minum 8 gelas air per hari
Bila anda mengidap preeklamsia berat, dokter anda mungkin akan mengobatinya dengan memberikan obat-obat untuk menekan tekanan darah sampai perkembangan bayi anda cukup untuk dapat dilahirkan dengan selamat.
Bagaimana preeklamsia dapat mempengaruhi bayi saya?
Preeklamsia dapat membuat plasenta tidak mendapatkan darah dalam jumlah yang cukup. Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah, maka bayi anda tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan makanan. Ini dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat badan rendah.
Kebanyakan ibu hamil yang menderita preeklamsia dapat melahirkan bayi yang sehat bila preeklamsia dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan perawatan teratur sebelum kelahiran.
Bagaimana cara mencegah preeklamsia:
Sampai saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol, ada juga yang tidak. Ikuti instruksi dokter anda mengenai diet dan olahraga.
• Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda
• Minum 6-8 gelas air sehari
• Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood
• Olahraga yang cukup
• Angkat kaki anda beberapa kali dalam sehari
• Hindari minum alkohol
• Hindari minuman yang mengandung kafein
• Dokter anda mungkin akan menyarankan anda untuk minum obat dan makan suplemen tambahan.
KETUBAN PECAH DINI
Ketuban pecah dini ("early rupture of the membrane") : ada bermacam-macam batasan / teori / definisi.
Ada teori yang menghitung berapa jam sebelum in partu, misalnya 2 atau 4 atau 6 jam sebelum in partu.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan serviks pada kala I, misalnya ketuban yang pecah sebelum pembukaan serviks 3 cm atau 5 cm, dan sebagainya.
Prinsipnya adalah ketuban yang pecah "sebelum waktunya".
Masalahnya : Kapan selaput ketuban pecah (spontan) pada persalinan normal ?
Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).
KETUBAN PECAH DINI BERHUBUNGAN ERAT DENGAN
PERSALINAN PRETERM DAN INFEKSI INTRAPARTUM
Patofisiologi
Banyak teori, mulai dari defek kromosom, kelainan kolagen, sampai infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%).
High virulence : bacteroides. Low virulence : lactobacillus.
Kolagen terdapat pada lapisan kompakta amnion, fibroblas, jaringan retikuler korion dan trofoblas.
Sintesis maupun degradasi jaringan kolagen dikontrol oleh sistem aktifitas dan inhibisi interleukin-1 (IL-1) dan prostaglandin.
Jika ada infeksi dan inflamasi, terjadi peningkatan aktifitas IL-1 dan prostaglandin, menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban tipis, lemah dan mudah pecah spontan.
Faktor risiko / predisposisi ketuban pecah dini / persalinan preterm
1. kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga (90%)
2. riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2 - 4x
3. tindakan sanggama : TIDAK berpengaruh kepada risiko, KECUALI jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi
4. perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
5. bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
6. pH vagina di atas 4.5 : risiko 32% (vs. 16%)
7. servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% (vs. 7%)
8. flora vagina abnormal : risiko 2-3x
9. fibronectin > 50 ng/ml : risiko 83% (vs. 19%)
10. kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis, dsb, dapat menjadi stimulasi persalinan preterm
Strategi pada perawatan antenatal
- deteksi faktor risiko
- deteksi infeksi secara dini
- USG : biometri dan funelisasi
Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine.
Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis.
Jika ketuban pecah : jangan sering periksa dalam !! Awasi tanda-tanda komplikasi.
Komplikasi ketuban pecah dini
1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin.
2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang).
4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.
Keadaan / faktor-faktor yang dihubungkan dengan partus preterm
1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm.
3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin.
4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik.
5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia.
6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.
Persalinan preterm (partus prematurus) : persalinan yang terjadi pada usia kehamilan antara 20-37 minggu.
Tanda : kontraksi dengan interval kurang dari 5-8’, disertai dengan perubahan serviks progresif, dilatasi serviks nyata 2 cm atau lebih, serta penipisan serviks berlanjut sampai lebih dari 80%.
Insidens rata-rata di rumahsakit2 besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)
(persalinan preterm - ada kuliahnya sendiri)
INFEKSI INTRAPARTUM
Infeksi intrapartum adalah infeksi yang terjadi dalam masa persalinan / in partu.
Disebut juga korioamnionitis, karena infeksi ini melibatkan selaput janin.
Pada ketuban pecah 6 jam, risiko infeksi meningkat 1 kali. Ketuban pecah 24 jam, risiko infeksi meningkat sampai 2 kali lipat.
Protokol : paling lama 2 x 24 jam setelah ketuban pecah, harus sudah partus.
Patofisiologi
1. ascending infection, pecahnya ketuban menyebabkan ada hubungan langsung antara ruang intraamnion dengan dunia luar.
2. infeksi intraamnion bisa terjadi langsung pada ruang amnion, atau dengan penjalaran infeksi melalui dinding uterus, selaput janin, kemudian ke ruang intraamnion.
3. mungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intrauterin menjalar melalui plasenta (sirkulasi fetomaternal).
4. tindakan iatrogenik traumatik atau higiene buruk, misalnya pemeriksaan dalam yang terlalu sering, dan sebagainya, predisposisi infeksi.
Kuman yang sering ditemukan : Streptococcus, Staphylococcus (gram positif), E.coli (gram negatif), Bacteroides, Peptococcus (anaerob).
Diagnosis infeksi intrapartum
1. febris di atas 38oC (kepustakaan lain 37.8oC)
2. ibu takikardia (>100 denyut per menit)
3. fetal takikardia (>160 denyut per menit)
4. nyeri abdomen, nyeri tekan uterus
5. cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau
6. leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3)
7. pemeriksaan penunjang lain : leukosit esterase (+) (hasil degradasi leukosit, normal negatif), pemeriksaan Gram, kultur darah.
Komplikasi infeksi intrapartum
1. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia), sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.
2. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin.
Prinsip penatalaksanaan
1. pada ketuban pecah, terminasi kehamilan, batas waktu 2 x 24 jam
2. jika ada tanda infeksi intrapartum, terminasi kehamilan / persalinan batas waktu 2 jam.
3. JANGAN TERLALU SERING PERIKSA DALAM
4. bila perlu, induksi persalinan
5. observasi dan optimalisasi keadaan ibu : oksigen !!
6. antibiotika spektrum luas : gentamicin iv 2 x 80 mg, ampicillin iv 4 x 1 mg, amoxicillin iv 3 x 1 mg, penicillin iv 3 x 1.2 juta IU, metronidazol drip.
7. uterotonika : methergin 3 x 1 ampul drip
8. pemberian kortikosteroid : kontroversi. Di satu pihak dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, di lain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan). Di RSCM diberikan, bersama dengan antibiotika spektrum luas. Hasil cukup baik.
Kehamilan Yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi : Preeklamsia atau Toksemia
Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Bila tekanan darah anda meningkat, tubuh anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin anda. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.
Siapakah yang beresiko mengalami preeklamsia?
Berikut ini daftar ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami preeklamsia:
• Baru pertama kali hamil
• Ibu hamil yang ibunya atau saudara perempuannya pernah mengalami preeklamsia
• Ibu hamil dengan kehamilan kembar; ibu hamil usia remaja; dan ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun
• Ibu hamil yang sebelum kehamilannya memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal
Apakah gejala-gejala preeklamsia?
Preeklamsia ringan: Tekanan darah yang tinggi, retensi air, protein dalam urin
Preeklamsia berat: sakit kepala, pandangan kabur, tidak dapat melihat cahaya yang terang, kelelahan, mual/muntah, sedikit buang air kecil (BAK), sakit di perut bagian kanan atas, napas pendek dan cenderung mudah cedera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pandangan kabur, sakit kepala yang parah, sakit di bagian perut, dan/atau jarang sekali BAK.
Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengidap preeklamsia?
Pada pemeriksaan sebelum kelahiran dokter anda akan memeriksa tekanan darah, jumlah urin dan mungkin meminta anda untuk menjalani tes darah yang bisa menunjukkan bila anda mengidap preeklamsia.
Dokter anda juga dapat melakukan beberapa tes, termasuk diantaranya: pemeriksaan ginjal, fungsi pembekuan darah; pemeriksaan dengan USG untuk melihat pertumbuhan janin anda; dan pemindaian dengan alat Doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta.
Bagaimana pengobatan untuk preeklamsia?
Pengobatan yang dilakukan tergantung pada seberapa dekat tanggal perkiraan kelahiran anda. Bila anda sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran, dan bayi anda sudah dianggap sudah cukup berkembang, maka dokter anda mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan bayi anda sesegera mungkin.
Bila anda mengidap preeklamsia sedang dan bayi anda belum berkembang secara penuh, dokter anda mungkin akan merekomendasikan agar anda melakukan hal-hal berikut ini:
• Istirahat, berbaring pada sisi kiri tubuh agar janin anda tidak menindih urat darah.
• Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran
• Mengurangi makan garam
• Minum 8 gelas air per hari
Bila anda mengidap preeklamsia berat, dokter anda mungkin akan mengobatinya dengan memberikan obat-obat untuk menekan tekanan darah sampai perkembangan bayi anda cukup untuk dapat dilahirkan dengan selamat.
Bagaimana preeklamsia dapat mempengaruhi bayi saya?
Preeklamsia dapat membuat plasenta tidak mendapatkan darah dalam jumlah yang cukup. Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah, maka bayi anda tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan makanan. Ini dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat badan rendah.
Kebanyakan ibu hamil yang menderita preeklamsia dapat melahirkan bayi yang sehat bila preeklamsia dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan perawatan teratur sebelum kelahiran.
Bagaimana cara mencegah preeklamsia:
Sampai saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol, ada juga yang tidak. Ikuti instruksi dokter anda mengenai diet dan olahraga.
• Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda
• Minum 6-8 gelas air sehari
• Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood
• Olahraga yang cukup
• Angkat kaki anda beberapa kali dalam sehari
• Hindari minum alkohol
• Hindari minuman yang mengandung kafein
• Dokter anda mungkin akan menyarankan anda untuk minum obat dan makan suplemen tambahan.
MAKANAN BUAT WANITA HAMIL
Makanan Bagi Wanita Hamil
Gizi yang baik selama kehamilan akan membantu anda dan bayi anda untuk tetap sehat. Kebutuhan akan nutrisi tertentu seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat pada masa kehamilan ini, namun hanya perlu sedikit tambahan energi (kilojoules). Wanita harus didorong untuk makan makanan yang bergizi dan mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal.
Makanan Sehat untuk Wanita Hamil
Pemilihan makanan yang sangat bervariasi merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung. Cobalah untuk mengkonsumsi:
• Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar
• Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
• Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil
• Daging tanpa lemak, ayam dan ikan
• Kacang yang dikeringkan, lentil
• Kacang-kacangan dan biji-bijian
• Susu rendah lemak, keju dan yogurt
• Sayur-sayuran berdaun hijau
• Suplemen asam folat
Seperti halnya diet sehat, suplemen asam folat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan pada trimester pertama untuk membantu menurunkan resiko neural tube defects (cacat tabung saraf) seperti spina bifida.
Anemia dan Asupan Zat Besi
Masa kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan.
Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi setiap harinya (contoh: daging merah), dan juga mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C (seperti jeruk) untuk membantu penyerapan zat besi.
Rekomendasi Asupan Harian Zat Besi
Rekomendasi Asupan Harian atau Recommended Daily Intake (RDI) zat besi untuk wanita hamil adalah 22-36 mg (10-20 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Jumlah kebutuhan tersebut tergantung pada jumlah zat besi yang tersimpan pada tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jika jumlah ‘simpanan’ zat besi sangat sedikit, maka wanita tersebut membutuhkan asupan lebih yang berasal dari suplemen. Namun perlu diingat bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi.
Kalsium
RDI kalsium untuk wanita hamil adalah 1.100 mg (300 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Selama trimester ketiga, terjadi perpindahan sejumlah kalsium kepada janin yang sedang memulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika sang ibu tidak meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa pembentukan tulang ini akan diambil dari tulang ibunya.
Sebagian besar wanita mampu mengembalikan kondisi tulang dengan cepat setelah ia berhenti menyusui. Makanan harian selama anda hamil harus dipastikan mengandung kalsium yang cukup untuk melindungi tulang anda dan untuk memenuhi kebutuhan kalsium janin anda.
Produk-produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium merupakan sumber kalsium yang sangat baik.
Folat dan Cacat Tabung Syaraf (Neural Tube Defects)
Semua wanita yang dapat hamil, sedang merencanakan kehamilan atau dalam masa-masa awal kehamilan, harus meningkatkan asupan folat hingga 0.4 – 0.5 mg per hari.
Folat (juga dikenal sebagai asam folat) merupakan kelompok vitamin B yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti yang tercantum pada daftar dibawah ini. Beberapa cereal untuk sarapan telah difortifikasi dengan folat dan akan tercantum pula pada daftar dibawah.
Jika seorang wanita hamil tidak mengkonsumsi folat dalam jumlah yang cukup, bayi yang dikandungnya beresiko terkena cacat tabung syaraf (neural tube defects) seperti spina bifida. Folat yang dikonsumsi pada masa pra konsepsi dan beberapa minggu pertama masa kehamilan, dapat mencegah 7 dari 10 kasus cacat tabung syaraf.
Sumber Istimewa Asam Folat:
• Asparagus
• Bran Flakes
• Brokoli
• Brussel sprouts
• Kacang polong kecil
• Kacang yang dikeringkan
• Lentils
• Bayam
Sumber Asam Folat yang Sangat Baik:
• Kol
• Kembang kol
• Bawang bombay
• Jeruk
• Jus jeruk
• Daun peterseli
• Kacang polong
• Biji gandum
• Roti dari gandum utuh
Sumber Asam Folat yang Baik:
• Hazelnuts
• Vegemite
• Lobak
• Kentang
• Ikan salmon
• Stroberi
• Tomat
• Kacang tanah tawar
• Kenari
Meskipun hati mengandung asam folat yang tinggi, namun tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil atau dapat hamil, karena kandungan vitamin A yang tinggi. Selain itu, terdapat resiko listeriosis dari hati yang masih mentah atau jika hati tidak dimasak dengan sempurna. Kedua hal ini beresiko pada janin yang sedang berkembang.
Vitamin A
Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.
Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari.
Vitamin D
Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D.
Suplemen Vitamin
Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar.
Makan untuk Berdua
Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.
Bahaya Diet
Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya.
Kehamilan di Masa Remaja
Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.
Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari.
Mual dan Muntah
Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.
Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:
• Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.
• Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.
• Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam
• Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk
• Bersantai, beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.
• Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan
• Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual.
Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)
Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:
• Makan larut malam
• Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan
• Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan
• Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.
Alkohol
Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil.
The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.
Infeksi Listeria
Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.
Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.
Makanan yang tidak dipasteurisasi
Soft serve ice cream
Keju lembut, seperti Brie dan Camembert
Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini.
Salmonella
Salmonella merupakan penyebab keracunan yang dapat mencetuskan terjadinya keguguran. Sumber Salmonella yakni telur mentah dan daging unggas yang belum dimasak. Menjaga higienitas makanan merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko infeksi Salmonella dan Listeria. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat anda lakukan:
• Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
• Menjaga permukaan dapur agar tetap bersih
• Jangan biarkan makanan yang masih mentah mengkontaminasi makanan yang telah dimasak
• Cucilah buah, sayuran dan salad sebelum dimakan
• Masak makanan hingga matang
• Jauhi hewan peliharaan dari dapur
• Gunakan sarung tangan ketika anda membersihkan kotoran kucing atau ketika anda sedang berkebun
• Simpan makanan pada suhu yang sesuai
Merkuri pada Ikan
The Australian Alcohol Guidelines menyarankan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya. Seorang wanita hamil dapat mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya, tapi mereka harus hati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi.
Ada beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi konsumsinya karena ikan-ikan jenis ini mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi, yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Wanita hamil seharusnya:
• Menghindari konsumsi ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, seperti: billfish (swordfish, broadbill dan marlin), ikan hiu, gemfish, southern blue fin tuna dan sejenis ikan sirip biru (catfish).
• Batasi mengkonsumsi ikan tuna, yakni satu porsi dalam satu minggu atau 140gr tuna kaleng dalam satu minggu (ikan tuna yang lebih kecil mengandung lebih sedikit merkuri).
• Tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi ikan salmon, termasuk ikan salmon kaleng.
Tidak perlu merasa cemas jika anda terlanjur mengkonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri cukup tinggi. Ini hanya akan menjadi masalah yang potensial jika anda mengkonsumsi ikan jenis ini secara rutin, karena dapat menyebabkan meluasnya merkuri dalam darah seorang wanita hamil.
Dimana Anda Dapat Memperoleh Bantuan
• Dokter
• Bidan
• Dokter kandungan
• Ahli gizi
Hal-hal yang Patut Diingat
• Seorang wanita hamil harus meningkatkan kualitas asupan gizi daripada kuantitasnya.
• Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat-zat gizi tertentu seperti zat besi, kalsium dan asam folat.
• Higienis makanan sangat penting diperhatikan selama kehamilan (IM/DS/
Gizi yang baik selama kehamilan akan membantu anda dan bayi anda untuk tetap sehat. Kebutuhan akan nutrisi tertentu seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat pada masa kehamilan ini, namun hanya perlu sedikit tambahan energi (kilojoules). Wanita harus didorong untuk makan makanan yang bergizi dan mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal.
Makanan Sehat untuk Wanita Hamil
Pemilihan makanan yang sangat bervariasi merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung. Cobalah untuk mengkonsumsi:
• Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar
• Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
• Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil
• Daging tanpa lemak, ayam dan ikan
• Kacang yang dikeringkan, lentil
• Kacang-kacangan dan biji-bijian
• Susu rendah lemak, keju dan yogurt
• Sayur-sayuran berdaun hijau
• Suplemen asam folat
Seperti halnya diet sehat, suplemen asam folat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan pada trimester pertama untuk membantu menurunkan resiko neural tube defects (cacat tabung saraf) seperti spina bifida.
Anemia dan Asupan Zat Besi
Masa kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan.
Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi setiap harinya (contoh: daging merah), dan juga mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C (seperti jeruk) untuk membantu penyerapan zat besi.
Rekomendasi Asupan Harian Zat Besi
Rekomendasi Asupan Harian atau Recommended Daily Intake (RDI) zat besi untuk wanita hamil adalah 22-36 mg (10-20 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Jumlah kebutuhan tersebut tergantung pada jumlah zat besi yang tersimpan pada tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jika jumlah ‘simpanan’ zat besi sangat sedikit, maka wanita tersebut membutuhkan asupan lebih yang berasal dari suplemen. Namun perlu diingat bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi.
Kalsium
RDI kalsium untuk wanita hamil adalah 1.100 mg (300 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Selama trimester ketiga, terjadi perpindahan sejumlah kalsium kepada janin yang sedang memulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika sang ibu tidak meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa pembentukan tulang ini akan diambil dari tulang ibunya.
Sebagian besar wanita mampu mengembalikan kondisi tulang dengan cepat setelah ia berhenti menyusui. Makanan harian selama anda hamil harus dipastikan mengandung kalsium yang cukup untuk melindungi tulang anda dan untuk memenuhi kebutuhan kalsium janin anda.
Produk-produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium merupakan sumber kalsium yang sangat baik.
Folat dan Cacat Tabung Syaraf (Neural Tube Defects)
Semua wanita yang dapat hamil, sedang merencanakan kehamilan atau dalam masa-masa awal kehamilan, harus meningkatkan asupan folat hingga 0.4 – 0.5 mg per hari.
Folat (juga dikenal sebagai asam folat) merupakan kelompok vitamin B yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti yang tercantum pada daftar dibawah ini. Beberapa cereal untuk sarapan telah difortifikasi dengan folat dan akan tercantum pula pada daftar dibawah.
Jika seorang wanita hamil tidak mengkonsumsi folat dalam jumlah yang cukup, bayi yang dikandungnya beresiko terkena cacat tabung syaraf (neural tube defects) seperti spina bifida. Folat yang dikonsumsi pada masa pra konsepsi dan beberapa minggu pertama masa kehamilan, dapat mencegah 7 dari 10 kasus cacat tabung syaraf.
Sumber Istimewa Asam Folat:
• Asparagus
• Bran Flakes
• Brokoli
• Brussel sprouts
• Kacang polong kecil
• Kacang yang dikeringkan
• Lentils
• Bayam
Sumber Asam Folat yang Sangat Baik:
• Kol
• Kembang kol
• Bawang bombay
• Jeruk
• Jus jeruk
• Daun peterseli
• Kacang polong
• Biji gandum
• Roti dari gandum utuh
Sumber Asam Folat yang Baik:
• Hazelnuts
• Vegemite
• Lobak
• Kentang
• Ikan salmon
• Stroberi
• Tomat
• Kacang tanah tawar
• Kenari
Meskipun hati mengandung asam folat yang tinggi, namun tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil atau dapat hamil, karena kandungan vitamin A yang tinggi. Selain itu, terdapat resiko listeriosis dari hati yang masih mentah atau jika hati tidak dimasak dengan sempurna. Kedua hal ini beresiko pada janin yang sedang berkembang.
Vitamin A
Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.
Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari.
Vitamin D
Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D.
Suplemen Vitamin
Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar.
Makan untuk Berdua
Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.
Bahaya Diet
Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya.
Kehamilan di Masa Remaja
Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.
Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari.
Mual dan Muntah
Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.
Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:
• Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.
• Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.
• Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam
• Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk
• Bersantai, beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.
• Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan
• Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual.
Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)
Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:
• Makan larut malam
• Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan
• Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan
• Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.
Alkohol
Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil.
The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.
Infeksi Listeria
Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.
Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.
Makanan yang tidak dipasteurisasi
Soft serve ice cream
Keju lembut, seperti Brie dan Camembert
Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini.
Salmonella
Salmonella merupakan penyebab keracunan yang dapat mencetuskan terjadinya keguguran. Sumber Salmonella yakni telur mentah dan daging unggas yang belum dimasak. Menjaga higienitas makanan merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko infeksi Salmonella dan Listeria. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat anda lakukan:
• Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
• Menjaga permukaan dapur agar tetap bersih
• Jangan biarkan makanan yang masih mentah mengkontaminasi makanan yang telah dimasak
• Cucilah buah, sayuran dan salad sebelum dimakan
• Masak makanan hingga matang
• Jauhi hewan peliharaan dari dapur
• Gunakan sarung tangan ketika anda membersihkan kotoran kucing atau ketika anda sedang berkebun
• Simpan makanan pada suhu yang sesuai
Merkuri pada Ikan
The Australian Alcohol Guidelines menyarankan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya. Seorang wanita hamil dapat mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya, tapi mereka harus hati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi.
Ada beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi konsumsinya karena ikan-ikan jenis ini mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi, yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Wanita hamil seharusnya:
• Menghindari konsumsi ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, seperti: billfish (swordfish, broadbill dan marlin), ikan hiu, gemfish, southern blue fin tuna dan sejenis ikan sirip biru (catfish).
• Batasi mengkonsumsi ikan tuna, yakni satu porsi dalam satu minggu atau 140gr tuna kaleng dalam satu minggu (ikan tuna yang lebih kecil mengandung lebih sedikit merkuri).
• Tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi ikan salmon, termasuk ikan salmon kaleng.
Tidak perlu merasa cemas jika anda terlanjur mengkonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri cukup tinggi. Ini hanya akan menjadi masalah yang potensial jika anda mengkonsumsi ikan jenis ini secara rutin, karena dapat menyebabkan meluasnya merkuri dalam darah seorang wanita hamil.
Dimana Anda Dapat Memperoleh Bantuan
• Dokter
• Bidan
• Dokter kandungan
• Ahli gizi
Hal-hal yang Patut Diingat
• Seorang wanita hamil harus meningkatkan kualitas asupan gizi daripada kuantitasnya.
• Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat-zat gizi tertentu seperti zat besi, kalsium dan asam folat.
• Higienis makanan sangat penting diperhatikan selama kehamilan (IM/DS/
PENDARAHAN PADA MASA KEHAMILAN
Pendarahan Pada Masa Kehamilan
Pendarahan dari vagina sering kali terjadi pada trimester pertama dari kehamilan dan bisa saja pendarahan ini bukan merupakan tanda adanya masalah pada kehamilan. Akan tetapi pendarahan yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga dari kehamilan biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya suatu komplikasi pada kehamilan. Pendarahan dapat terjadi karena berbagai sebab.
Beberapa hal mendasar yang perlu diketahui mengenai pendarahan adalah:
• Bila anda mengalami pendarahan, anda harus selalu menggunakan pembalut atau pantyliner sehingga anda dapat memonitor berapa banyak darah yang keluar dan pendarahan seperti apa yang anda alami.
• Anda tidak boleh menggunakan tampon atau memasukkan benda lainnya seperti cairan pembersih vagina ke dalam area vagina atau melakukan hubungan seksual bila anda baru saja mengalami pendarahan.
• Bila anda juga mengalami gejala-gejala lain yang menunjukkan adanya kemungkinan terjadi komplikasi seperti yang disebutkan di bawah ini, anda harus segera menghubungi penyedia jasa kesehatan anda.
Kehamilan pada periode awal sampai pertengahan:
Keguguran:
Pendarahan bisa saja merupakan tanda-tanda terjadinya Keguguran tapi tidak berarti bahwa keguguran akan segera terjadi setelah pendarahan. Penelitian menunjukkan bahwa antara 20 - 40% ibu hamil mengalami pendarahan pada awal kehamilannya. Dan hanya setengah dari ibu hamil yang mengalami pendarahan yang mengalami keguguran. Antara 15-20% kehamilan berakhir dengan keguguran, dan kebanyakan terjadi pada masa 12 minggu pertama kehamilan.
Tanda-tanda keguguran meliputi:
• Pendarahan dari vagina
• Nyeri keram di bagian bawah perut (lebih sakit dari sakit pada waktu akan haid)
• Adanya jaringan/tissue yang keluar melalui vagina
Biasanya keguguran tidak dapat dicegah. Keguguran seringkali merupakan cara tubuh kita untuk secara alami mencegah terjadinya kehamilan yang tidak dapat berkembang Keguguran tidak berarti bahwa anda tidak dalam keadaan sehat atau anda tidak mungkin menjalani kehamilan yang sehat di masa yang akan datang.
Hamilan di Luar Kandungan (Kehamilan Ektopik):
Kehamilan di luar kandungan merupakan suatu kehamilan dimana janin tertanam di luar rahim. Kehamilan ektopik sebagian besar terjadi pada tuba falopii. Kehamilan di luar kandungan lebih jarang terjadi daripada keguguran, dengan perbandingan satu diantara enampuluh kehamilan.
Tanda-tanda terjadinya kehamilan di luar kandungan:
• Nyeri keram di bawah perut (biasanya lebih sakit dari sakit pada waktu akan haid)
• Nyeri yang menusuk di area sekitar perut.
• Level hCG rendah
• Pendarahan pada vagina
Ibu hamil memiliki resiko kehamilan ektopik yang lebih tinggi bila:
• Ada infeksi pada saluran rahim
• Pernah mengalami hamil di luar kandungan
• Pernah mengalami operasi panggul
Hamil Anggur:
Hamil anggur jarang sekali menyebabkan pendarahan. Seringkali disebut sebagai “Mole”, pada kehamilan seperti ini, yang tumbuh di dalam rahim bukanlah embrio melainkan suatu jaringan yang bersifat abnormal. Kehamilan seperti ini seringkali disebut juga sebagai gestational trophoblastic disease (GTD).
Tanda-tanda terjadinya hamil anggur:
• Pendarahan dari vagina
• Tes darah menunjukkan level hCG yang tinggi
• Tidak ada detak jantung pada janin
• Bila diliat melalui USG kelihatan ada rangkaian seperti anggur di dalam rahim.
Apa penyebab terjadinya pendarahan pada periode awal sampai pertengahan?
Karena pendarahan yang terjadi pada periode awal sampai pertengahan kehamilan sering sekali terjadi (20-40%), banyak orang yang mempertanyakan apakah penyebab terjadinya pendarahan ini, disamping komplikasi yang telah disebutkan sebelumnya. Pendarahan dapat terjadi pada masa awal kehamilan karena adanya faktor-faktor di bawah ini disamping karena adanya komplikasi yang telah disebutkan sebelumnya:
• Pendarahan karena implantasi. Pendarahan karena implantasi dapat terjadi antara 6-12 hari setelah pembuahan. Setiap ibu hamil memiliki pengalaman yang berbeda mengenai pendarahan seperti ini – ada yang hanya mendapatkan flek selama beberapa jam, ada juga yang mendapatkan flek selama beberapa hari.
• Adanya infeksi pada saluran kemih atau pelvic cavity (rongga panggul).
• Ada ibu hamil yang mengalami pendarahan setelah berhubungan seksual karena leher rahimnya sangat sensitif dan lemah. Anda harus berhenti melakukan hubungan seksual sampai anda memeriksakan diri ke dokter. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi iritasi yang lebih parah lagi – hubungan seksual yang normal tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran.
Kehamilan pada periode pertengahan sampai akhir:
Kondisi yang biasanya menyebabkan terjadinya pendarahan ringan termasuk di dalamnya adalah adanya peradangan pada saluran rahim atau pertumbuhan pada saluran rahim. Pendarahan pada akhir masa kehamilan dapat mengancam kesehatan ibu hamil dan janinnya. Hubungi penyedia jasa kesehatan anda bila anda mengalami pendarahan sekecil apapun pada trimester kedua atau ketiga kehamilan anda.
Tali plasenta putus:
Pendarahan dari vagina dapat disebabkan karena lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum atau selama proses kelahiran. Hanya 1% ibu hamil yang mengalami masalah ini, dan ini biasanya terjadi pada 12 minggu terakhir masa kehamilan.
Tanda-tanda putusnya tali plasenta:
• Pendarahan
• Sakit perut
Ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami putus plasenta :
• Sebelumnya sudah pernah punya anak
• Berusia 35 tahun atau lebih
• Sebelumnya pernah mengalami putus plasenta
• Memiliki riwayat anemia sickle cell anemia
• Memiliki tekanan darah yang tinggi
• Mengalami trauma atau cedera pada perut
• Pengguna kokain
Placenta previa (Plasenta terletak di bagian bawah rahim):
Placenta previa terjadi bila plasenta terletak di bagian bawah rahim, baik sebagian atau seluruhnya menutupi saluran rahim. Hal ini sangat serius dan perlu ditangani secepatnya dan dapat terjadi pada 1 dari 200 kehamilan. Pendarahan biasanya terjadi tanpa ada rasa sakit.
Ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami kondisi seperti ini:
• Sebelumnya sudah pernah punya anak
• Sebelumnya melahirkan secara cesar
• Pernah menjalani operasi rahim
• Mengandung kembar dua atau kembar tiga
Kelahiran prematur:
Pendarahan dari vagina bisa juga merupakan tanda-tanda kelahiran. Sampai beberapa minggu sebelum kelahiran sesungguhnya terjadi, lapisan lendir (mucus plug) yang mengelilingi rahim bisa tiba-tiba pecah. Bila ini terjadi, maka yang keluar adalah sedikit lendir bercampur darah. Bila hal ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan bisa jadi anda mengalami kelahiran prematur dan harus segera menemui dokter anda.
Tanda-tanda kelahiran prematur meliputi gejala-gejala di bawah ini yang terjadi sebelum minggu ke 37 kehamilan:
• Keluar cairan dari vagina (cairan, lendir atau darah)
• Tekanan pada panggul atau perut bagian bawah
• Sakit pada punggung bagian bawah
• Kram perut dengan atau tanpa diare
• Kontraksi reguler atau perut terasa kencang (WM/DS/
Pendarahan dari vagina sering kali terjadi pada trimester pertama dari kehamilan dan bisa saja pendarahan ini bukan merupakan tanda adanya masalah pada kehamilan. Akan tetapi pendarahan yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga dari kehamilan biasanya merupakan tanda-tanda terjadinya suatu komplikasi pada kehamilan. Pendarahan dapat terjadi karena berbagai sebab.
Beberapa hal mendasar yang perlu diketahui mengenai pendarahan adalah:
• Bila anda mengalami pendarahan, anda harus selalu menggunakan pembalut atau pantyliner sehingga anda dapat memonitor berapa banyak darah yang keluar dan pendarahan seperti apa yang anda alami.
• Anda tidak boleh menggunakan tampon atau memasukkan benda lainnya seperti cairan pembersih vagina ke dalam area vagina atau melakukan hubungan seksual bila anda baru saja mengalami pendarahan.
• Bila anda juga mengalami gejala-gejala lain yang menunjukkan adanya kemungkinan terjadi komplikasi seperti yang disebutkan di bawah ini, anda harus segera menghubungi penyedia jasa kesehatan anda.
Kehamilan pada periode awal sampai pertengahan:
Keguguran:
Pendarahan bisa saja merupakan tanda-tanda terjadinya Keguguran tapi tidak berarti bahwa keguguran akan segera terjadi setelah pendarahan. Penelitian menunjukkan bahwa antara 20 - 40% ibu hamil mengalami pendarahan pada awal kehamilannya. Dan hanya setengah dari ibu hamil yang mengalami pendarahan yang mengalami keguguran. Antara 15-20% kehamilan berakhir dengan keguguran, dan kebanyakan terjadi pada masa 12 minggu pertama kehamilan.
Tanda-tanda keguguran meliputi:
• Pendarahan dari vagina
• Nyeri keram di bagian bawah perut (lebih sakit dari sakit pada waktu akan haid)
• Adanya jaringan/tissue yang keluar melalui vagina
Biasanya keguguran tidak dapat dicegah. Keguguran seringkali merupakan cara tubuh kita untuk secara alami mencegah terjadinya kehamilan yang tidak dapat berkembang Keguguran tidak berarti bahwa anda tidak dalam keadaan sehat atau anda tidak mungkin menjalani kehamilan yang sehat di masa yang akan datang.
Hamilan di Luar Kandungan (Kehamilan Ektopik):
Kehamilan di luar kandungan merupakan suatu kehamilan dimana janin tertanam di luar rahim. Kehamilan ektopik sebagian besar terjadi pada tuba falopii. Kehamilan di luar kandungan lebih jarang terjadi daripada keguguran, dengan perbandingan satu diantara enampuluh kehamilan.
Tanda-tanda terjadinya kehamilan di luar kandungan:
• Nyeri keram di bawah perut (biasanya lebih sakit dari sakit pada waktu akan haid)
• Nyeri yang menusuk di area sekitar perut.
• Level hCG rendah
• Pendarahan pada vagina
Ibu hamil memiliki resiko kehamilan ektopik yang lebih tinggi bila:
• Ada infeksi pada saluran rahim
• Pernah mengalami hamil di luar kandungan
• Pernah mengalami operasi panggul
Hamil Anggur:
Hamil anggur jarang sekali menyebabkan pendarahan. Seringkali disebut sebagai “Mole”, pada kehamilan seperti ini, yang tumbuh di dalam rahim bukanlah embrio melainkan suatu jaringan yang bersifat abnormal. Kehamilan seperti ini seringkali disebut juga sebagai gestational trophoblastic disease (GTD).
Tanda-tanda terjadinya hamil anggur:
• Pendarahan dari vagina
• Tes darah menunjukkan level hCG yang tinggi
• Tidak ada detak jantung pada janin
• Bila diliat melalui USG kelihatan ada rangkaian seperti anggur di dalam rahim.
Apa penyebab terjadinya pendarahan pada periode awal sampai pertengahan?
Karena pendarahan yang terjadi pada periode awal sampai pertengahan kehamilan sering sekali terjadi (20-40%), banyak orang yang mempertanyakan apakah penyebab terjadinya pendarahan ini, disamping komplikasi yang telah disebutkan sebelumnya. Pendarahan dapat terjadi pada masa awal kehamilan karena adanya faktor-faktor di bawah ini disamping karena adanya komplikasi yang telah disebutkan sebelumnya:
• Pendarahan karena implantasi. Pendarahan karena implantasi dapat terjadi antara 6-12 hari setelah pembuahan. Setiap ibu hamil memiliki pengalaman yang berbeda mengenai pendarahan seperti ini – ada yang hanya mendapatkan flek selama beberapa jam, ada juga yang mendapatkan flek selama beberapa hari.
• Adanya infeksi pada saluran kemih atau pelvic cavity (rongga panggul).
• Ada ibu hamil yang mengalami pendarahan setelah berhubungan seksual karena leher rahimnya sangat sensitif dan lemah. Anda harus berhenti melakukan hubungan seksual sampai anda memeriksakan diri ke dokter. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi iritasi yang lebih parah lagi – hubungan seksual yang normal tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran.
Kehamilan pada periode pertengahan sampai akhir:
Kondisi yang biasanya menyebabkan terjadinya pendarahan ringan termasuk di dalamnya adalah adanya peradangan pada saluran rahim atau pertumbuhan pada saluran rahim. Pendarahan pada akhir masa kehamilan dapat mengancam kesehatan ibu hamil dan janinnya. Hubungi penyedia jasa kesehatan anda bila anda mengalami pendarahan sekecil apapun pada trimester kedua atau ketiga kehamilan anda.
Tali plasenta putus:
Pendarahan dari vagina dapat disebabkan karena lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum atau selama proses kelahiran. Hanya 1% ibu hamil yang mengalami masalah ini, dan ini biasanya terjadi pada 12 minggu terakhir masa kehamilan.
Tanda-tanda putusnya tali plasenta:
• Pendarahan
• Sakit perut
Ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami putus plasenta :
• Sebelumnya sudah pernah punya anak
• Berusia 35 tahun atau lebih
• Sebelumnya pernah mengalami putus plasenta
• Memiliki riwayat anemia sickle cell anemia
• Memiliki tekanan darah yang tinggi
• Mengalami trauma atau cedera pada perut
• Pengguna kokain
Placenta previa (Plasenta terletak di bagian bawah rahim):
Placenta previa terjadi bila plasenta terletak di bagian bawah rahim, baik sebagian atau seluruhnya menutupi saluran rahim. Hal ini sangat serius dan perlu ditangani secepatnya dan dapat terjadi pada 1 dari 200 kehamilan. Pendarahan biasanya terjadi tanpa ada rasa sakit.
Ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami kondisi seperti ini:
• Sebelumnya sudah pernah punya anak
• Sebelumnya melahirkan secara cesar
• Pernah menjalani operasi rahim
• Mengandung kembar dua atau kembar tiga
Kelahiran prematur:
Pendarahan dari vagina bisa juga merupakan tanda-tanda kelahiran. Sampai beberapa minggu sebelum kelahiran sesungguhnya terjadi, lapisan lendir (mucus plug) yang mengelilingi rahim bisa tiba-tiba pecah. Bila ini terjadi, maka yang keluar adalah sedikit lendir bercampur darah. Bila hal ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan bisa jadi anda mengalami kelahiran prematur dan harus segera menemui dokter anda.
Tanda-tanda kelahiran prematur meliputi gejala-gejala di bawah ini yang terjadi sebelum minggu ke 37 kehamilan:
• Keluar cairan dari vagina (cairan, lendir atau darah)
• Tekanan pada panggul atau perut bagian bawah
• Sakit pada punggung bagian bawah
• Kram perut dengan atau tanpa diare
• Kontraksi reguler atau perut terasa kencang (WM/DS/
Langganan:
Postingan (Atom)
